Kita tonton rame-rame tatkala amrozi dkk dieksekusi nanti yuk. Biar jadi saksi bhw emang amrozi dkk yg dieksekusi dan dikubur. Ntar yang dikubur kucing...lagi...:-)
Kita lihat aja berani gak pemerintah ini mengeksekusi mereka. Kita lihat aja sandiwara/lobying apa lagi yang dimainkan pemerintah kalo tidak mengeksekusi amrozi dkk? --- In [email protected], "(*-* Alvin DanielS *-*)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > siapapun yg melakukan aksi teror bom, bukan jemaah islamiah! mereka hanya > scapegoat, spy orang2 distracted ga memeprhatikan isu2 yg tdk kalah > penting... > imam samudra, rois, amrozi, nurdi top, semua bulshit... > ini semua adalah novel kelas atas hasil karya ciptaan politikus untuk > melindungi kepentingan sendiri... > > jangan pernah berpikir apa yg diberitakan itu benar, semua hanya drama dgn > sutradara yg blm pernah terlihat... > > sutradaranya bisa lokal, global, ataupun gabungan keduanya... > yang pasti orang kuat, berpengalamn, dan punya modal... > > silahkan ditebak2... > > > on 10/12/05 3:53 PM, faris ahmad at [EMAIL PROTECTED] wrote: > > > Lagu Lama Teror Bom > > > > Teror bom berlangsung seperti siklus tahunan. Terjadi > > antara bulan Agustus, September dan Oktober. Pihak > > asing selalu tahu lebih dulu. Skenario global untuk > > memelihara isu terorisme di Indonesia? > > > > Bulan Oktober. Malam Ahad. Entah kebetulan atau tidak, > > entah apa alasannya, dua waktu tersebut menjadi > > pilihan aksi teroris untuk meledakan Bali. Tiga tahun > > lalu, pada malam Ahad 12 Oktober 2002, bom mengguncang > > dua tempat hiburan di Bali. Diskotek Sari Club dan > > Paddys Cafe, dua tempat yang ramai menjadi arena > > dugem para turis asing, hancur berkeping-keping. > > Ratusan nyawa melayang. Bali bersimbah darah. Kecaman > > dan tudingan terhadap kelompok yang dianggap teroris, > > datang bertubi-tubi. Dunia yang masih trauma akan > > peledakan WTC tahun 2001 makin dibuat geram. > > > > Malam Ahad, 1 Oktober 2005. Jam menunjukan pukul 19.20 > > WITA. Malam belum beranjak tua, saat para turis lokal > > dan asing berasyik masyuk menikmati malam di kawasan > > pantai Jimbaran dan Kuta Bali. Kecerian menikmati > > hiburan malam, berubah menjadi kepanikan yang > > mencekam. Bom meledak, menghancurkan beberapa cafe di > > Jimbaran, Raja's restoran Kuta dan Kuta Town Square. > > Peristiwa ini terjadi tepat dua pekan sebelum > > peringatan tragedi bom Bali pertama. Jamaah Islamiyah > > dan al-Qaidah, dua kelompok yang sering diidentikan > > dengan Islam radikal, menuai tudingan. Indonesia yang > > masih trauma akan tragedi bom di depan kedubes > > Australia Kuningan, Jakarta pada tahun 2004, kembali > > berduka. > > > > Apakah pemilihan lokasi dan waktu sudah terkait > > rekayasa sebelumnya? "Saya melihat memang, banyak > > peristiwa peledakan yang biasanya diusahakan untuk > > terulang pada hari yang sama. Kalau perlu tanggal yang > > sama, atau sekurang-kurangnya bulan yang sama atau > > beberapa waktu sebelum tanggal yang sama," Habib > > Muhammad Rizieq Syihab, Ketua Front Pembela Islam, > > angkat suara. Menurut Habib yang kerap bersuara > > lantang menentang kebijakan Amerika ini, bukan tidak > > mungkin, ada pihak-pihak tertentu yang merekayasa > > beberapa peristiwa peledakan bom yang terjadi di > > Indonesia. "Tujuannya tidak lain untuk menciptakan > > trauma," tegas Habib Rizieq. > > > > Habib menambahkan, ada pihak-pihak tertentu yang tidak > > ingin isu terorisme hilang dari ingatan masyarakat > > Indonesia."Kelihatannya ada pihak-pihak yang takut > > kalau peristiwa Oktober tiga tahun lalu hilang dari > > ingatan, sehingga mereka mencoba membangkitkan ingatan > > tersebut untuk menciptakan trauma," jelas Habib > > menganalisa. Bagi Habib, peledakan kali ini adalah > > skenario global yang mempunyai kepentingan untuk > > memelihara isu terorisme sebagai jualan dan > > menyudutkan Indonesia sebagai sarang