Dilihat dari sisi ideologi gerakan, tak ada dikotomi, karena ini 
masalah gender, dan gender ada di-mana mana.

Namun, mulai ada perbedaan nuansa gerakan, dimana nafas liberalisme 
yang tak terbatas mulai memasuki jiwa gerakan ini, dimana akhirnya, 
fokus diletakkan pada persamaan, tidak lagi pada pembagian tugas yang 
harmonis.

Ini timbul, karena sejarah penindasan kaum wanita di Barat, yang 
muncul pada masa industrialisme awal abad XIX. wanita dijadikan 
faktor ekonomi murah. Ini ditambah dengan perlakuan yang sangat 
diskriminatif pada kaum wanita. Jadi timbul reaksi: perrsamaan yang 
mutlak, patahkan rantai belenggu!

Jadi, masalahnya, sekedar, dimana kita meletakkan titik fokus.

Mbak, ketika saya bersama staff department saya menjamu tamu wanita 
dari bank lain disebuah business visit, keruang makan direksi, kami 
naik lift. Menurut adat kuno Barat, wanita harus didahulukan: naik 
dan keluar lift, bahkan duduk dikursi, wanita didahulukan, pria 
membanti menarik kursi, baru pria duduk, Melayani makanan, wanita 
harus didahulukan.

Kami berlakukan etiuette yang berasal dari istana Perancis dizaman 
kerajaan ini, karena ini lazim ditingkat direksi perusahaan perbankan.
Wanita tamu kami, yang adalah dari sebuah perusahaan perdagangan  
saham US sangat memuji, dan mengatakan, di US sudah tak ada adat ini.

Saya tanyakan: "mana yang anda prefer, diperlakukan sebagai sama 
gender, jadi juga boleh gantian, pria yang dahulu duduk, atau 
diperlakukan sebagai lady"? Dia katakan, diperlakukan sebagai lady 
lebih nyaman. Tetapi ini tak konsekuen, kata saya lagi. Dia tersenyum 
mengiakan.

Gerakan feminisme di Eropa, terutama ditahun 60an dipimpin oleh Alice 
Schwarzer tokoh feminist yang garang, berangkat dari falsafah, bahwa 
antara pria dan wanita tak ada beda samasekali. karena itu tak ada 
profesi atau kewajiban maupun hak yang boleh dibedakan.

Mereka memprotest iklan perusahaan mode "Palmers" (baju dalam 
wanita), yang mengexpose wanita indah dalam baju dalam. Mereka 
katakan, ini adalah penjajaan daging.

Tahukah anda, bahwa yang paling bereaksi keras adalah kaum wanita 
sendiri, yang mengatakan, apa yang mereka mau expose dari tubuh 
mereka, adalah soal mereka sendiri. Karena ini memang jatidiri 
wanita, memperlihatkan keelokan tubuh.

Penyamaan hak, adalah sebuah proses natural dalam sosio ekonomi, yang 
terbukti di Eropa dan dunia Barat. Manager wanita bermunculan. Dokter 
dokter, insinyur. Ini proses yang sepi tanpa gemuruh tambur 
perjuangan.

Gerakan feminisme sendiri di Eropa dalam kurun beberapa dasawarsa 
sudah berubah. Gaya yang keras dan ketus ditahun 60an menjadi gaya 
yang kooperatif. Justeru karena persamaan gender di Eropa sudah 
sangat laju, tak banyak lagi yang Mentri LN Austria adalah wanita. 
Juga Komisaris urusan  hubungan international Uni Eropa, yang berasal 
dari Austria, juga wanita. Dubes AS di Austria dan banyak negara 
Eropa adalah wanita.

Perdebatan sengit terjadi, ketika didiskusikan publik, izin menjadi 
perajurit wanita. Pihak feminist mengatakan, tak ada beda apapun 
antara wanita dan pria. jadi wanita juga dapat ditempatkan dalam 
kesatuan tempur (combatant). Well, ini benar, karena juga pilot 
wanita mengemudikan pesawat pembom di Irak.

Menurut saya, Barat dan timur dalam hal ini bukan dikotomi untuk 
mencapai kesetaraan. yang harus diperhatikan, adalah lingkar budaya, 
yang tetap membedakan wanita sedunia (juga pria).
Berperilaku ke Baratan bagi wanita, hanya dengan berdalih "kita kan 
sama", tak terlalu menjunjung harkat wanita itu sendiri. Bagi kita 
manusia Timur. 

Teman teman asal Timur yang Muslim dikantor sangat dihargai karena 
sikap mereka yang santun. Dan penuh respect terhadap lingkungan. Pria 
bule katakan "Sie sind sehr feminin", "mereka sangat feminine".

