Boleh bertanya sekaligus konfirmasi lagi Mas Danar? : Yang saya maksudkan adalah Uni Soviet (glasnots dan Perestroika :maap kalo salah mengeja) yang Bubar..(bukan Rusia); Karena mereka dulu bisa ngimbangi US, tapi akhirnya terseret dalam keterpurukan... Bukan begitu? Yang jadi patokan adalah umur dari kedaulatan sebuah wilayah kekuasaan (negara). Memang sih rakyat-nya sama tapi kan negaranya dibubarin dulu...
***** ini menarik,mas. Rusia I jaya, sebagai kekaisaran, sampai tahun 1915. Revolusi Oktober. raja dan keluarga di dor di Sibiria. Waktu itu Rusia penentu dunia, US masih bayi, rakyatnya masih hidup dipohon... Masa sandyakala itu kelihatan, dengan keoknya armada laut kekaisaran Rusia menghadapi Jepang diselat Tsushima (1901). Terus terang mas, masa Rusia komunis, sebenarnya membawa kejayaan dan menghapus kemiskinan mereka, yakni dari 1915 sampai 1990. Tetapi mereka lalu keranjungan kekuasaan, lalu mem-boost military expenses, lalu mau menguasai dunia, akhirnya ekonomi jebol. Nah, terpaksalah mereka be-perestroyka ria. Sekarang, Rusia bari, sejak 1990 adalah surga bagi mafia. Itu pun berlaku pada Finland yang dulu dijajah Swedia dan Rusia, lalu merdeka..(nah yang dihitung sejak merdeka itu lalu menjadi seperti saat ini..) ***** Finnland maju ketika merdeka. Karena mereka dapat menentukan policy sendiri. Juga bebas berkooperasi dengan negara negara industri. Finnland leading dalam bidang consultancy. Juga Majapahit, yang dulu memang besar (katanya)..sekarang burak- rantak dihajar Kerajaan Islam (katanya lagi) dan lari ke Bromo dan Bali; Persis sama kaya negara kita yang baru 60 tahun..gak perlu dihitung semenjak VOC yang korup itu..Tapi semenjak Mas Karno Baca Proklamasi. ****** Majapahit hancur bukan karena dirusak Islam, tetapi hancur dari dalam. Tak punya kader pimpinan lagi. Mirip kerajaan Osmaniah dari Turki dimasa sandyakala mereka. hancur sempoyongan gak ada yang sentuh.. Indonesia, sebagai Hindia Belanda, lama juga lho, 300an tahun, termasuk jaya, secara ekonomis. walau rakyatnya gak semua menikmati. Negara kita, yang dibidani mas Karno itu, dari awal berantakan. Menurut pendapat saya, yang hina dina ini, adalah karena tak mampu benar benar me-reform social structurenya. Jadi hanya dikulit. Massa rakyat tak diikutsertakan dalam proses pembangunan ekonomi. Ini terjadi dikerajaan Jerman raya dibawah pangeran von Bismarck. Akhir abad ke XVIII. Rakyat menengah bangkit economically, dari hamba- wan jadi niagawan dan industriawan, walau kecil kecilan. Industri bangkit. Indosia ini meneruskan policy Hindia Belanda: pelaku ekonomi adalah bumn, ini dizaman VOC sudah exist. Yang menjadi niagawan, semua karbit karbitan yang diternakkan oleh penguasa. Austria pun begitu... Adalah dalam bentuk negaranya saat ini, bukan kerajaan yang dahulu... Yang dalam bentuk negara modern githu lhoh..! Jadi logikanya yang dulu itu mbahnya (kerajaan Austria), sekarang cucunya (Negara Austria).. Dulunya mbah nya kaya..eh cucunya sekarang miskin..(misalkan) ****** Austria jaya dua kali: dimasa kekaisaran, buetul buetul jaya. Dynasti yang menumpu kekuasaan, 2000 tahun, adalah dynasti Habsburg. Sampai tahun 1918. Mereka ugal ugalan, menyulut PD I, lalu keok. Digebuki sekutu, dikuliti kayak ayam sakit. lalu timbul, Republik I, antara 1918 sampai 1945. Hidup gak sanggup, matu gak mau. lalu menjadi ajang gontok gontokkan, kayak Indosia kita ini. Dan akhirnya jadi makanan empuk Hitler, yang notabene adalah putra Austrai ha ha ha. Nah yang jaya. adalah Republik ke II (die zweite Republik), dari 1945 sampai kini. Ya sang cucu. Kini kaya lagi. No 4 sedunia. Begitu lo Mas.. Mengapa saya berpikir demikian? Karena yang saya cermati adalah dalam hal umur sebuah ideologi suatu negara, paham sebuah negara, cara pandang sebuah negara... Bukan umur dalam artian teritorinya dan penduduknya Mas... ***** Betulll Karena ini kaitannya dengan seberapa jauh pengelolaan, kebijakan negara terhadap warganya..layaknya sebuah keluarga mengatur anak- anaknya... **** Tapi ya itu, Austria untung dari pengalaman masa baheula. Dalam bidang tekhnologi, kedokteran. Dsb. jangan lupa, kepala kepala dunia, lahir dan berkarya disini: Mozart, Freud, Schumpeter, Otto Bauer (yang dikutip mas Karno dalam mendefinisikan "nation"), dan lain lain. Bukankah kita memang berbeda agama, mungkin juga beda suku, juga beda usia..tentunya juga beda Istri (hehehe), namun yang sama Cuma satu: Indonesia-nya.. Bukan begitu? Salam, Rio ***** kita berdua sama, mas: on the first place Javanese (Jawa koek), on the second place Indonesian, cuma saya suka pecel Madiunan lengkap dengan jeroan, anda saya gak tahu fan makanan apa. Gudek? Isteri kita memang beda, mungkin juga kekasih kekasih dimasa lalu juga beda. Binatang peliharaan juga beda. saya dahulu punya sepasang angsa yang garang sekali, semua dicubit.. anda pelihara apa hayooo? Salam danardono --- In [email protected], "Rio Wardhanu" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Boleh bertanya sekaligus konfirmasi lagi Mas Danar? > : > Yang saya maksudkan adalah Uni Soviet (glasnots dan Perestroika :maap > kalo salah mengeja) yang Bubar..(bukan Rusia); > Karena mereka dulu bisa ngimbangi US, tapi akhirnya terseret dalam > keterpurukan... > Bukan begitu? > Yang jadi patokan adalah umur dari kedaulatan sebuah wilayah kekuasaan > (negara). > Memang sih rakyat-nya sama tapi kan negaranya dibubarin dulu... > > Itu pun berlaku pada Finland yang dulu dijajah Swedia dan Rusia, lalu > merdeka..(nah yang dihitung sejak merdeka itu lalu menjadi seperti saat > ini..) > > Juga Majapahit, yang dulu memang besar (katanya)..sekarang burak- rantak > dihajar Kerajaan Islam (katanya lagi) dan lari ke Bromo dan Bali; > Persis sama kaya negara kita yang baru 60 tahun..gak perlu dihitung > semenjak VOC yang korup itu..Tapi semenjak Mas Karno Baca Proklamasi. > > Austria pun begitu... > Adalah dalam bentuk negaranya saat ini, bukan kerajaan yang dahulu... > Yang dalam bentuk negara modern githu lhoh..! > > Jadi logikanya yang dulu itu mbahnya (kerajaan Austria), sekarang > cucunya (Negara Austria).. > Dulunya mbah nya kaya..eh cucunya sekarang miskin..(misalkan) > > Begitu lo Mas.. > Mengapa saya berpikir demikian? > Karena yang saya cermati adalah dalam hal umur sebuah ideologi suatu > negara, paham sebuah negara, cara pandang sebuah negara... > Bukan umur dalam artian teritorinya dan penduduknya Mas... > > Karena ini kaitannya dengan seberapa jauh pengelolaan, kebijakan negara > terhadap warganya..layaknya sebuah keluarga mengatur anak-anaknya... > > Bukankah kita memang berbeda agama, mungkin juga beda suku, juga beda > usia..tentunya juga beda Istri (hehehe), namun yang sama Cuma satu: > Indonesia-nya.. > Bukan begitu? > Salam, > Rio > > > > -----Original Message----- > From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On > Behalf Of RM Danardono HADINOTO > Sent: Friday, October 21, 2005 4:23 PM > To: [email protected] > Subject: [ppiindia] Re: Mencetak Manusia Suci Dengan Puasa > > > Saya pikir kok gini lho mas (mungkin saya keliru): > > > 1. Berapa sih Umur Negara? Karena kali aja kayak manusia, sekarang > kaya Raya, eh pas tua, keriputan, loyo terus meninggal pas lagi > miskin-miskinnya. (kayak Uni Soviet) > > **** umur negara sebagai apa mas? Rusia sebagai negara sudah ribuan > tahun. Tetapi sebagai negara Rusia sekarang, yang bukan komunis, baru > sejak 1990. Lebih muda dari RI! sebagai negara komunis antara oktober > 1915 sampai 1990. sebagai kekaisaran dari abad III Masehi sampai > Oktober 1915. Rusia yang mana? > > > soalnya saya baca Finland itu diprediksi 20 tahun mendatang kehilangan > 80% jumlah angkatan kerjanya..(piramida terbalik) > > **** mas, yang kehilangan angkatan kerja itu semua negara negara > makmur (pyram,ida terbalik). Juga Austria, Jerman, Swiss.. > > > 2. Logika Kerajaan Mesir: Dulu kaya, sekarang cuman napak tilasnya. > Barangkali aja Indonesia sekarang menderita, tapi besok-besok jadi > adidaya..(program mimpi kali yeee...hehehe)... > > ***** jangan lupa, Indonesia pernah adidaya, 300an tahun lamanya, > pelihara hubungan diplomatik dengan kekaisaran Tiongkok. Kapal perang > Majapahit pernah ,menyerang kapal perang Tiongkok, bayangkan. > Juga Austria, pernah lebih adidaya dari USA, yang belum exist kala > itu. kekaisaran Austria terbenrtang dari Laut Utara, termasuk negeri > Belanda dan belgia (dahoeloe namanya Austrian Netherlands), sampai ke > laut Mediterania. Ikut kirim kapal perang ke Tiongkok pada Perang > Boxer. Pernah menjajah Mexico, dengan kaisar dari sini: Maximilian of > Austria! Serem gak? sekarang tinggal sepenggal, lebih besar sedikit > dari Jawa Barat+ Jawa Tengah. > > Ini Austria dari abad ke VII Masehi sampai akhir PD I, summer 1918. > Antara 1918 sampai 1945 jatuh bangun dengan kemelaratan yang aduhay. > yang makmur lagi sebesar daun kelor dari Musim Panas 1945 sampai > sekarang. Negara ini berikan kredit ber-milyard milyard pada > Indonesia lho mas. > > > 3. Orang Indonesia itu makmur lho (kaya-kaya) Mas...orang Finland yang > kaya Cuma 5, 2 jutaan, nah di Indonesia lebih dari 10 juta...nah, > lebih kayaan Indonesia kan, Mas..? > > > ***** Betul mas! orang kaya Indonesia LEBIH kaya dari orang kaya > Austria. Kalau mas kemari, TAK ada rumah rumah semegah di Indonesia, > tak ada yang macam Kuningan. Juga Kopenhagen tidak, Oslo tidak, > Stockholm tidak. Disini TAK ada satu mal-pun yang semewah mal kita. > > > > 4. Memang sih yang miskinnya juga lebih banyak lagi... > > > **** ini yang masuk statistik. 10 juta orang kaya di Indonesia LEBIh > banyak dari seluruh penduduk Austria yang hanya 7 juta, atau Denmark, > atau Norway. Tetapi didalam 200 juta keseluruhan bangsa hanya tinggal > sekian %. Jadi lapisan yang papa jauh lebih besar, dan menyedot > kekuatan negara untuk memakmurkan bangsa. > > Disini RS gratis, juga highways, sekolah sekolah sampai perguruan > tinggi. tak masalah, karena penduduknya sedikit, dan ditunjang dengan > pajak yang lumayan. Di Indonesia, seluruh kekuatan pajak akan > tersedot habis.. > Ini masalah macro. > > salam > > danardono > > > > > > > > -- In [email protected], "Rio Wardhanu" <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > > > > Mas Danar, > > Sekarang kadang-kadang saya mikir yang mas Danar katakan mengenai > > kemakmuran Negara Skandinavia... > > > > Yang saya pikir begini: > > 1. Berapa sih Umur Negara? Karena kali aja kayak manusia, sekarang > kaya > > Raya, eh pas tua, keriputan, loyo terus meninggal pas lagi > > miskin-miskinnya. (kayak Uni Soviet) > > soalnya saya baca Finland itu diprediksi 20 tahun mendatang > kehilangan > > 80% jumlah angkatan kerjanya..(piramida terbalik) > > 2. Logika Kerajaan Mesir: Dulu kaya, sekarang cuman napak tilasnya. > > Barangkali aja Indonesia sekarang menderita, tapi besok-besok jadi > > adidaya..(program mimpi kali yeee...hehehe)... > > 3. Orang Indonesia itu makmur lho (kaya-kaya) Mas...orang Finland > yang > > kaya Cuma 5, 2 jutaan, nah di Indonesia lebih dari 10 juta...nah, > lebih > > kayaan Indonesia kan, Mas..? > > 4. Memang sih yang miskinnya juga lebih banyak lagi... > > > > > > hehehe... > > > > > > -----Original Message----- > > From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On > > Behalf Of RM Danardono HADINOTO > > Sent: Friday, October 21, 2005 3:27 PM > > To: [email protected] > > Subject: [ppiindia] Re: Mencetak Manusia Suci Dengan Puasa > > > > Lhooo mabk, di Austria dan Swiss dan Denmark dan Swedia gak ada > yang > > puasa, tapi negerinya makmur tu? > > > > Puasa tapi terus korupsi, terus ngrusak negara gimana nihhh bapak > > bapak kita? kalo rakyat mah, gak bulan puasa juga puasa dan > > salehhh..apalagi sekarang bbm naik, ya kan mbak? > > > > guebrraakkk > > > > > > > > > > --- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> > > wrote: > > > > > > Apalagi kalo gak puasa? > > > > > > gubrak! > > > --- In [email protected], "preck_eteck_eteck" > > <[EMAIL PROTECTED]> > > > wrote: > > > > > > > > belum ada di dalam sejarah manusia bahwa puasa agama apapun > > pernah > > > > membawa perbaikan bagi dunia. indonesia selama ini telah > berpuasa > > > > setiap tahunnya sejak jaman dahulu kala tapi apakah ada > perbaikan? > > > > > > > > preck! > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ********************************************************************** > ** > > *** > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju > Indonesia > > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi- > india.org > > > ********************************************************************** > ** > > *** > > > ______________________________________________________________________ > __ > > __ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > > otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > ********************************************************************** ** > *** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi- india.org > ********************************************************************** ** > *** > ______________________________________________________________________ __ > __ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org! http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

