"...Dalam kesempatan terpisah, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Herry 
Tjahjana meminta segenap lapisan masyarakat dan aparat instansi 
terkait lainnya meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi terorisme ini. 
Herry mengungkapkan berdasarkan informasi yang diperolehnya, saat ini 
ada sekitar 80 orang yang baru lulus "sekolah" teroris di Filipina 
Selatan (Moro). 

Di antara 80 orang itu, sekitar 18 orang di antara berasal dari 
Indonesia dan siap melancarkan aksi...."


***** Ya ampuuun, jangan jangan dari Jawa lagi? kados pundi pak 
Bambang Yudo? jangan jangan nanti mereka bikin kacau dipulau lain? 
pulang pulangin aja..

gimana ni mas Ambon?

Salam

danardono






--- In [email protected], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> http://www.sinarharapan.co.id/berita/0510/21/sh07.html
> 
> 
> 
> Satgas Bom Bali II Gelar Rapat Evaluasi 
> 18 Alumnus Moro Siap Beraksi Bom Bunuh Diri   
> Oleh
> Cinta Malem Ginting
> 
> 
> Denpasar - Tim Satuan Tugas (Satgas) Bom Bali II, Jumat (21/10) 
pagi, menggelar rapat guna mengevaluasi, sekaligus melakukan 
pendalaman terkait keterangan sejumlah saksi yang mulai mengarah 
kepada identitas ketiga pelaku bom bunuh diri di Kuta dan Jimbaran, 1 
Oktober 2005. 
> 
> Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Kombes AS Reniban yang 
dihubungi SH, Jumat pagi, membenarkan adanya rapat evaluasi itu."Tim 
memang pagi ini menggelar rapat evaluasi sekaligus melakukan 
pendalaman terkait penyelidikan kasus bom di Kuta dan Jimbaran," 
katanya.
> 
> Dia mengatakan rapat Jumat ini dinilai penting sehubungan dengan 
adanya keterangan beberapa saksi yang sudah mulai mengarah kepada 
identitas pelaku bom bunuh diri tersebut."Nanti saja, saya paparkan 
hasil rapat evaluasi itu," katanya.
> Kombes AS Reniban mengatakan Tim Satgas Bom Bali II hingga kini 
masih terus memeriksa sejumlah saksi guna menyingkapkan kasus bom di 
Jimbaran dan Kuta, Bali pada 1 Oktober lalu yang menewaskan 23 orang. 
Sampai sekarang, petugas sudah meminta keterangan dari sekitar 379 
saksi di antara keterangan saksi ini ada beberapa yang sudah mengarah 
kepada identitas pelaku bom bunuh diri tersebut.
> 
> Dalam kesempatan terpisah, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Herry 
Tjahjana meminta segenap lapisan masyarakat dan aparat instansi 
terkait lainnya meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi terorisme ini. 
Herry mengungkapkan berdasarkan informasi yang diperolehnya, saat ini 
ada sekitar 80 orang yang baru lulus "sekolah" teroris di Filipina 
Selatan (Moro). Di antara 80 orang itu, sekitar 18 orang di antara 
berasal dari Indonesia dan siap melancarkan aksi.
> 
> Dalam jumpa pers, Kamis (20/10) sore, Kepala Bidang Hubungan 
Masyarakat Polda Bali, Kombes AS Reniban belum bersedia memerinci 
hasil pemeriksaan terhadap para saksi. Ia berdalih saksi dilindungi 
dalam UU dan keterangannya hanya dapat dipaparkan dalam BAP (berita 
acara pemeriksaan).
> Hingga kini, penyelidikan yang dilakukan petugas belum menghasilkan 
sesuatu yang signifikan. Begitu pula terhadap hasil pemeriksaan 
labfor, belum ada hal yang baru. 
> 
> Untuk membantu mempercepat pengungkapan kasus Bom Bali II ini, 
menurut Reniban, polisi kembali menyebarkan ribuan gambar atau foto 
tiga pelaku bom bunuh diri di Jimbaran dan Kuta Square, Bali itu. 
Dengan demikian diharapkan banyak warga yang memberikan informasi 
kepada aparat kepolisian.
> Menjawab tentang dua orang yang ditahan di Polda Sulut, CR dan SD, 
Reniban menyatakan berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan 
petugas diketahui bahwa dua dari tiga KTP yang dimiliki CR diduga 
keras palsu, antara lain KTP Bogor dan Gorontalo. KTP Jember yang 
dimiliki tersangka CR asli.
> "Sampai sekarang, kita belum melihat ada keterlibatan CR dan SD 
dalam peristiwa bom Bali 1 Oktober lalu," tandasnya sembari 
menambahkan, koordinasi dengan segenap satuan wilayah Polri masih 
terus dilakukan guna menyingkapkan kasus bom Bali II ini.
> 
> 
> Pembentukan DKB
> Sementara itu, Kapolda Bali Irjen Made Mangku Pastika menegaskan 
wacana pembentukan Dewan Keamanan Bali (DKB) atau Bali Security 
Council (BSC) disampaikannya beberapa waktu lalu tidak akan menerobos 
kewenangan pemerintah pusat.
> 
> DKB hanya bertugas mengoordinasikan keamanan Bali agar lebih 
efisien dan efektif. Hal tersebut ditegaskan Pastika seusai 
memaparkan konsepnya tentang DKB di Gedung Wiswasabha Kantor Gubernur 
Bali, Kamis (20/10). 
> 
> Pada bagian lain, Gubernur Bali Dewa Made Beratha cukup berhati-
hati dalam menyikapi usul pembentukan DKB ini. Made Beratha menilai 
masalah keamanan merupakan tanggung jawab pemerintah pusat 
sebagaimana urusan agama, kebijakan luar negeri, dan moneter.
> 
> Pertemuan tindak lanjut membahas DKB itu dihadiri Danrem 163/Wira 
Satya Kol (Inf) Puguh Santoso, Asisten I Sekprov Bali, Sekkot Made 
Westra, serta unsur Kesbanglinmas perwakilan pemkab/pemkot se-Bali. 
> Pastika menilai tugas pokok DKB nantinya meliputi dua hal. Pertama 
menyusun kebijakan dan strategi keamanan, koordinasi, serta 
mengevaluasi pelaksanaannya. Kedua, mewakili Bali dalam aspek 
keamanan dalam hubungaannya dengan masyarakat, swasta, badan 
legislatif, pemerintah pusat, dan pihak-pihak dalam negeri dan luar 
negeri
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke