http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/10/22/o3.htm



SBY-JK Harus Tunjukkan Bukti 
PADA 20 Oktober, dua hari lalu, genap setahun pemerintahan SBY-JK. Banyak yang 
kecewa dengan jalannya pemerintahan SBY dengan Kabinet Indonesia Bersatu-nya. 
Kekecewaan itu menyangkut penanganan korupsi dan kenaikan harga BBM yang 
diikuti dengan melambungnya harga barang-barang lainnya. 

Ada pernyataan menarik dari Deputi Bidang Informasi dan Data KPK Dr. Syamsa 
Ardisasmita tentang korupsi. Kata dia (BP, 21/10) KPK merasa sendiri dalam 
memberantas korupsi. Ia mengibaratkan KPK seperti nyala sebatang lilin dalam 
kegelapan. Sementara lilin-lilin yang lain yang sebenarnya harus menyala untuk 
menerangi kegelapan ternyata tak menyala.

Apa yang disampaikan Syamsa memang ada benarnya. Hal ini menyusul penangkapan 
sejumlah aparat di MA. Demikian pula 'nyanyian' Probosutjejo yang menyatakan 
hakim dan jaksa di PN, PT yang pernah menangani kasusnya, juga kecipratan dana 
16 milyar yang telah dibagi-bagikannya.

Kondisi ini sangat memprihatinkan setelah setahun SBY memerintah. Ini semua 
menunjukkan betapa dibutuhkan amunisi yang cukup dalam peperangan melawan 
korupsi.

Padahal pemerintah telah menyiapkan UU Nomor 30 tahun 2002 tentang pembentukan 
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komisi ini diharapkan menjadi salah satu 
tonggak hukum pemberantasan kejahatan terhadap keuangan negara.

Berangkat dari undang-undang tersebut kemudian dibentuklah sebuah komisi dengan 
berbagai hak yang luar biasa untuk memadamkan praktik korupsi yang juga luar 
biasa, wewenang melakukan penangkapan, penyelidikan, penyidikan dan penuntutan. 

Harus diakui usaha-usaha memerangi korupsi mulai menampakkan hasil. Antara lain 
Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia 2005 mulai membaik. Dari survai yang 
dilakukan oleh Transparency Internasional pada 2005, 159 negara yang diteliti, 
Indonesia berada pada urutan keenam negara terkorup di dunia dengan skor 2,2.

Peringkat itu lebih baik dibandingkan tahun 2004 yang menempati peringkat 
kelima dengan skor 2,0 dan pada 2003 skor Indonesia tercatat 1,9.

Meski demikian, secara umum upaya pemberantasan korupsi di Indonesia yang 
dilakukan masih akan menemui banyak hambatan, salah satunya adalah lemahnya 
institusi penegak hukum dalam menggerus korupsi.

Selain masalah korupsi, pemerintahan SBY-JK juga dinilai kurang peduli pada 
rakyat kecil. Semboyan "Bersama Kita Bisa" agaknya sudah berubah menjadi 
"Bersama Kita Bisa Menderita."

Buktinya, kenaikan harga BBM telah membuat melambungnya harga kebutuhan pokok. 
Kebijakan SBY-JK dengan menaikkan harga BBM menyebabkan terjadi pemiskinan 
rakyat.

Tentang solusi pemerintah dengan memberikan dana kompensasi BBM, banyak yang 
menilai hanya bersifat pelipur lara. Karena dana itu hanya diberikan untuk 15 
propinsi se-Indonesia dan hanya Rp 100 ribu/bulan.

Yang lebih memprihatinkan, cara pendistribusian dana subsidi tersebut juga 
kurang koordinatif. Selain penerimanya banyak yang salah, juga pembagiannnya 
banyak menelan korban. Selain banyak yang pingsan, para pengantre subsidi juga 
ada yang sampai meninggal. Itu artinya, rakyat benar-benar sudah menderita, 
sehingga mereka rela berebut uang kompensasi sampai mati. Kalau mereka 
sejahtera tentu tidak begitu. Apakah hal itu masih dianggap kecelakaan dan 
cukup diatasi dengan loket khusus lansia?

Berangkat dari dua hal itu, pemerintah sekarang mesti bekerja lebih keras lagi. 
Sekarang tidak ada alasan lagi bagi pemerintah untuk mencari-cari alasan 
ketidak berhasilananya. Sebab rakyat telah melakukan pengorbanan  dengan 
''menyetujui'' kenaikan harga BBM yang sangat besar. Kalau hal ini disia-siakan 
maka rakyat selamanya takkan pernah percaya dan hal lain yang lebih besar bisa 
saja terjadi.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke