http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/10/18/n5.htm



Petugas BPS nyaris Dihajar Massa
* Antre Bantuan, Tewas 
Banyuwangi (Bali Post) -
Salah satu petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banyuwangi, Beni 
Kushariawan, Senin (17/10) kemarin, nyaris menjadi korban amuk massa. 
Gara-garanya, massa marah kepada dia, karena terlalu berbelit-belit ketika 
memberikan penjelasan kepada warga miskin yang tidak mendapat bantuan langsung 
tuni (BLT).

Ceritanya, pagi kemarin sekitar 400 warga miskin yang tinggal di kawasan hutan 
milik KPH Banyuwangi Barat melakukan aksi protes ke kantor Kelurahan 
Gombengsari Kecamatan Kalipuro. Ratusan buruh perhutani ini menyerbu kantor 
kelurahan dengan berjalan kaki sejauh empat kilometer dari tempat tinggal 
mereka. 

Sepanjang perjalanan, mereka berteriak menghujat Lurah Gombengsari, Buang 
Nurhariri. Ia dituding tidak adil dalam membagikan subsidi untuk keluarga 
miskin (gakin) di daerahnya.

Massa tiba di kantor kelurahan sekitar pukul 09.00 WIB. Massa tampak 
benar-benar marah. Dengan nada kesal, mereka berteriak-teriak di aula kantor. 
Beberapa di antaranya ada yang menggebrak meja sambil meminta kepala kelurahan 
muncul dari kantornya. 

Melihat situasi memanas, Lurah Buang Nurhariri bergegas muncul dari ruangannya. 
Setelah massa sedikit tenang, dia langsung menjelaskan bahwa pihaknya tidak 
tahu-menahu mengenai mekanisme pendataan gakin di wilayahnya. Pasalnya, pada 
saat pendataan dirinya tidak pernah dilibatkan. ''Kami baru diajak rapat 
setelah semuanya selesai. Ini semua kerja dari BPS,'' kilahnya.

Akhirnya, massa memaksa petugas BPS bisa dihadirkan hari itu juga. Jika tidak, 
mereka mengancam akan tetap menduduki kantor kelurahan. Beberapa jam kemudian, 
salah satu petugas BPS Kabupaten Banyuwangi, Beni Kushariawan tiba. Kedatangan 
Beni disambut dengan hujatan warga. 

Kepada Beni, warga mendesak semua gakin yang belum terdaftar bisa segera 
mendapat kartu supaya bisa mencairkan bantuan. Keluarga mampu yang telanjur 
mendapat jatah, warga meminta dana tersebut dicabut dan diberikan kepada gakin 
yang layak. 

Menanggapi permintaan itu, Beni terlalu lambat menanggapinya. Justru, terkesan 
berbelit-belit dalam memberikan penjelasan. Tak pelak, ratusan warga langsung 
naik darah. Dengan cepat mereka maju dan berusaha menghakimi Beni. Beruntung, 
pada saat warga mulai bersitegang, Kapolsek Kalipuro Iptu Ali Ashari bersama 
beberapa anggotanya tiba di lokasi. 

Beni kemudian diamankan ke dalam ruangan kantor bersama beberapa petugas 
kelurahan. Massa mulai tenang ketika beberapa perwakilan warga diajak berdialog 
dengan petugas BPS dan Kepala Kelurahan. Dalam pertemuan itu, mereka sepakat 
akan mendata ulang gakin dengan melibatkan Ketua RT dan mencabut dana bantuan 
yang salah sasaran. 

Satu Tewas

Di tempat terpisah, proses pencairan BLT kembali memakan korban. Salah satu 
nenek, Kasipah (80), tewas ketika antre di kantor Desa Karangsari, Kecamatan 
Sempu, kemarin siang. Warga Dusun Karanganyar, Sempu ini meninggal dalam 
perjalanan ke puskesmas setelah ambruk saat berdesak-desakan bersama ratusan 
warga. 

Menurut Kepala Dusun Karangsari, Siswono, sebelum meninggal korban sempat 
pingsan beberapa lama di tengah kerumunan warga. Sampai akhirnya, dia 
dievakuasi ke puskesmas dan meninggal dalam perjalanan. Kuat dugaan, korban 
tewas karena kehabisan tenaga saat berdesak-desakan. Kematian Kasipah menambah 
satu lagi daftar korban yang tewas pada saat pencairan dana di Banyuwangi. (udi)



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help Sudanese refugees rebuild their lives through GlobalGiving.
http://us.click.yahoo.com/V8WM1C/EbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke