** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org **
** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
http://www.suaramerdeka.com/harian/0510/15/nas07.htm
Amrozi Cs Menanti Eksekusi (1)
Mereka Menangis, Tak Boleh Shalat di Masjid
ANGKUT AMROZI: Kapal penyeberangan Primas inilah yang digunakan untuk
mengangkut Amrozi cs ke LP Batu Pulau Nusakambangan, Cilacap. (57) - SM/Agus
Sukaryanto
Bagaimana keadaan terpidana mati kasus bom Bali I, Amrozi cs, selama berada di
tempat mereka yang baru, LP Batu Pulau Nusakambangan? Banyak cerita menarik
dari ketiga terpidana tersebut selama menanti pelaksanaan eksekusi hukuman
mati, jika kelak grasi mereka ditolak presiden, meskipun sampai sekarang mereka
belum mengajukan pengampunan tersebut. Berikut laporan Suara Merdeka tentang
hari-hari Amrozi di kamar sel yang dijaga superketat itu.
TIGA terpidana mati kasus bom Bali I yang dipindahkan dari LP Kerobokan Bali ke
LP Batu Pulau Nusakambangan, Amrozi, Imam Samudera dan Ali Ghufron, kemarin,
tidak bisa melaksanakan shalat jumat di Masjid At-Taubah LP Batu.
Sementara itu narapidana lain banyak yang melaksanakan shalat di masjid
tersebut. Mereka melaksanakan shalat bersama-sama petugas LP setempat.
Pihak LP Batu tidak mengizinkan Amrozi cs keluar dari sel khusus dengan
pertimbangan faktor keselamatan. Sebab, para narapidana yang ada di LP itu
mengancam akan menghabisi Amrozi cs.
"Kami tidak tahu apakah Amrozi, Imam Samudera, dan Ali Ghufron di dalam sel
khusus melaksanakan shalat jumat atau tidak karena kami tidak melihatnya secara
langsung. Yang jelas, kami tidak mengizinkan dia keluar dari sel khusus yang
sekarang mereka tempati," kata Kepala LP Batu Sudijanto.
Ketika petugas LP Batu memberi tahu bahwa Amrozi cs tidak diperbolehkan keluar
dari sel khusus meski dengan alasan untuk melaksanakan shalat jumat, tampaknya
mereka cukup sedih. Mendengar pemberitahuan itu, mereka hanya menundukkan
kepala dan menangis. Namun akhirnya Amrozi cs dapat memahami alasan petugas.
Mereka tampaknya sudah menyadari bahwa kedatangan mereka ke LP Batu tidak
diterima narapidana lain.
Mereka bertiga juga sudah mendengarkan sendiri bagaimana teriakan dan ancaman
para narapidana di LP itu ketika melihat kedatangannya.
Menurut Sudijanto, ketika dibawa masuk ke dalam LP Batu, para narapidana yang
melihat kedatangan Amrozi cs berteriak-teriak dari balik terali besi. Mereka
berteriak-teriak, "Bunuh Amrozi, bunuh Amrozi". Padahal saat itu Amrozi cs
dalam pengawalan ketat pasukan Brimob dan polisi.
"Dalam pengawalan Brimob saja para narapidana yang lain berani berteriak-teriak
seperti itu. Mengancam mau membunuh Amrozi. Lalu bagaimana kalau seandainya
Amrozi dan teman-temannya keluar dari sel khusus. Wah, bisa ribut nanti,"
katanya.
Untuk itu, lanjut Sudijanto, pihaknya tidak ingin mengambil risiko. Apa pun
alasannya, Amrozi cs tidak akan diizinkan keluar dari sel khusus. Sel khusus
tersebut selalu dalam penjagaan superketat.
Amrozi cs hanya diizinkan keluar dari kamar sel yang ditempati. Itu pun
waktunya dibatasi, hanya sekitar satu jam. Meski keluar dari kamar sel, mereka
tetap dibatasi tembok tinggi yang mengelilingi sel khusus yang mereka tempati.
Di tiap sudut pagar tembok tersebut terdapat menara pengawas yang selalu dijaga
petugas selama 24 jam penuh.
Untuk membantu pengamanan di lingkungan LP Batu, Polri sampai sekarang masih
menempatkan pasukan Brimob di LP tersebut. Keberadaan pasukan itu untuk
mem-back-up kekuatan petugas keamanan LP Batu.
"Sekali lagi, sesuai dengan peraturan yang ada, kami tidak akan mengizinkan
Amrozi dan kawan-kawan keluar dari sel khusus. Yang menjadi pertimbangan kami
adalah faktor keamanan dan keselamatan mereka sendiri dan orang lain," katanya.
Menurut Sudijanto, Amrozi cs sekarang sudah digunduli. Kepala mereka sekarang
sudah pelontos. Sebab, rambut kepala dan jenggot mereka sudah dicukur sampai
bersih.
Semula Amrozi cs merasa keberatan ketika rambut dan jenggotnya akan dicukur
oleh petugas. Namun karena menurut peraturan setiap narapidana yang masuk LP
harus dicukup pelontos, Amrozi cs pun tetap dicukur. Begitu pula Imam Samudera
dan Ali Ghufron. Penampilan mereka bertiga sekarang sudah beda, rambut kepala
ataupun jenggot mereka sudah dicukur sampai bersih.
"Sampai sekarang, Amrozi dan kawan-kawan tetap sehat. Tidak ada yang mengeluh
sakit. Jadi, keadaan mereka bertiga tetap baik-baik saja," kata Sudijanto.
(Agus Sukaryanto-14n)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.org **
** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **