http://www.suarapembaruan.com/News/2005/10/21/index.html


SUARA PEMBARUAN DAILY 

Kenaikan Tarif Listrik Tak Terhindarkan


AKARTA - Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) tidak dapat dihindari lagi. Namun 
demikian, pemerintah diminta tidak terjebak dengan paradigma bahwa bila subsidi 
listrik dalam bentuk uang tunai rendah, maka persentase kenaikan TDL akan 
semakin tinggi, atau sebaliknya. 

Koordinator Indonesian Working Group on Power Restructuring Sector (WGPRS) 
Fabby Tumiwa kepada Pembaruan, Jumat (21/10), mengatakan, subsidi kepada PLN 
tidak harus dalam bentuk tunai. 

''Pemerintah bisa memberikan subsidi kepada PLN berupa jaminan dan kemudahan 
mendapatkan pasokan bahan bakar pembangkit listrik, terutama yang bahan 
bakarnya non-BBM. Dengan begitu biaya operasional PLN dapat ditekan karena 
beban pengeluaran PLN selama ini yang paling berat memang untuk pengadaan 
BBM,'' paparnya. 

Tidak adanya jaminan ketersediaan bahan bakar non-BBM, sebagai contoh untuk 
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya di Banten yang selama ini selalu 
mengalami keterlambatan pasokan batu bara dari PT Tambang Batubara Bukit Asam 
mengakibatkan biaya operasional PLN membengkak karena harus menyediakan bahan 
bakar pengganti. 


Transparan 

''Bahan bakar pengganti batu bara yang paling mudah didapat, ya BBM. Padahal 
harga BBM sudah pasti lebih mahal daripada batu bara, dan sekarang ini PLN juga 
diharuskan membeli BBM yang di luar kuota pemerintah dengan harga industri. 
Jadi beban pengadaan BBM menjadi semakin berat,'' kata Fabby 

Dia berharap, bila TDL akan dinaikkan karena tarif yang saat ini Rp 582 per Kwh 
sudah terlampau rendah dari biaya pokok pengadaan listrik (BPP) yang mencapai 
US$ 6,5 sen per Kwh, PLN dan pemerintah harus menjelaskan secara transparan 
asumsi-asumsi dasar yang digunakan menentukan kenaikan itu. 

Harus diperjelas golongan pelanggan mana yang akan menerima subsidi dan 
bagaimana bentuk subsidi itu, apakah keringanan tarif atau keringanan harga 
sambungan baru. 


Saat ini, tuturnya, ada sekitar 3 juta calon pelanggan PLN yang masuk daftar 
tunggu untuk sambungan listrik baru. Sekitar satu juta dari jumlah calon 
pelanggan tersebut masuk dalam golongan 450 VA, yang disebut sebagai kelompok 
sasaran subsidi. 

Bila subsidi itu diberikan untuk sambungan baru 450 VA yang jumlahnya sekitar 
satu juta pelanggan, maka diperlukan dana subsidi tidak lebih dari Rp 8 
triliun, dengan asumsi biaya pemasangan (sambungan) baru Rp 700.000 per 
pelanggan. 

'''Tetapi sampai sekarang kan tidak jelas, subsidi itu untuk apa? Menurut saya, 
kalau PLN minta subsidi sampai Rp 30 triliun, tentu saja ini sangat berlebihan. 
Bahkan, subsidi yang kabarnya disetujui pemerintah sekitar Rp 20 triliunitu pun 
terlalu besar. Seharusnya subsidi untuk PLN tidak lebih dari 20 triliun rupiah 
karena pemerintah bisa memberikan subsidi dalam bentuk nontunai, yang bisa 
memberikan multi efek terhadap penentuan kenaikan TDL,'' katanya. 


Tambah Kapasitas 

Dengan tingkat pertumbuhan pelanggan (permintaan) listrik sekitar delapan 
persen setiap tahun saat ini, PLN dituntut untuk menambah kapasitas pembangkit 
listrik. Akan sangat efisien bila penambahan itu difokuskan pada pembangunan 
pembangkit listrik yang dioperasikan tidak dengan BBM, tetapi batu bara, gas 
atau panas bumi. Untuk itu, PLN membutuhkan dana yang tidak sedikit, dan sudah 
pasti tidak dapat mengandalkan kucuran dana dari pemerintah. 

''Sekarang ini, seharusnya subsidi yang diberikan kepada PLN diarahkan untuk 
investasi supaya PLN bisa menambah kapasitas pembangkit listrik, khususnya yang 
bahan bakarnya non BBM. Beban operasional PLN harus ditekan dengan mengurangi 
ketergantungan terhadap pembangkit yang menggunakan BBM,'' Fabby menambahkan. 

General Manajer Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa-Bali Muljo Adjie 
mengungkapkan, instansinya saat Hari Raya Idul Fitri nanti akan menghentikan 
sementara pengoperasian beberapa pembangkit listrik . 

Alasannya, pada saat itu diperkirakan kebutuhan listrik akan turun sekitar 
4.500 Megawatt (MW), terutama pada saat beban puncak pukul 17.00-22.00. 
Penghentian akan dilakukan mulai 1 November. 

Dia memerinci, pembangkit yang akan dihentikan sementara tersebut PLTU Suralaya 
(unit V, VI, dan VII), PLTU Paiton yang dikelola PT Pembangkitan Jawa-Bali, 
PLTU Paiton yang dikelola PT PEC, serta PLTGU Muara Tawar (unit I dan II). 
(H-13) 



--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 21/10/05 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a difference. Find and fund world-changing projects at GlobalGiving.
http://us.click.yahoo.com/j2WM0C/PbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke