Assalamu'alaikum wr wb,

--- Munawar Riyadi <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> 
> mas Nizami, sebagai muslim, kita dituntut untuk
> tabayyun (49:6) dan adil
> (5:8). Bukan dalam rangka membela pemerintah, atau
> 'membela posisi
> partai', namun mbok ya dalam berhujjah, menggunakan
> data yang
> relevan dan adil.

Insya Allah data saya relevan mas Munawar. Coba anda
lihat di TV, berapa banyak rakyat mati karena antri
BBM. Belum lagi di Tempo diberitakan jumlah pasien
penyakit jiwa meningkat 100% karena kenaikan harga
BBM.

Hendaknya kita membela yang benar. Bukan yang zhalim.

> Komentar saya ada di bawah.
> 
>       -moenz-
> Je ne veux que la reforme, autant que je le puis.
> 
> On Fri, 14 Oct 2005, A Nizami wrote:
> 
> > Wa'alaikum salam wr wb,
> > Saran saya:
> > 1. Ketika kemarin harusnya PKS menolak kenaikan
> harga
> > BBM. Terus terang subsidi BBM trilyunan rupiah
> > sebetulnya tidak ada. Pemerintah untung dari migas
> > (www.nizami.org)
> >
> ini kayanya ngikut omongannya Revrisond basir di
> koran ya?
> Memang dari Migas RI untung, tapi bukan MINYAK yang
> bikin untung. Ekspor
> GAS yang bikin total migas surplus, sementara
> minyak, kita tahu sendiri,
> kita net importir. Padahal, ekspor gas itu sendiri
> 'membunuh' 2 pabrik
> pupuk di Aceh: AAF (asean fertilizer) dan PIM
> (iskandar muda).

Data di atas tidak benar. Dari data statistik BPS
terakhir(http://www.bps.go.id/sector/ftrade/export/table1.shtml)
terlihat bahwa ekspor minyak (crude dan refined) lebih
besar daripada gas:
Minyak: US$ 7,174 juta dan gas US$ 6,476 juta. 
Saya pernah baca di Kompas bahwa ternyata harga ekspor
gas Indonesia ke Korsel hanya sekitar Rp 3 ribu/kg.
Kalau dikonversikan ke tabung gas yang 12 kg, harganya
hanya Rp 36 ribu. Sementara rakyat Indonesia harus
beli dengan harga Rp 58 ribu sekarang.
Itu artinya Indonesia mensubsidi Korsel, sementara ke
rakyat sendiri dijual mahal.

Nabi berkata bahwa padang, air, dan api (minyak dan
gas milik bersama). Seharusnya minyak dan gas
digunakan untuk kemakmuran rakyat karena milik
bersama. Bukan sebaliknya.

> Kenyataannya, minyak RI itu memang harus impor,
> bahkan menurut kurtubi,
> sekitar 700 ribu barel per hari (dari kebutuhan 1,3
> juta barel).

Ini Kurtubi dapat angka darimana 700 ribu barrel per
hari? Apa kalau Kurtubi bilang impor minyak Indonesia
2 juta barrel perhari anda ikut percaya? (Al Qur'an
melarang ikut2an tanpa tahu ilmunya)
Dari Sinar Harapan
(http://www.sinarharapan.co.id/berita/0502/24/sh01.html),
pada tahun 2004, ekspor Indonesia 234 juta barrel, dan
impor 278 juta barrel. 

Dalam APBN sendiri disebut kebutuhan BBM di Indonesia
sekitar 60 juta kilo liter/tahun = 1,033 juta
barrel/hari (1 barrel=159 liter)
Produksi minyak Indonesia hampir 1 juta barrel per
hari (apalagi kalau Cepu sudah beroperasi).
Nah jika impor sampai 0,7 juta barrel per hari, jumlah
minyak di Indonesia jadi 1,7 juta bph. Untuk apa?

Dari data di atas, jika biaya produksi US$ 10/barrel,
harga jual domestik US$ 38/barrel (Rp 2.400/liter),
dan harga beli internasional US$ 70/barrel (+US$
10/barrel untuk biaya pengolahan), Impor 0,3 juta bph
dan produksi domestik 0,9 juta bph maka Indonesia
tetap untung:

               Biaya ($/barrel) Jual ($/barrel)  barrel/hari 
 Jumlah/hari     Jumlah/tahun 
 Impor                   70      38              300,000        
(9,600,000)      (3,504,000,000)
 Produksi Domestik       10      38              900,000        
25,200,000       9,198,000,000 
                                          Total                                 
5,694,000,000 
Indonesia masih untung Rp 56 trilyun/tahun dari
minyak! Jadi tidak rugi/subsidi.

Sekitar 2-3 tahun lalu saya pernah ikut diskusi
Globalisasi di tempat Fadli Zhon bersama Kurtubi dan
Revrisond Baswir.
Kesimpulannya Globalisasi melalui tahap2nya seperti
liberalisasi, pencabutan subsidi, privatisasi, dsb
adalah bentuk penjajahan gaya baru.
Semua peserta kelihatan setuju.

Ternyata baru2 ini di TV, Kurtubi dengan bernafsu
meminta pemerintah menyerahkan Cepu ke Exxon Mobil.
Alasannya jika tidak baru tahun 2010 kita dapat
minyak.
Padahal jika dipikir, kalau kontrak Exxon tidak
diperpanjang, ya Indonesia langsung take over. Tidak
bisa Exxon menghalang2i tanpa berproduksi.

> Apakah untung dari GAS ini lantas HARUS untuk
> subsidi minyak ?  Kok bukan
> untuk subsidi yang lain, misyalnya kertas koran
> (agar harga
> koran/buku/majalah jadi murah dan masyarakat makin
> minat membaca) ? atau
> subsidi pendidikan dan kesehatan aja, yang
> jelas-jelas amanat konsitusi ?

Dari data di atas jelas tidak ada subsidi BBM.
Lihatlah penderitaan rakyat karena kenaikan harga BBM.
Memang kalau premium naik sampai 150%, rakyat miskin
tidak pengaruh, karena yang punya mobil orang2 kaya.
Rakyat baru menjerit kalau sembako naik. Ongkos
transport naik. Minyak tanah naik, dsb.

> BTW, keputusan pencabutan subsidi BBM adalah
> 'kesepakatan nasional' dengan
> UU Propenas th 2000, yang direncanakan th 2004 sudah
> nol subsidi.
> lantas, bila Kenaikan 30 % selama 4 kali (asumsi
> mengejar 120% itu) tiap 3
> bulan, menurut kebiasaan (ingat masa Megawati yang
> urung menaikkan
> harga BBM) total kenaikan harganya akan jauuuuh
> lebih besar dibandingkan
> kenaikan sekaligus di saat menjelang hari raya.

Bagus, naikan saja terus biar rakyat sengsara...:)

> please, jangan gara-gara benci sama pemerintah, yang
> sudah dikerjakan ga
> dilihat. Rasanya dana BOS itu bermanfaat menurunkan
> biaya sekolah lho,
> terutamanya di sekolah negeri (dan bila gurunya
> 'waras'). RS kelas tiga,
> pada prinsipnya sekarang ini memang gratis (walau
> administrasinya memang
> masih kacau dan birokratis banget).

Di mana sih ada sekolah gratis?
Di mana ada RS atau kelas III yang gratis?
Semua bayar. Lihat kasus Khaerunnisa yang mati karena
tiada uang untuk berobat. Lihat kasus anak sakit yang
ditolak oleh 6 RS.
Ini semua perlu kepekaan sosial untuk melihatnya.
> Kesalahan dan kekurangan memang harus dikritisi,
> tapi yang adil dong !
> Kecuali kalo memang terlalu banyak madhorotnya, ya
> sudah digulingkan
> sahaja. Tapi mosok sih ? :)

Di Kompas Minggu kemarin diberitakan bahwa SBY-Kalla
berjanji tidak akan menaikan harga BBM.
Nyatanya dalam 6 bulan saja mereka menaikan BBM hingga
150% lebih. 

SBY-Kalla juga menyatakan bahwa gaji guru akan
dinaikkan hingga rp 2 juta/bulan. Nyatanya sekarang
banyak yang honorer dan gajinya tidak segitu.
Sabda Nabi, ciri2 munafik ada 3: Jika berkata dia
dusta, jika berjanji dia ingkar, dan jika diberi
amanah dia khianat.

Nah silahkan nilai sendiri.
Di TV7 sebentar lagi akan dibahas janji2 SBY dan
realitanya.
Insya Allah kezhaliman akan runtuh meski
berselubungkan agama.

Ingin belajar Islam? Mari bergabung milis Media Dakwah
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]


        
                
__________________________________ 
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke