http://www.suaramerdeka.com/harian/0510/20/nas17.htm
Kamis, 20 Oktober 2005
NASIONAL
Kekerasan Berlabel Islam akibat Tak Paham Alquran
JAKARTA- Kekerasan yang marak akhir-akhir ini dengan mengatasnamakan
Islam dilakukan oleh pihak yang tidak memahami Alquran. Karena dalam
Alquran terdapat begitu banyak ayat yang menganjurkan toleransi, baik
kepada agama lain maupun sesama agama yang berbeda aliran.
Hal ini dikatakan oleh mantan presiden KH Abdurrahman Wahid dalam dialog
"Mencari Kebenaran dan Mencari Islam yang Benar". Dialog yang juga
menghadirkan Dhani DEWA, pakar komunikasi Jalaluddin Rahmat, dan
budayawan Emha Ainun Nadjib tersebut diselenggarakan oleh Fraksi
Kebangkitan Bangsa DPR RI dengan Dewa Management.
Menurut Gus Dur (panggilan KH Abdurrahman Wahid), adanya sebagian
golongan Islam yang "galak" menunjukkan pemahaman atas ajaran Islam
tidak dilakukan dengan baik. Politisasi agama pada akhirnya akan membuat
kerenggangan antarumat beragama makin besar.
"Apalagi kalau sampai mengebom orang tak berdosa, itu kan perbuatan yang
keji. Saya juga baru dapat laporan, katanya Gereja Kristen Jawi Wetan di
Jawa Timur (Jatim) akan dirusak oleh massa yang mengatasnamakan Islam.
Ini kan tidak benar. Tapi Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jatim
sudah memerintahkan Banser untuk menjaga gereja-gereja di Jatim," katanya.
Sementara itu, Jalaluddin Rahmat yang mengaku sudah telanjur dicap
sebagai penganut aliran Syiah, mengaku sempat khawatir jika ada "polisi
moral" yang menghalalkan darahnya.
Dipaksakan
"Ada ayat dalam Alquran yang menjadi favorit bagi suatu kelompok, namun
sangat dihindari oleh kelompok lain. Orang boleh menafsirkan Alquran,
namun yang dilarang adalah menafsirkan Alquran sesuai dengan keinginan
dirinya, untuk kemudian dipaksakan kepada orang lain," ujarnya.
Perbedaan pendapat, kata Jalaluddin, merupakan suatu hal yang lumrah.
"Alquran sudah benar, hanya dalam mengomunikasikannya masih ada
kesalahan, sehingga menimbulkan kesalahpahaman umat. Karena itu, kita
tidak boleh memberikan otoritas kepada seseorang, untuk menentukan suatu
hal menjadi hal yang paling benar. Jika itu dilakukan, akan makin
menghilangkan pluralitas," tandasnya.
Dhani DEWA yang pernah bermasalah karena sampul albumnya dianggap
melecehkan umat Islam berpendapat, tidak seharusnya semua orang dapat
menafsirkan Alquran semaunya sendiri. Karena akan membuat orang yang
tidak sependapat dianggap sesat.
Dalam kesempatan itu, Gus Dur kembali mengingatkan, toleransi antarumat
beragama saat ini sudah makin menipis. Orang sudah berebut kekuasaan dan
pengaruh.(sas-60t)
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/