19.10.2005
Test Cepat Virus Flu Burung
Serangan wabah flu burung menyebar secepat burung
terbang. Tidak ada batas negara yang dapat
menghalangi. Dari Asia wabahnya kini menyebar ke
Eropa. Benua-benua lainnya seperti Amerika, tinggal
menunggu giliran tertular flu burung.
Setelah menyerang negara-negara di Asia, dengan
meninggalkan korban tewas sekitar 60 orang, flu burung
kini mulai memasuki kawasan Eropa. Mula-mula
dilaporkan serangan flu burung di kawasan Siberia di
Rusia. Setelah dilakukan ujicoba virologi, diketahui
virus yang menyerang adalah dari tipe yang sama dengan
yang menyerang di Asia, yakni virus H5N1.
Flu Burung Telah Tiba di Eropa
Kemudian muncul gejala flu burung di Rumania, yang
membunuh lebih dari seribu burung kembara. Dan
terakhir flu burung menyerang Turki. Seperti juga
kasus di Rusia dan Rumania, kasus flu burung di Turki
dipastikan disebabkan oleh virus H5N1. Eropa siap
siaga, bahkan sebagian dengan cemas menanti tibanya
wabah penyakit mematikan tersebut. Memang sejauh ini
virus flu burung hanya menyerang dari burung ke
manusia. Prevalensinya tidak besar, tapi dengan
tingkat kematian penderita cukup tinggi.
Siapa Lebih Cepat?
Yang sangat dikhawatirkan oleh para pakar kesehatan
adalah, jika virus flu burung yang mematikan itu
melakukan mutasi, dapat menular langsung dari manusia
ke manusia. Jika mutasi ini terjadi, dapat dipastikan
akan banyak korban meninggal akibat virus flu burung.
Juga pertanyaan yang harus dilontarkan sekarang,
bukannya apakah mutasi seperti itu dapat terjadi,
melainkan kapan mutasi akan terjadi? Karena itulah,
sekarang dilakukan perlombaan adu cepat antara manusia
dan virus.
Upaya Pencegahan
Manusia berusaha menghambat penyebaran wabahnya.
Sekaligus secepatnya menemukan vaksin flu burung yang
ampuh. Berlomba dengan mutasi yang diramalkan, yang
jika terjadi, diperkirakan akan menyebabkan jutaan
orang tewas. Di negara-negara Asia yang sudah dilanda
wabah, jutaan ternak unggas dimusnahkan. Tujuannya
untuk memutus rantai penyebaran virus. Di Eropa,
diterapkan sistem pencegahan dini yang amat ketat.
Impor daging unggas juga dibatasi, sedangkan kawasan
yang diketahui diserang flu burung dikenai larangan
ekspor.
Tidak Ada Alasan Untuk Panik
Jika di satu sisi masyarakat sudah nyaris panik akibat
berita ancaman flu burung, di sisi lainnya sejumlah
pakar virologi masih dapat dengan tenang mengamati
perkembang biakan virus flu burung tersebut.
Sasarannya, untuk mengembangkan test cepat
pendektesian serangan virus H5N1. Prof. Uwe-Gerd
Liebert yang mempimpin kelompok pakar virologi dari
Universitas Leipzig mengatakan, ancaman bahayanya
sebetulnya tidak akut. Munculnya wabah flu burung di
Rusia, Rumania dan Turki, tidak perlu menjadikan warga
Eropa panik.
Lebih lanjut Prof.Liebert mengatakan :
Gejalanya mirip seperti flu, karena itu memang
penyakit flu. Permasalahannya, sistem kekebalan tubuh
manusia tidak siap menghadapi virus baru tersebut.
Artinya dalam tubuh manusia tidak ada unsur
pertahanannya. Vaksinasi terhadap flu normal, yakni
flu manusia, yang setiap tahun kami tawarkan, hanya
dapat melindungi serangan virus manusia, namun tidak
mampu mencegah virus flu burung.
Metode Pendektesian Awal
Selama enam bulan, para ilmuwan yang dipimpin Liebert
melakukan pengembangan test virus flu burung dalam
tubuh manusia. Hasilnya, adalah sebuah metode
pemeriksaan, yang dapat dilakukan oleh para dokter
umum. Caranya dengan pengambilan sampel mukosa dari
saluran pernafasan, yang kemudian dikirimkan ke
laboratorium. Hasilnya dapat diketahui hanya dalam
waktu dua jam.
Terdapat obat-obatan yang ditujukan memerangi virus
flu manusia, dengan unsur aktiv yang juga dapat
membantu memerangi virus flu burung. Akan tetapi,
pemberiannya harus dilakukan secara dini, dalam waktu
24 jam setelah infeksi. Karena itu, diperlukan test
cepat. Para penderita tentu saja tidak langsung ke
dokter, begitu mendapat gejala sakit kepala, mungkin
baru datang setengah hari kemudian. Karena itulah
testnya harus dilakukan secara cepat.
Sekarang perangkat test tersebut sudah tersedia. Akan
tetapi, harus dibuktikan terlebih dahulu seberapa jauh
kehandalannya. Para peneliti sudah melakukan ujicoba
selama empat pekan. Pelaksanaan test ini tidaklah
mudah, karena 150 pasien terinfeksi virus flu burung
tersebar di seluruh dunia. Sekitar 30 sampel darah
sudah diteliti oleh para ilmuwan dari Leipzig, dan
sejauh ini test berlangsung lancar.
Yang dapat dengan yakin kami katakan, bahwa test yang
kami kembangkan, tidak mempengaruhi virus flu manusia
yang lainnya. Jadi kami yakin, test ini tidak akan
mengenali virus yang salah. Akan tetapi kami belum
mengetahui, bagaimana akurasi test dalam mengenali
virus flu burung pada manusia. Apakah 100 dari 100
pasien yang terinfeksi dapat dikenali, atau hanya 95
dari 100 pasien.
Industri Belum Tertarik
Sebelum test itu benar-benar dapat dilakukan oleh
dokter umum, industri farmasi harus dilibatkan
terlebih dahulu, dan dibiayai ujicoba besar-besaran.
Kemampuan Universitas Leipzig sudah terkuras untuk
penelitian tahap pertama. Tidak banyak yang tertarik
dikrenakan sejauh ini terlalu sedikit orang yang sakit
karena virus flu burung. Sehingga pemasaran peralatan
tes cepat atau bahkan vaksinnya, dinilai tidak
menguntungkan oleh industri farmasi.
Pada prinsipnya kita harus mengatakan, virusnya dapat
menyebar pada populasi burung. Jika tindakan seperti
yang dilakukan saat ini, dengan cara memusnahkan
binatang yang terinfeksi tidak berhasil, maka virus
tersebut akan terus menyebar. Dan melalui tiga atau
empat kali mutasi, virusnya kemungkinan dapat menyebar
cepat di kalangan manusia. Sekarang, masalahnya
menyangkut hal yang penuh ketidakpastian. Akan tetapi
dimanapun kami harus siap, kami sudah punya test
cepat, dan mungkin kami juga akan mengembangkan
vaksinnya, itu memang tugas kami.
Memang seperti diungkapkan Prof.Liebert, sekarang ini
kasus serangan flu burung terhadap manusia masih
tergolong langka. Korban flu burung terutama adalah
unggas. Selama korban manusia masih sedikit, minat
industri farmasi juga relatif kecil. Berbeda misalnya
dengan penyakit flu manusia. Setiap tahunnya, antara
30 sampai 60 juta warga Amerika menderita sakit flu.
Yang lebih mengerikan lagi, setiap tahunnya sekitar
36.000 orang meninggal akibat flu manusia.
Bagi industri farmasi, flu manusia mendatangkan
keuntungan jauh lebih besar, ketimbang flu burung.
Pendapatan menggiurkan dapat diraup terutama dari
penjualan obat dan vaksin. Selain itu, flu manusia
juga lebih menantang bagi para peneliti dikarenakan
mutasi virusnya sangat cepat, artinya tidak ada
seorangpun yang dapat sepenuhnya kebal flu. Sehingga
pengembangan vaksin dan obat baru yang memberi
keuntungan masih terus dilakukan.
Akankan Virus H5N1 Bermutasi?
Di Eropa kini muncul pro dan kontra menyangkut mutasi
flu burung. Memang terdapat perkiraan, bahwa flu
burung bisa saja mengalami mutasi, sehingga dapat
menular langsung dari manusia ke manusia. Namun sejauh
ini mutasi itu belum terjadi. Sementara panik massal
sudah mulai terasa dimana-mana. Skenario horor dari
Organisasi Kesehatan Dunia WHO, jika terjadi pandemi
flu burung, maka diramalkan akan menewaskan 180 hingga
360 juta manusia di seluruh dunia, membuat orang
semakin takut. Kini para pakar virologi menunggu
dengan tegang, apakah virus flu burung akan mengalami
mutasi menjadi flu manusia dan membunuh jutaan orang
atau mengalami kebuntuan evolusi dan berhasil
dilenyapkan.
__________________________________
Start your day with Yahoo! - Make it your home page!
http://www.yahoo.com/r/hs
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/