dari milis sebelah...sebelahnya lagi..dan sebelahnya..:D

-------------------------------------------------------

Assalamu`alaikum wR wB

Selama ini, dari tulisan-tulisannya, saya menilai Ulil
lebih terkesan mirip seorang "mercenary" Barat yang arogan
dan tidak tahu diri dan menjadi "clown" dan bahkan "stooge"
khususnya para orientalist yang dipuja dan dikagumi sebagai
'pakar-pakar Islam' tetapi sebenarnya mempunyai "hidden
agenda".
Selama ini Ulil memberi kesan bukan sebagai seorang santri
yang "tawadlu`", seorang cendekiawan Muslim sejati yang
dengan rendah hati mencari AL-HAQ dari kedua sumber utama:
AL-KITAB dan AS-SUNNAH.
Maaf kepada para ikhwah dan akhawaat yang telah membaca
tulisan berikut.

Fadhol
(alumni SOAS, London)
____________________________________________________

To: "warga pengajian" <[EMAIL PROTECTED]>
From: "Winarto Rasul" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Fri, 14 Oct 2005 01:38:17 -0700 (PDT)
Subject:[wapena] Diskusi via e-mail antara ULIL (JIL)
dengan YUSUF ANSHAR

Bismillah Ar Rahman Ar Rahim
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

DISKUSI VIA EMAIL Ulil/JIL - dengan Yusuf Anshar

Dari milis sebelah,

Bacalah terlebih dahulu email Ulil di
http://bosstone.cjb.net

Diskusi via email anatara Ulil dengan Yusuf Anshar

http://bismillah.co.nr
http://ulil-awam.cjb.net

Tulisan berikut ini tidak bermaksud menangkis
sumpah-serapah kalangan islamophobi yang sibuk memanfaatkan
insiden Bom Bali untuk memojokkan para aktivis muslim yang
notabene mayoritasnya menggunakan jalur-jalur jihad yang
syar'i dan terhormat.

Terlalu klise untuk mengungkap kejahatan dan kebejatan
orang-orang di luar Islam terhadap ummat Islam yang jauh
lebih hebat. Saya bisa saja menjejal seabrek data, fakta
dan berita tentang itu dengan esai-esai yang didramatisir
sedemikian rupa agar menyentuh tali-tali emosi manusia,
lengkap dengan foto-foto dan film dokumenter segala. Tapi
sudahlah. Saya tahu persis bahwa kebanyakan kita sangat
mafhum dan maklum tentang siapa sebetulnya global cop yang
mengatur lalu lintas war crime, state terrorism dan massive
weapon.

Lagipula bisa-bisa kita dianggap membela para pelaku "bom
urakan" tersebut. Padahal untuk urusan Islam, saya lebih
condong untuk mendengarkan fatwa dari para ulama yang
memiliki kredibilitas seperti "al-Lajnah ad-Daimah"
(MUI-nya Saudi Arabia) yang telah mengharamkan bom bunuh
diri dan aksi teror yang membahayakan rakyat sipil,
sebagaimana mereka mengharamkan sekularisme, liberalisme,
pluralisme dan
ajaran-ajaran sesat-pikir lainnya.

Mencermati perkembangan pemikiran (tepatnya perubahan
strategi propaganda) Ulil dengan JIL-nya, saya melihat
suatu perkembangan menarik yang perlu diumumkan kepada
khalayak. Kalau dulu, dengan nada pura-pura mereka
mengatakan bahwa "semua pemahaman dan pengamalan terhadap
Islam adalah hasil penafsiran relatif manusia", "jangan
menyalahkan dan menyesatkan penafsiran atau agama apapun",
"islam liberal hanyalah sebentuk penafsiran bebas terhadap
Islam".

Maka sekarang, Ulil berubah pikiran (baca: mengubah
strategi) setelah melihat bahwa upaya mereka untuk
menyadarkan ummat Islam terhadap kesesatan Islam dengan
basa-basi dan gombal ilmiah itu sia-sia belaka. Kata Ulil,
ini ummat "digampar" (istilah Ulil sendiri) terus koq tidak
sadar-sadar juga. Sudahlah, sekarang kita ubah strategi,
tembak langsung saja! Tanggalkan saja kedok basa-basi
ilmiah kita, biar mereka melihat wajah dan taring kita yang
sesungguhnya.

Kalau tadinya, Ulil berputar dahulu untuk menghindari
hujatan dan menikam Islam dari belakang; Kini dengan gaya
khas James Bond yang mengantongi license to kill, dia
berbalik 180 derajat, mencabut pistol dari sakunya dan
menembak "DOR! Memang Islam yang salah". Seakan-akan hanya
dia satu-satunya yang berhak memegang lisensi penyesatan.
Tidak ada yang boleh disesatkan dan disalahkan, begitu kata
Ulil, selain Islam itu sendiri yang salah. Bukan ummatnya
yang salah tapi Islamnya itu yang salah.

Ummat baru akan benar bila mau meninggalkan doktrin dan
dogma (istilah lain dari "iman" menurut versi liberal)
Islam yang membelenggu (namanya juga "islam", tunduk dan
takluk) itu. Begitu kesimpulan terkini Ulil. Jadi, kalau
tadinya propaganda Ulil dan JIL katanya (sekedar basa-basi)
adalah merevisi pemahaman dan penafsiran ummat terhadap
Islam. Sekarang arah perjuangan Ulil sudah jelas, mengganti
dan meninggalkan Islam! Masih mau berkelit lagi? Wah,
jangan menelan ludah lagi, ah! Cukup ludah yang dulu itu.

Saya sendiri semenjak awal mengenal JIL, tidak ragu-ragu
untuk langsung berkesimpulan bahwa JIL tidak lain adalah
propaganda deislamisasi. Nah, sekarang hal itu telah
terbukti lewat lisan dan tulisan pendirinya sendiri yang
secara jujur, terbuka dan jantan menyatakan bahwa memang
Islam itu sendiri yang salah, bukan sekedar penafsiran
ummatnya. Tadinya ucapan yang telah dilontarkannya
berkali-kali itu, saya anggap sekedar pancingan ala
liberal. Tapi kini dengarkan sendiri ucapannya yang sangat
nyaring dan lantang itu: <<Kesimpulannya, Bung, "something
has gone wrong not only with the those who believe in this
religion, but the religion itself">>.

Perhatikan dan baca sekali lagi kata-kata Ulil di atas.
Dengan kata-katanya yang demikian lugas dan tegas, ia tidak
mau memberikan kita ruang dan celah untuk memberikan
penafsiran lain selain kesalahan Islam dan bukan ummat
Islam. Ternyata di lubuk hati Ulil yang terdalam telah
bersemi suatu keyakinan liberal yang berakar fundamental
bahwa semua manusia hanya bisa benar bila membebas kan diri
sebebas-bebasnya dari segala pola ajaran, pemikiran dan
ideologi selain ideologi liberalisme (kebebasan) itu
sendiri. Luar biasa!

Alhamdulillah, sekarang PR dan teka-teki tentang JIL bagi
ummat Islam tidak sukar lagi. Apalagi yang harus kita jawab
tentang JIL selain deislamisasi, anti-islam dan di luar
Islam? Mereka menafsirkan Islam semaunya dan seenaknya kita
diminta tenang. Mereka menghalalkan yang haram dan
mengharamkan yang wajib kita disuruh maklum. Mereka
menafikan hukum-hukum dan syariat Islam kita dipaksa
menerima. Nah, sekarang mereka menyalahkan Islam dan
melakukan propaganda licik untuk meninggalkan Islam.
Masihkah kita bisa dihipnotis untuk mentolerir? Ya,
menyertai propaganda vulgarnya itu, dengan licik Ulil masih
sempat menyelipkan permainan kata-kata hipnotisnya.

<<Ini sama aja dengan Indonesia, Bung. Saya tahu, Indonesia
bobrok bukan main. Tapi apakah anda bisa meninggalkan
Indonesia? Saya terlahir untuk mencintai Indonesia,
betapapun bobroknya negeri ini. Saya terlahir untuk
mencintai Islam, betapapun banyak "borok" dalam Islam.>>.
Suatu tipuan logika bahasa yang luar biasa lucu dan rancu.

Ajaran Islam koq dianalogikan dengan tanah-air Indonesia?
Menurut Islam, hanya Islam satu-satunya agama yang benar
dan diterima oleh Allah, tidak ada pilihan lain. Sedang
Indonesia hanyalah satu diantara sekian banyak negara yang
bisa dipilih tanpa konsekwensi apa-apa di akhirat.
Begitulah, Ulil menganggap agama itu hanya persoalan
pilihan di dunia yang tidak punya konsekwensi di akhirat.
Ungkapan
"masih cinta Islam seperti masih cinta Indonesia" hanyalah
permainan kata-kata untuk menghipnotis kita sekaligus
olokan yang menyakitkan.

Kalaupun mau dianologikan antara Islam dan Indonesia,
kira-kira begini. Yang bobrok dan salah dari Indonesia itu
warganya atau ideologinya (katakanlah: pancasila)? Kalau
dia menyalahkan warganya, berarti dia akan berkata, "mari
kita melaksanakan pancasila secara murni dan konsekwen!"
Tapi kalau dia menyalahkan ideologinya, dia tentu akan
berkata, "ayo mengganti pancasila dengan ideologi yang
lain!" Nah, sekarang tentang Islam; kalau anda menyalahkan
ummatnya, anda akan berkata "mari kita menjalankan Islam
secara murni dan konsekwen". Tapi kalau anda menyalahkan
Islamnya, anda akan berkata apa? "Tinggalkan Islam!"

Bila ada seorang dokter ahli telah melakukan diagnosa yang
tepat, perawatan medis yang cermat dan memberikan resep
obat yang benar kepada seorang pasien, namun ternyata si
pasien tidak sembuh malah mati, maka sungguh kurang-ajar,
lancang dan tidak tahu berterimakasih bila keluarganya
menyalahkan sang dokter, menuduhnya melakukan malpraktek
dan memberikan
resep yang salah. Padahal bukan dokternya yang salah tapi
memang karena kondisi si pasien itu sendiri dan beberapa
faktor XYZ lainnya yang mengakibatkan demikian. Saya tidak
bisa menemukan kata-kata yang lebih tepat untuk melukiskan
kelancangan, kekurang-ajaran dan ke-tidak-tahu-diri-an
orang yang menganggap Islam yang diturunkan oleh Allah
Rabbul'alamin untuk petunjuk hidup ummat manusia hingga
akhir zaman adalah salah dan merupakan biang masalah.
Dokter saja akan marah bila dituduh melakukan malpraktek
dan salah resep. Kufur! Itulah kata yang saya anggap agak
mendekati pantas!

Setelah semuanya jelas, tentu akan timbul pertanyaan.
Kira-kira apa yang menjadi kan Ulil dan JIL dengan segala
sikap dan perlakuannya terhadap Islam yang sudah begitu
frontal dan radikal dalam menolak Islam, masih enggan
melepaskan label muslim dan Islam dari komunitasnya? Itulah
yang saya katakan dalam diskusi perdana dengan Ulil dahulu,
di sana ada nilai strategis yang mengandung unsur
subversif. Kalau Ulil menanggalkan identitas Islam dari
komunitasnya, daya rusak dan daya jelajah rudal penghancur
Islamnya tidaklah sehebat ini. Segala propagandanya bak
letusan (maaf) kentut yang akan lenyap tak berbekas seperti
halnya propaganda para orientalis. Lain halnya kalau dia
mengangkat panji-panji Islam untuk melancarkan misi
deislamisasi. Sangat keji dan berbahaya!

Sekedar selingan, saya sempat mendengar rumor bahwa Ulil
itu pernah nyantri di Kampus Teologia dan menjadi "murid
kesayangan" Frans Magnis Suseno.

Tanpa perlu percaya dengan rumor itu, saya lebih percaya
bahwa keadaan yang sesungguhnya tentang dia bisa lebih
gawat daripada itu!

Inilah yang sesungguhnya membuat para islamis berang dan
MUI turun tangan. Mereka, Ulil dan JIL mengaku muslim dan
Islam (Islam Liberal katanya. What a nonsense!) tapi
mempropagandakan hal-hal yang bertentangan dengan Islam itu
sendiri. (Mereka akan berkata: eit, tunggu dulu....)
Sudahlah, tidak perlu berbasa-basi ilmiah. Kalau ada
kelompok yang mengatasnamakan JIL tapi menyiarkan
propaganda atau melakukan praktek-praktek yang bertentangan
dengan prinsip dan keyakinan JIL tentang kebebasan
(misalnya mereka berorasi dan beraksi ala FPI), tentulah
Ulil dan JIL akan bertindak yang sama; menyuruh pihak yang
berwenang (Pemerintah) untuk menertibkan kelompok yang
telah mencoreng dan menodai "nama besar" dan "kemuliaan"
JIL itu. Seperti itulah kurang-lebih yang dilakukan oleh
MUI dan ummat Islam dengan fatwa dan tuntutannya.