Salam

danardono

















--- In [email protected], tylla subiyantoro 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Pak RM Danardono yang budiman..:)
>  
> Sampai sekarang saya masih blur sama dikotomi feminisme barat-
Timur..soalnya yang saya pelajari sampai detik ini, keduanya 
ya..sejarahnya mah saling berkaitan deh kayaknya..
> T
> erus, satu lagi, bisa nggak saya minta tolong,   kasih saya 
referensi yang menginformasikan bahwa kaum 'Feminis barat' punya 
asumsi bahwa laki laki dan perempuan itu sama dan sebangun..
>  
> Karena dari yang saya pelajari, justru para Feminis menuntut 
kesetaraan dengan memperjuangkan perbedaan, sehingga treatment laki 
laki dan perempuan, cara memandang laki laki perempuan nggak bisa 
diseragamkan..
> Untuk lebih jelasnya, mungkin ada baiknya Bapak buka LInk ini :
>  
> http://womensissues.about.com/od/feminism/
>  
> Cheers..:)
> Tylla
> 
> 
>  
> :
> Repotnya, kaum feminist Barat, berangkat dari assumsi, lelaki dan 
> wanita adalah sama dan sebangun, dalam segala hal.
> 
> Yang mereka perjuangkan adalah primer persamaan. Masalah struktur 
> kemasyarakatan yang dideterminasi oleh perbedaan (seperti yang 
> ditulis dibuku), dan juga termaktub dalam tiap akidah agama, tak 
> terlalu difokuskan.
> 
> Akhirnya timbul struktur yang tidak alami. Keras. Individualistis.
> 
> By the way, saa sering kali melihat remaja Muslimah, anak kenalan 
> saya, yang halus, sopan dan sangat hormat. Pada tetamu, dan ortu. 
> mengenal respekt adalah kekuatan moral mereka. Saya jadi teringat 
> remaja di Barat, tidak saja remaja bule, tetapi juga yang lain, 
Asia, 
> Arab, Afrika, African American. Mereka besar di masyarakat Barat.
> 
> Mereka sangat PD, seringkali masabodoh dan cuek (pokoke aku..), 
> seringkali individualistis. Dan hormat pada ortu? atau orang yang 
> lebih tua (di bus atau tempat umum)? oh come on.. reespect? apa itu?
> 
> Gerakan feminismus yang membumi, di Tanah Air, akan mengkoreksi 
> ketidakadilan sosial dari aspek gender, tapi tak menghapuskan rambu 
> rambu yang diletakkan oleh agama dan budaya leluhur. Jangan kita 
tiru 
> gerakan ini 100% dari Barat (dimana Kristiani tak automatically 
sama 
> dengan Barat).
> 
> salam
> 
> danardono
> 
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> 
> wrote:
> >
> > Ada suatu kutipan dari John Gray, seorang pakar Amerika 
kontemporer 
> > dalam bukunya "Men are from Mars, Women are from Venus":,"Lelaki 
> > cenderung masuk ke 'gua'nya, yakni menyendiri bila mengalami 
> stress, 
> > sementara perempuan semakin bingung dan terlibat secara 
emosional. 
> > Dalam situasi demikian, kebutuhan lelaki akan rasa nyaman berbeda 
> > dengan kebutuhan perempuan. Lelaki merasa lebih baik dengan 
> > menyendiri utk memecahkan persoalan, sedang perempuan merasa 
lebih 
> > nyaman berkumpul bersama dan secara terbuka membicarakan 
kesulitan 
> > yang dihadapinya...
> > 
> > Bahasa perempuan berbeda juga dengan bahasa lelaki. Bahasa Mars 
> > (lelaki) dan Venus (pere), kata-katanya memang sama, tetapi 
> > penggunaannya memberi makna yang berbeda. Disamping itu, untuk 
> dapat 
> > mengungkapkan perasaan secara utuh, perempuan menggunakan 
berbagai 
> > macam superlatif, metafora, dan generalisasi, berbeda dengan 
> lelaki."
> > 
> > Lelaki diibaratkan—oleh John Gray—dengan karet gelang. Saat 
menarik 
> > diri, mereka hanya dapat mengulur sejauh mereka dapat mengerut. 
> > Sedang, pere spt gelombang. Bila merasa dicintai, harga dirinya 
> naik 
> > turun dalam gerakan gelombang. Saat merasa tenang, ia akan 
mencapai 
> > suatu puncak, tetapi suasana hatinya bisa berubah dengan tiba-
tiba 
> > dan gelombangnya akan terhempas turun. Tetapi penurunan ini 
> > sementara. Setelah mencapai dasar, tiba2 suasana hatinya berubah 
> > lagi dan ia kembali merasa senang akan dirinya. Otomatis 
> > gelombangnya naik lagi.
> > 
> > wassalam,
> > --- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> 
> > wrote:
> > >> Lina: Maka dari itu mind set perempuan yang tertindas sangat 
> > riskan > kalau mau dijadikan ukuran kompetensi menjadi muffatsir. 
> > Dilain > posting akan saya kutipkan pendapat seorang pakar ttg 
> > bahasa lelaki > dan bahasa perempuan, karena saya pikir ini 
> > berhubungan dgn mind set > juga emosi dari lelaki dan pere.
> >
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://www.ppi-india.org
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi 
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> 
> SPONSORED LINKS 
> Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn 
Indonesian language course 
> 
> ---------------------------------
> YAHOO! GROUPS LINKS 
> 
> 
>     Visit your group "ppiindia" on the web.
>   
>     To unsubscribe from this group, send an email to:
>  [EMAIL PROTECTED]
>   
>     Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service. 
> 
> 
> ---------------------------------
> 
> 
> 
> 
>               
> ---------------------------------
>  Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke