Selainnya BBM & minyak tanah, ternyata ada komoditi lainnya yg menjadi sangat langka dan sangat sukar sekali bisa di dapatkan terutama di Indonesia, ialah kepercayaan, tanya saja kepada diri sendiri kepada siapa lagi pada saat ini Anda masih bisa percaya? Apakah rakyat bisa memperlakukan semboyan In SBY & JK we trust !, boro2 sebab semua janji2nya hanya sekedar pepesan kosong, karena kenyataannya politik mereka telah membuat rakyatnya menjadi semakin miskin dan menderita, bahkan kalau di ingatkan akan janjinya, SBY menjawab dgn enteng: I don't care with my popularity, walaupun seharusnya Presiden tidak boleh cuek dan tidak peduli dgn kepercayaan publik.
Kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah sekarang ini sudah terbuktikan dimana begitu banyak daerah yg ingin lepas bebas dari pemerintah pusat seperti halnya dgn Aceh. Begitu juga dgn aparatnya, mulai dari jajaran polisi dgn pangkat terendah s/d Mahkamah Agung atau lembaga pengawas tertinggi peradilan di Indonesia sudah tidak bisa dipercaya lagi. Maklum dlm banyak kasus bukannya yg bersalah yg akan dihukum melainkan orang yg tidak beduit lah yg akan dihukum. Konon ketua MA nya sendiri sdh terima suap; dari seorang klien saja ia mengantongi lima Milyar belum dari klien2 lainnya, padahal setiap keputusan hakim di Indonesia selalu menggunakan nama Tuhan Yang Maha Esa, tetapi dlm hal ini bisa dimaklumi sebab Tuhan di Indonesia pun sdh merupakan komoditi yg bisa diperjual belikan. Kagak percaya lihat saja rumah2 ibadah disekitar Anda. Begitu juga dgn para pembimbing agamanya, sehingga bukan rahasia lagi, bahwa banyak pembimbing agama yg lebih mengutamakan dan mementingkan domba2 gemuk ato umatnya yg berduit daripada para domba kere yg kurus kerempeng. Mereka bukannya memberikan santapan rohani bagi umatnya, melainkan hal yg kebalikannyalah terjadi dimana domba2nya yg disembelih dan disantap untuk dijadikan sate ato gule kambing. Bahkan akhir2 ini kepercayaan terhadap Aa pun mulai memudar, karena ia bersedia dijadikan narasumber bagi iklan kenaikan BBM. Aa sendiri pernah mengatakan bagaimana orang bisa percaya bahwa mereka itu pemeluk agama yg mengutamakan kasih, tapi dilain saat mereka meneriakkan Allahu Akbar sambil ditangan kiri mengepalkan tinju dan ditangan kanan pegang golok ¡ Ketidak percayaan ini bukan hanya bagi penduduk di Indonesia saja, melainkan dari pihak asing terhadap Indonesia pun demikian, sejak adanya bom2 yg meledak di Bali para wisatawan asing pun sudah tidak percaya lagi bahwa Bali itu merupakan pulau dewata yg penuh kedamaian. Begitu juga dgn para investor asing, mereka sdh ogah untuk invest di Indonesia karena ketidak adanya kepercayaan terhadap Indonesia. Dan tanyalah kepada diri sendiri apakah Anda percaya bahwa uang kompensasi sosial untuk kalangan miskin akan bisa diterima secara utuh oleh mereka? Apakah Anda percaya pemerintah bisa memberantas korupsi ? Maka dari itulah daripada pusing2 mendiskusikan soal kepercayaan, marilah kita mendendangkan lagu hasil karya gubahannya Mang Ucup, nada dan irama seperti lagu Bengawan Solo begitu, yg nantinya akan dibawakan di dalam siaran TV Pemilihan Koruptor Idola Indonesia Para koruptor Riwayatmu ini sedari dulu Jadi perhatian insani Musim sebelum BBM naik tak seberapa duitmu dimusim setelah itu duitmu meluap sampai ke Swis Mata duitmu dari rakyat terkurung gunung seribu duit meluap sampai jauh dan akhirnya ke kocekmu Itu parahnya riwayatnya sedari dulu kaum pedagang selalu naik menjadi satu. Mang Ucup Mang Ucup Email: [EMAIL PROTECTED] Homepage: www.mangucup.net ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help tsunami villages rebuild at GlobalGiving. The real work starts now. http://us.click.yahoo.com/T8WM1C/KbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

