** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org ** ** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ** ** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com ** http://www.kompas.com/kompas-cetak/0510/15/utama/2127910.htm
Rakyat dan Penguasa Budiarto Shambazy Jangan berharap banyak kepada perombakan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) 2004 yang masa kerjanya selesai hari Kamis (20/10) pekan depan. Pertama, KIB versi 2005 tidak secara otomatis akan membatalkan kenaikan harga BBM yang diputuskan 1 Oktober lalu. Sebagai peristiwa bersejarah, kenaikan harga BBM itu layak disebut dengan "Kejutan 1 Oktober". Kalau jantung Anda tidak kuat, jangan coba-coba melawan Kejutan 1 Oktober. Jangankan rakyat, tokoh-tokoh yang jadi bintang "iklan layanan pemerintah" saja mengaku terkejut. Orang-orang seperti pengamat perminyakan Kurtubi atau penceramah Aa Gym tak menyangka kenaikan minyak tanah mencapai 183 persen. Harga-harga barang dan jasa juga terkejut dan segera melambung tinggi. Salah satu akibatnya, seperti diberitakan Tempo Interaktif, pasien gangguan jiwa di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sardjito dan Rumah Sakit Grhasia, Provinsi DI Yogyakarta, meningkat tajam. "Sebelum Oktober, rata-rata pasien yang memeriksakan ke poli jiwa 6-10 orang. Tetapi, sejak awal Oktober, pasien di poli jiwa naik luar biasa hingga mencapai 100 persen. Sekarang pasien rata-rata 15 hingga 20 per hari. Penyebab utamanya adalah faktor ekonomi," kata Kepala Senat Fungsional Medik (SMF) Bagian Jiwa RSUP Sardjito, Prof Soewadi, Jumat (14/10). Kasihan rakyat, jantungnya kalah kuat dibandingkan jantung para pejabat. Wakil Presiden Jusuf Kalla kemarin mengatakan bahwa kelangkaan elpiji merupakan pertanda bagus karena rakyat "naik kelas" meninggalkan minyak tanah untuk mengonsumsi elpiji. Ini kebalikan dari pernyataan "turun kelas" ala Menko Perekonomian Aburizal Bakrie. "Kalau tak mampu beli elpiji, ya pakai minyak tanah saja," kata dia setelah harga BBM naik pertama kali akhir Maret lalu. Jawaban rakyat, "Kalau tak mampu menjadi wakil presiden atau menteri koordinator, saya mah lebih baik mundur saja". Jangan-jangan itu pertanda bagus untuk republik tercinta ini. Kedua, rakyat tak peduli dengan perombakan KIB. Sebagian besar rakyat harus bekerja mati- matian karena kita bukan pedagang valas dan tidak punya rekening yang jumlahnya besar seperti perwira-perwira Polri. Kita juga bukan pengusaha yang memenangi tender proyek- proyek rekonstruksi dan rehabilitasi di Aceh. Lebih dari itu kita enggak bisa nyambat alias mengadukan nasib kepada para perwira TNI di Cilangkap atau para purnawirawan Pepabri. Sekitar pekan depan masyarakat akan lebih disibukkan dengan berbagai hal yang berhubungan dengan persiapan Idul Fitri, misalnya, mudik atau berbelanja pakaian muslim. Lebih baik memikirkan bagaimana caranya merombak ekonomi rumah tangga supaya lebih efisien pada tahun 2005 daripada berspekulasi mengenai KIB versi 2005. "Yang diperlukan bukan reshuffle, tetapi pembubaran kabinet," ujar seorang pembaca rubrik ini. Ia bingung menghadapi kenyataan pahit bahwa dari 200 juta lebih penduduk Indonesia, tidak ada 36 orang yang mampu menjadi menteri. Ketiga, perombakan KIB sebenarnya merupakan sebuah antiklimaks. Seperti sebuah pertandingan sepak bola, KIB 2004 merupakan kesebelasan yang tak bisa diandalkan lagi karena gawangnya kebobolan melulu. Tak ada lagi penonton yang tertarik menyaksikan penampilan kesebelasan KIB 2004. Pelatihnya Anda tahu sendiri, wakil pelatihnya selalu ingin tampil dengan strategi sendiri, semua pemain mau menjadi pahlawan sendiri, makanya tim KIB 2004 lebih sering membobol gawangnya sendiri alias melakukan bunuh diri. Tidak semua pemain harus digantikan. Banyak pakar maupun anggota DPR yang mengatakan bahwa sebagian pemain layak dipertahankan. Bayangkan, laporan keuangan pembangunan masjid masih jauh lebih rapi daripada laporan keuangan pembangunan Aceh pascabencana tsunami. Anda juga bisa membayangkan bagaimana bisa konglomerat yang biasa hidup di sangkar emas dari pinjaman bank harus berkeringat menendang-nendang bola di lapangan hijau? Sang pejabat yang setingkat dengan menteri ribut melulu ingin memberantas judi. Ia lupa bahwa memberantas terorisme jauh, jauh lebih penting untuk menghindari apa yang terjadi lagi di Pulau Bali. Seorang pejabat setingkat menteri lainnya tak urung diganti-ganti. Apa gerangan yang terjadi sih? Oh ya, juga pernah jadi berita besar tentang menteri yang terlelap tidur siang sampai lupa ada sebuah acara penting. Ada juga menteri yang tak tahu mesti mengerjakan apa. Kasihan menyaksikan menteri yang tak pernah berhenti berurusan dengan penyakit. Hati- hati, jangan sampai Anda sendiri yang nanti malah terjangkit penyakit baru bernama flu itik. Instansi seorang menteri masih dalam proses pemeriksaan oleh KPK maupun oleh BPK karena diduga penuh dengan korupsi. Memang sampai sekarang ini banyak orang yang terus menagih janji dari dia yang pernah mengatakan, "Saya akan segera membersihkan halaman rumah saya sendiri." Keberagaman gaya arisan menjadi ciri utama KIB 2004 ini. Inilah kabinet yang menteri-menterinya terdiri dari wakil partai-partai politik, pengusaha, akademisi, sampai mantan perwira-perwira tinggi TNI. Prinsip terpenting, setiap menteri merupakan pembantu kepala negara. Apa yang dirancang dan yang dieksekusi setiap menteri, itu semata-mata instruksi dari Istana Merdeka. Seperti halnya PRT (pembantu rumah tangga), kalau tidak becus menyapu atau mengepel, sang majikan tak perlu takut memecat siapa saja. Mumpung PRT mau mudik Lebaran, Anda pakailah peluang ini untuk memperbaiki Indonesia. Pepatah Jawa mengatakan, "kawula iku ana tanpa wates, déné ratu kuwi anané nung winates. Kira-kira artinya "masa jabatan penguasa selalu terbatas, sedangkan rakyat tetap kekal dan tidak pernah ada batas". [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today! http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ ** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Website resmi http://www.ppi-india.org ** ** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