teroris.. "Kalau > > begitu, bisa jadi dia adalah pelaku utama peledakan > > tiga tahun lalu yang sampai saat ini belum terungkap > > dalangnya," tambahnya. > > > > Prof Rohan Guratna, Ketua Riset Bidang Terorisme > > Institute Of Defence and Startegic Studies Singapura, > > memberikan analisa serupa. Menurut pria yang langsung > > melontarkan tudingan kepada Jamaah Islamiyah sebagai > > kelompok yang bertanggung jawab terhadap peledakan > > Bali ini, teroris selalu memilih bulan Agustus sampai > > Desember sebagai "Bombing Season". "Biasanya, JI > > mengaktikan kembali aksinya dari Agustus sampai > > Desember," jelas Rohan seperti dikutip surat kabar SMH > > di Australia (2/10). > > > > Beberapa peristiwa peledakan di Indonesia memang > > tercatat pada bulan-bulan tersebut. Oktober 2002 bom > > meledak di Kuta Bali. Agustus 2003 hotel JW Marriot > > Jakarta luluhlantak. September 2004 giliran Kedubes > > Australia yang menjadi sasaran. Dan peristiwa > > berulang, Oktober 2005 Bali kembali diguncang bom. > > Siapa yang berperan menjadikan bulan-bulan tersebut > > sebagai waktu yang tepat untuk menebar teror? Wallahu > > a'lam. Yang jelas, negara-negara asing, terutama yang > > menjadi kaki tangan Amerika selalu tahu lebih dulu > > akan adanya ancaman terorisme di bulan-bulan tersebut. > > > > Dua belas jam sebelum terjadinya peledakan di Bali > > pada tahun 2002 lalu, Kedubes Amerika di Jakarta > > dikabarkan mengeluarkan siaran pers yang berisi > > peringatan bagi seluruh warganya yang berada di > > Indonesia, khususnya yang berada di Bali, untuk tidak > > mendatangi restoran, kafe, diskotik dan tempat-tempat > > hiburan lainnya. Meski isu tersebut dibantah oleh > > Kedubes AS, kecurigaan umat Islam tetap ada. Menurut > > Habib Rizieq yang diwawancarai SABILI pada saat itu, > > peringatan yang dikeluarkan kedubes AS tak lepas dari > > masukan agen CIA. Apalagi, sebelumnya juga beredar > > informasi merapatnya kapal perang asing, terutama dari > > AS dan Australia di laut Benoa. Pengamat intelejen dan > > ahli bom mengatakan bom yang meledak pada tahun 2002 > > tersebut berjenis C-4 ( C-Four). Jenis bom ini hanya > > dimiliki oleh beberapa negara seperti AS dan Inggris. > > > > Setahun kemudian, dibulan Agustus 2003, bom meledak di > > hotel JW Marriott Bali. Seperti biasa, pihak asing > > tahu lebih dulu ketimbang Indonesia akan adanya > > ancaman terorisme. Bulan Juli 2003, sebulan sebelum > > peledakan Marriott, surat kabar The Straits Times > > (TST) yang beredar di Singapura mengaku telah menerima > > telepon dari Indonesia yang mengabarkan bahwa JI > > tengah menyusun rencana serangan terhadap kepentingan > > asing di Indonesia. Harian itu memuat pernyataan > > informan tersebut pada halaman muka edisi 31 Juli 2003 > > dengan judul "JI Chiefs `Planning' Another Strike". > > TST juga mengatakan, empat jam setelah peledakan > > mereka mendapat telepon dari anggota JI yang > > mengatakan bahwa serangan terhadap hotel Marriott > > adalah "Peringatan Berdarah" (Bloody Warning) terhadap > > pemerintahan Megawati. Bukan tanpa sebab, jika > > Singapura memuat berita tersebut di halaman depan. > > Negara yang kerap disebut sebagai satelit Israel di > > Asia Tenggara tersebut pernah melontarkan pernyataan > > bahwa Indonesia sarang teroris. > > > > Sebelumnya, dalam wawancara dengan ABC News Online, > > Brigadir Jenderal Polisi Gorries Mere mengaku telah > > menyadap sebuah email yang mencurigakan sebelum > > peristiwa Marriott. E-mail tersebut dibuat oleh > > seseorang yang disinyalir sebagai anggota JI, dengan > > emnggunakan sandi "Saya ingin menikah". Sandi tersebut > > menurut Gorries, sering digunakan anggota JI untuk > > melakukan aksi peledakan. Pertanyaannya, kalau sudah > > dapat info, kenapa masih kecolongan? > > > > September 2004, bom menghantam kedubes Australia > > dibilangan Kuningan, Jakarta. Lagi-lagi, Australia > > tahu lebih dulu. Menlu