Setelah email ini saya tulis dan sebarluaskan, orang-orang
yang sok sopan, beretika dan cinta damai pasti akan ribut
dan sibuk mencari-cari alasan untuk membela sang penyesat
Islam. Mereka akan membawa-bawa ajaran Islam segala dengan
berkata: anda ini bagaimana, di bulan Ramadhan yang suci
dan mulia ini (lho, saya kira mereka sudah menyalahkan pula
ajaran Ramadhan, bukan sekedar peserta Ramadhan) anda malah
menyebar fitnah dan kebencian. Saya hanya akan
geleng-geleng kepala dan tersenyum getir. Saya yang
menyalahkan orang yang menyalahkan Islam dianggap penyebar
fitnah. Tulisan saya yang memvonis orang yang memvonis
Islam dianggap provokatif. Kalau begitu, memang bagi mereka
kemuliaan Islam itu tidak ada apa-apanya dibanding
kehormatan individu, hak asasi manusia katanya. Itulah
makarimul-akhlaq versi mereka!
Makarimul-akhlaq versi orang-orang yang melupakan (atau
tidak percaya) akhirat dan tertipu dengan kehidupan dunia.
Mereka kira dengan meninggalkan keimanan dan keislaman yang
fundamental, dunia akan aman sentausa, adil makmur, damai
sejahtera. "Haihaata haihaata!" It's imagine all the people
(kata John Lennon) but the truth is not imagination (kata
saya).
Firman Allah: Am lil-insaani maa tamannaa falillaahi
al-aakhirata wal-uulaa" (Apakah manusia mengira akan
mendapat segala yang diangankannya? Padahal hanya milik
Allah akhirat dan dunia) [QS 53:24-25]

Akhirnya, Ulil mendirikan monumen liberalisme fundamentalis
di atas "lubang kuburan islam"nya yang ia gali sendiri.
Monumen itu berbunyi: manusia tidak akan maju dan besar
bila belum mampu membebaskan diri dari segala doktrin dan
ideologi selain doktrin dan ideologi liberalisme. Itulah
yang ia proklamirkan dari Boston, negeri yang aman dari
fatwa murtad MUI dan hukuman mati muslim fundamentalis.
Mari kita ucapkan "Salaaaaaaaaammmaaaaaaaah!" buat Ulil.

Yusuf Anshar

Hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Tidak
seorang Nabi pun yang diutus oleh Allah kepada suatu ummat
sebelumku melainkan pasti ada dalam ummatnya itu hawariyyun
(pembela-pembela) dan sahabat-sahabat yang memegang teguh
sunnahnya dan mengikuti perintahnya. Kemudian datanglah
sepeninggal mereka generasi yang mengucapkan apa yang tidak
mereka kerjakan dan mengerjakan apa yang tidak
diperintahkan. Maka barangsiapa yang berjihad terhadap
mereka dengan tangannya maka dia mukmin dan barangsiapa
yang
berjihad terhadap mereka dengan lisannya maka dia mukmin
dan barangsiapa yang berjihad terhadap mereka dengan
hatinya maka dia mukmin. Dan tidak ada di luar itu keimanan
meski seberat biji sawi." [HR. Muslim]

Kepada saudara-saudaraku yang seiman sependirian, saya
tujukan email ini untuk disebarluaskan kepada rekan-rekan
dan milis-milis Islam, sebagai suatu jihad bil-lisan di
bulan Ramadhan, Syahrul Jihad, ini.
Adapun bagi orang-orang yang tidak sependirian, saya sangat
berharap email ini membuat mereka marah dan kebakaran
jenggot (kendati tidak berjenggot) sebagaimana Ulil dengan
tulisannya yang "menyalahkan Islam" pastilah akan membuat
marah kaum muslimin, dan dia tahu itu (kecuali kalau
perasaannya sudah tumpul) karena memang itulah tujuannya
menulis email provokatif semacam itu di bulan ini juga,
bulan Ramadhan, dari kubangannya di Boston sana.

fredag den 14 oktober 2005


                
---------------------------------
 Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke