Kok alumni pesantren juara bom ini semua orang Jawa ya?

Gimana ni mas Sandy? mungkin baiknya, semua orang Jawa dimonitor ya? 
lha yang kasih dana sampai sekarang siapa ya? apalagi yang akhli 
meracik bubuk mesiu dan pakar pakar petasan...

salam

danardono




--- In [email protected], Sandy Dwiyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 21.10.2005
> 
> Pemerintah Indonesia Monitor Pesantren
> 
> (Penganut ideologi teror juga berusaha mempengaruhi
> kaum bisnis perkotaan untuk menggalang dana)
> 
> Pemerintah Indonesia memantau pesantren-pesantren yang
> dianggap beraliran keras. Pengawasan ini dilakukan
> sebagai upaya memerangi kelompok garis keras dan bom
> bunuh diri yang marak terjadi akhir-akhir ini. Upaya
> pemantauan tersebut dikemukakan Wakil Presiden Jusuf
> Kalla. Namun pesantren yang dicurigai memiliki
> jaringan dengan kelompok garis keras, menanggapi biasa
> pernyataan tersebut.
> 
> Pemerintah  Indonesia kini tengah mengawasi
> pesantren-pesantren yang dituduh berhaluan garis keras
> dan diduga terkait aksi terorisme.   Wakil Presiden
> Jusuf Kalla mengatakan, pemerintah kini sedang
> menunggu laporan menteri agama seputar
> pesantren-pesantren yang dimaksud. 
> 
> Jika Terbukti, Akan Dibubarkan
> 
> Ia memberi sinyal pesantren-pesantren yang diduga
> terkait aksi terorisme  akan dibubarkan.  Kalla tak
> menyebut nama pesantren yang dimaksud. Belum jelas
> apakah pesantren yang dimaksud adalah Pesantren Al
> Islam Lamongan dan Al Mukmin Ngruki. Dua pesantren 
> yang sering menjadi  perhatian sehubungan dengan
> aksi-aksi teror. Yang jelas, pengawasan ini berkaitan
> erat dengan aksi bom bunuh diri yang terjadi di Bali
> awal Oktober tahun ini, dan beberapa aksi ledakan bom
> lainnya. 
> 
> Beberapa Pelaku Merupakan Alumni Pesantren
> 
> Masyarakat tentu belum lupa dengan para pelaku
> peledakan bom Bali I, diantaranya Amrozi, Ali Imron
> dan Mukhlas.  Mereka  menjadi santri  di pesantren
> yang sama, yaitu Pesantren Al Islam, Tenggulun,
> Lamongan.  Pimpinan pondok pesantren ini adalah Ustadz
> Zakaria, yang merupakan alumni Pondok Pesantren Al
> Mukmin, Ngruki. Belum diketahui, apakah dalam
> kurikulum pesantren tsb, juga diajarkan metode meracik
> bom. Pesantren yang  tak kalah populer dengan Al Islam
> ini, juga  sering disebut beraliran garis keras.
> Beberapa nama yang kerap dikaitkan dengan aksi
> terorisme seperti Faturohman al Ghozi, Asmar Latin
> Sani dan Mukhlas, merupakan alumni dari pondok
> pesantren Ngruki. 
> 
> Tanggapan Pesantren
> 
> Meski berulangkali pondok pesantren  tersebut
> menandaskan tidak  membenarkan aksi kekerasan.  Pondok
> pesantren  ini  pun menanggapi dengan santai
> pernyataan Kalla soal pengawasan pondok pesantren yang
> diduga terkait terorisme. Juru bicara Pondok pesantren
> Al Ngruki, Irsan Fikri menyatakan tanpa pernyataan
> Kallapun, mereka terbiasa diawasi oleh departemen
> agama.
> 
> Terorisme yang dilakukan dengan bom bunuh diri
> terakhir terjadi di Bali Oktober tahun ini. 
> Kepolisian  mensinyalir kini ada 30 an orang yang 
> siap menjadi pelaku peledakan bom bunuh diri. Untuk
> itu, kepolisian terus meningkatkan kewaspadaannya.
> 
> 
> 
>       
>               
> __________________________________ 
> Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
> http://mail.yahoo.com
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke