Astaghfirullah.. ya Rabb, apa yang telah mereka katakan. Sungguh saya teringat sewaktu SMU begitu giatnya menghafalkan dan lantangnya mengatakan Pancasila sumber dari segala sumber hukum. Nilai 8 bulat pun digenggaman.
Kini, saya sadari lha terus Al Quran, kalam-Mu yang agung dikemanakan. Al Quran itu wahyu Allah, Tuhan semua manusia yang lemah dan terbatas. Mengatur kehidupan yang muslim dan non muslim juga. Selama 13 abad Islam telah menjembatani keharmonisan perbedaan pemeluk agama. Jika Islam harus bertindak tegas (jihad)itu semata-mata orang yang tiada suka dakwah Islam memulai dahulu merintangi dengan kekerasan. Bacalah buku Sayyid Sabiq Fiqh Sunah jilid 1- 14, betapa Islam mengatur dari A hingga Z itu ada. Tahukah raja Roderik di Spanyol hanya dalam waktu 8 tahun dia membunuh 8 juta umat Islam, menghancurkan luluh lantakkan peradaban yang harmonis, menggantikan masjid dengan museum dan gudang serta gereja. Siapakah pemecah belah itu? Umat muslim merindukan surga. Surga milik siapa? jika aturan Pemilik surga dinomorsekiankan. Umat ISlam tiada yakin dengan Islamnya sendiri, bagaimana Islam menjadi rahmatan lil'alamin. Itu mustahil sekali. Merindukan kesejahteraan dan kebahagian, sedangkan cara-cara (aturan) mencapai kebahagian dari sang Pemilik Kebahagian itu dicampakkan. (Btw, yakin ngak klo kita mengamalkan Pancasila ada jaminan bisa masuk surga). Yakin nggak... (yang non muslim juga yakin nggak). Dalami-lah Islam sekarang, saudaraku sekarang juga, Anda akan tahu. Tak ada satu pun aturan yang bisa menyaingi kepunyaan Allah. Dulu kubelajar pancasila sakti, kalau sakti kenapa sekarang menderita juga? Bukankah Pancasila sudah diterapkan? Menurut saya, semua kekacauan ini karena syariat Islam nggak diterapkan. Mau coba, sekali aja izinkan Syariat Islam berlaku di muka bumi. Silakan nanti dibandingkan. Sayangnya tidak, ketika sedikit harapan Islam mau bangkit berbagai konspirasi, tekanan, tudingan, pemboikotan itu dilakukan. Dunia ini akan berputar, waktu akan berlalu. Tunggulah saatnya itu tiba..... Semua halangan, rintangan, cabaran itu malah makin menggiatkan prosesnya..... Semua itu tergantung dari keyakinan kita...... ya Allah telah kusampaikan yang berkecamuk di jiwa.... --- Sandy Dwiyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Mungkin analisa saya sedikit lain. Saya punya > perkiraan, justru Indonesia ingin dipecah-belah > lewat > syariat Islam. Sebab pengalaman dulu waktu kita baru > merdeka, Indonesia Timur menolak bergabung bila > Indonesia jadi negara Islam. Jelas, dengan > dijadikannya Indonesia menjadi negara Islam, atau > setidak-tidaknya terlalu banyak mengadopsi > hukum-hukum > Islam, akan makin banyak daerah-daerah yang > mayoritas > non-Islam, menjadi tidak nyaman dengan kondisi > Terlalu > Syariat Islam. Saya punya perhitungan, bukan hanya > CIA > yang bermain dalam skenario pecah-belah Indonesia, > tetapi juga beberapa kalangan asing Islam dengan > Syariat Islamnya sebagai alat pemecah belah > Indonesia. > Umat Islam sebaiknya jangan terbuai dengan mantra > "Islam", karena banyak juga kalangan asing Islam, > yang > menginginkan kehancuran Indonesia. Semua bisa > menebak > siapa yang saya maksudkan. > > > --- Robertus Budiarto <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > Aku kok juga pernah dengar apa yg dikhawatirkan > > Sandy. Katanya CIA juga udah masuk ke beberapa > > kelompok Islam militan sejak cukup lama. Namun > > sekarang ini ada semacam perubahan strategi untuk > > Indonesia, yaitu menguatnya opsi memecah Indonesia > > menjadi beberapa negara kecil. Hal ini terutama > > disebabkan karena Indonesia sudah menjadi semacam > > the sick man of Asia.. dari dulu gak beres-beres. > > > > > Konon ada faksi tertentu di Amerika yang melihat > > bahwa Indonesia terlalu besar dan experimen mereka > > dengan Suharto ternyata tidak menjadikan Indonesia > > maju spt Taiwan ataupun Korea Selatan, namun > karena > > waktu itu kondisi masih cukup menguntungkan mereka > > memantau saja. Namun keadaan sekarang telah > berubah. > > > > > > Karena nggak pulih-pulih dari krisis, Indonesia > > dikhawatirkan akan menjadi ladang yang makin subur > > bagi kaum militan Islam. Daripada kedahuluan > > dijadikan kekalifahan maka mereka lebih baik > > mendahului langkah ini. Lebih baik memecah > Indonesia > > daripada Indonesia jatuh seluruhnya ke tangan > Islam > > militan. Langkah-langkah persiapan penerapan > Syariat > > Islam di Aceh, Sumatra Barat, Makasar dll dilihat > > mereka sebagai upaya penelikungan kelompok > > kekalifahan Islam lewat konstitusi/UUD (yg ini > gagal > > di Amandemen UUD 45 tahun 2000), lewat UU dan > terus > > lewat Perda-Perda. Yang terakhir ini konon sudah > > cukup banyak, terdorong dengan adanya otonomi > > daerah. Jadi menurut mereka Indonesia mulai > > mengalami SEPARATISME SISTEM HUKUMnya. Karena > > kelompok Islam Militan selalu gagal memperjuangkan > > Konstitusi/UUD Islam, mereka akan mengepungnya > dari > > bawah, melalui (makin banyaknya) Perda-Perda > Syariat > > Islam. > > > > Melihat perkembangan ini kelompok tertentu di CIA, > > Pemerintahan maupun Senat Amerika merasa Indonesia > > dalam keadaan kritis dan jika perlu pada saatnya > > akan dipecah belah. > > > > Saya berharap bahwa analisa yg saya dengar ini > > salah. > > > > Sebenarnya Pancasila adalah sesuatu yg kreasi > > original bangsa Indonesia yang cukup hebat dan > dapat > > menyatukan semua golongan. Komitmen pada Pancasila > > seharusnya mampu mengurangi egoisme agama, maupun > > etnik. > > > > Pancasila adalah sebuah landasan filosofis yang > > terdiri dari 5 sila yang saling mendukung. > > Jadi yg dimaksud sila KETUHANAN (bukan > Tuhan/Allah) > > itu artinya KETUHANAN yang BERBUDAYA, > > BERKEMANUSIAAN, ADIL. Jadi bukan cuman > berketuhanan > > tok berhenti di situ. Ini pernah ditegaskan juga > > oleh Bung Hatta. Jadi yang dimaksud itu bukan > > sila-sila yg terpisah-pisah tapi yang saling > > mendukung. Jadi maunya founding fathers kita itu > > supaya bangsa Indonesia ini berKETUHANAN yang > tidak > > fanatik dan dungu tapi cerdas progresif humanis. > > > > Namun sayang sekarang malah lebih banyak > orang-orang > > Indonesia yang > > BERAGAMA tapi korup (kita lihat para pejabat > maupun > > para pemimpin agama) > > BERAGAMA tapi hobi menggunakan kekerasan (kita > lihat > > FPI dkk) > > BERAGAMA tapi dungu (kita lihat tontonan > televisinya > > dll) > > BERAGAMA tapi kolot cupet (kita lihat MUI dkk) > > > > Saya tidak tahu mengapa Sang Khalik membiarkan > > begitu banyak penderitaan terjadi pada bangsa ini, > > tiap pagi baca koran lebih banyak berita mengenai > > penderitaan dan pembodohan. Mengapa????? > > Apakah karena kita hanya BERAGAMA > > tapi.....!!!!!!!!!!!! Namun tidak berkemanusiaan, > > tidak berbudaya??? > > > > Yang Maha Pengasih bantulah kami.... !!! > > > > Bobby Budiarto > > > > > > > > > > > > > > RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > Negara asing mana mas, yang mewakili garis keras > > Islam? Saudi? Yemen? > > malaysia? apa tujuannya? menjadikan Thailand > > selatan, Malaysia, > > Indonesia dan Philippina satu negara? mau > > menghapuskan azas sekular? > > > > Lalu reaksi bangsa kita bagaimana. Kita harus > > berbuat apa menurut mas > > Sandy? > > > > Bagaimana menguatkan semangat kebangsaan menurut > mas > > Sandy? > > > > Adakah pengaruh gerakan DI/TII menurut mas Sandy? > > > > Mohon peencerahan mas. > > > > Salam > > > > danardono > > > > > > > > --- In [email protected], Sandy Dwiyono > > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > Sekarang ini, kaum garis keras banyak masuk ke > > > gedung-gedung perkantoran. Dimana-mana di gedung > > > perkantoraan, isi khotbahnya berisi > > > pemikiran-pemikiran kaum garis keras, yang > > cenderung > > > memprovokasi umat untuk memusuhi umat lain. > > Sedangkan > > > majalah-majalah garis keras berusaha melakukan > > > militan-nisasi, terutama kepada generasi muda. > > Karena > > > diperhitungkan anak mudalah yang relatif belum > > > berpengalaman, sehingga mudah diracuni ide-ide > > > militan. Dan tidak mustahil, sebagian > > gerakan-gerakan > > > militan sesungguhnya merupakan suatu gerakan > > operasi > > > intelijen asing untuk merusak negara kita. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > *************************************************************************** > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat > > Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in > > Commonality & Shared Destiny. > > http://www.ppi-india.org > > > *************************************************************************** > > > === message truncated === "Hendaknya kita mengukur ilmu bukan dari tumpukan buku yang kita habiskan. Bukan dari tumpukan naskah yang kita hasilkan. Bukan juga dari penatnya mulut dalam diskusi tak putus yang kita jalani. Tapi...dari amal yang keluar dari setiap desah nafas kita".(Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah) __________________________________ Start your day with Yahoo! - Make it your home page! http://www.yahoo.com/r/hs ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today! http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