Australia Alexander Downer > > dalam keterangan persnya menyatakan bahwa aparat > > kepolisian Indonesia sebenarnya telah mengetahui akan > > adanya peledakan. Ia mengatakan, Polri menerima teks > > yang berisi teror bom, 45 menit sebelum ledakan itu > > terjadi. Pesan itu sendiri menurut Downer diterima > > oleh perwira kepolisian di Mabes Polri. Dalam > > peristiwa ini, tak satupun warga Australia yang tewas. > > Bahkan, menurut saksi mata yang berada di dalam > > Kedubes saat kejadian, orang-orang didalam kedutaan > > terlihat santai, tidak panik. Hal tersebut dituturkan > > oleh saksi mata yang saat itu sedang mengurus > > keperluan untuk pertukaran pelajar Indonesia- > > Australia. > > > > 1 Oktober 2005. Peristiwa peledakan di Bali berulang. > > Beredar kabar, sebelum terjadi ledakan, dua turis asal > > negeri Kanguru mengatakan bahwa mereka telah > > mendapatkan peringatan sebelum ledakan. Kedua turis > > asal Perth Australia tersebut secara terpisah mengaku > > diminta peduduk lokal untuk menghindari kawasan Kuta > > pada Sabtu malam. Durren Humble, seperti dikutip radio > > nasional setempat mengatakan bahwa penjaga klub malam > > di hotel tempatnya menginap mengungkapkan kepada > > seorang tamu tentang kemungkinan serangan teror. > > > > Pria satunya lagi, Mick Collis, seorang wartawan > > freelance yang juga praktisi periklanan mengatakan > > bahwa seorang temannya yang dekat dengan Mafia di Bali > > memberi informasi agar menjauhi kawasan Kuta. Collis > > mengatakan telah mendapat informasi tersebut pada hari > > Kamis, sebelum peledakan. Kedua bule ini selamat > > karena mematuhi anjuran dan memilih diam di hotel pada > > malam tragis itu. Kisah dua orang Ausie itu dilansir > > harian Sydney Morning Herald (Ahad, 2/10). Kalau dua > > orang turis saja mendapat informasi soal akan adanya > > bom, bagaimana dengan aparat intelejen kita? > > > > Polisi memang memperoleh video rekaman dari seorang > > turis asing yang berhasil mengambil gambar suasana > > sebelum ledakan. Dalam rekaman tersebut, seorang yang > > menggunakan kaos hitam dan memakai tas ransel diduga > > sebagai pelaku bom bunuh diri.Tak jelas, kenapa turis > > yang merekam gambar tersebut seperti mendapat momen > > yang pas untuk mengambil gambar. "Video itu bukan > > rekayasa," kata Kapolda I Made Mangku Pastika. > > > > Selalu ada peringatan dari negara asing sebelum ada > > bom. Pada bulan Maret 2005 kedubes AS memberikan > > travel warning akan adanya serangan terorisme di WTC > > Mangga dua, Jakarta pada tanggal 11-14 Maret. > > Sebelumnya, pada tanggal 15 Desember 2005 Menlu > > Australia mengeluarkan travel warning kepada warganya > > untuk menghindari tempat-tempat publik di Jakarta. > > Travel warning itu bahkan menunjuk langsung warga > > Australia untuk menghindari Hotel Hilton, Jakarta. > > Meski tak terbukti ada bom, kelakuan kedua negara > > tersebut membuat panik warga Jakarta. > > > > Bom selalu menyisakan tudingan yang tidak jelas. > > Setelah tak bukti ada teror di bulan September, > > teroris menunaikan janjinya bulan ini. Lagi-lagi, > > polisi hanya bisa menuduh. Dr azhari dan Noordin M > > Top, Jamaah Islamiyah dan al-Qaidah, sampai hari ini > > masih menjadi teka-teki. Entah kapan bisa terungkap. > > Wallahu a'lam > > > > Artawijaya > > > > > > > > __________________________________ > > Start your day with Yahoo! - Make it your home page! > > http://www.yahoo.com/r/hs > > > > > > > > ********************************************************************* ****** > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg > > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi- india.org > > ********************************************************************* ****** > > _____________________________________________________________________ _____ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today! http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

