Dear all,
Nampaknya kita terlalu mengagung-agungkan HAM. Emang penting. Tapi seberapa
penting?. Amrik yang gak meratifikasi HAM aja makmur tuh, kuat pula. Jadi
bukan pada masalah HAM lantas negara akan menjadi baik. Kayaknya kita ini
inferior banget-banget. Sehingga kita merasa paling tahu HAM. Padahal polisi
HAM, Amrik, aja gak mau tahu apa itu HAM. Terlalu banyak buktinya ya toh?
Tak terasa kita di bohongin ama Amrik. Sok Amrik dari Amrik itu sendiri.
Kasihan.


Salam,


----- Original Message -----
From: "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <Undisclosed-Recipient:;>
Sent: Saturday, October 22, 2005 6:00 AM
Subject: [ppiindia] Lika-liku Perjuangan Menegakkan HAM


> http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/10/22/o1.htm
>
>
> Negara yang berdaulat tentu akan menghormati hak-hak warganya secara utuh
sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Eksistensi negara merupakan wujud
keberdayaan rakyat dalam membangun kekuasaannya melalui wakil-wakil dan
pejabat-pejabat elitenya dalam tampuk kekuasaan negara. Dari sini, menjadi
sangat jelas mengapa hak asasi manusia haruslah merupakan hal dasar yang
harus dipenuhi dan dijunjung tinggi oleh negara. Masalah negara bukan hanya
HAM, tetapi negara juga tidak akan bisa menyelesaikan masalah-masalah
lainnya tanpa melibatkan kedaulatan HAM sebagai medium yang mempunyai
sangkut-paut erat dengan masalah-masalah negara lain.
>
> -------------------------------------
>
> Lika-liku Perjuangan Menegakkan HAM
> Oleh Abdullah Yazid
>
> PERJUANGAN menegakkan hak asasi manusia (HAM) merupakan salah satu tolok
ukur penting suatu negara dan pemerintahan yang betul-betul peduli dan
menghormati hak-hak warganya. Perjuangan itu memang berat. Untuk menjunjung
tinggi harkat dan martabat manusia sebagai instrumen penting terciptanya
keadilan dalam berbangsa dibutuhkan pengorbanan dan kekuatan luar biasa,
sehingga kedaulatan HAM tidak lagi bisa dipermainkan.
>
> -------------------------------------
>
> Fenomena pelanggaran HAM telah banyak kita saksikan di berbagai belahan
dunia dan penjuru tanah air. Kasus Marsinah dan Udin beberapa tahun yang
lampau adalah salah satu ikon fenomenal pelanggaran HAM senyatanya di negeri
ini. Belum lagi kita jumpai masih banyaknya kasus pemerkosaan perempuan,
bentrokan aparat dengan warga, serta kasus yang paling menyita perhatian
banyak kalangan dan memakan waktu cukup lama dalam pengusutannya, yaitu
penyelidikan atas dugaan diracunnya Munir yang salah seorang pejuang HAM
nasional yang diakui dunia. Munir sebagai ikon pejuang HAM boleh jadi
dibenci para ''perusuh'' HAM, tetapi justru dari situlah Munir-Munir baru
akan bermunculan mengawal penegakan HAM di Indonesia.
>
> Perlindungan dan pemenuhan HAM adalah perjuangan setiap hari, bukan
sekadar ketika ada kasus-kasus besar yang melibatkan oknum tertentu. Sebab,
penegakan HAM mau tidak mau pasti menyangkut semua aspek kehidupan. Penting
dipahami bahwa HAM tak hanya hak-hak sipil dan politik, tetapi juga hak-hak
ekonomi, sosial, dan budaya.
>
>
>
> Pengingkaran HAM
>
>
>
> Pelanggaran (violation) atau pengingkaran (denial) HAM terjadi tiap hari.
Banyak orang yang ditangkap serta ditahan dan mengalami penyiksaan (torture)
di tahanan. Juga pembunuhan di luar proses hukum (extrajudical killing).
Persoalan yang terus mewarnai adalah gagalnya negara menghentikan atau
mengurangi banyak kasus pembebasan dari proses hukum (impunity).
>
> Dalam hak-hak ekonomi, ada puluhan juta orang tanpa pekerjaan, jutaan anak
putus sekolah, ratusan ribu warga mengalami rawan pangan dan kehilangan
rumah, serta kaum perempuan terus mengalami diskriminasi dan kekerasan.
Bukankah situasi ini membangkitan kebutuhan orang yang diingkari hak-haknya
untuk berjuang bagi pemenuhan hak atas pekerjaan, hak atas pendidikan, hak
atas pangan dan perumahan, serta hak-hak perempuan untuk bebas dari
disriminasi dan kekerasan?
>
> Berpegang teguh pada hukum HAM internasional (international human rights
law), para pemegang kekuasaan negara bukan saja harus melaksanakan
kewajibannya, tetapi juga bertanggung jawab atas pelanggaran atau
pengingkaran HAM. Dalam hubungan ini, tiap orang akan saling berhadapan
(face to face) dengan kekuasaan negara.
>
> Masalah pokok yang dihadapi bangsa ini adalah belum terwujudnya komunitas
HAM dan demokrasi yang kuat. Bukankah selama ini kita terperangkap untuk
mengandalkan strategi program yang berorientasi pada negara ketimbang
berorientasi pada masyarakat?
>
> Kelemahan pokok yang diderita adalah tak adanya keteguhan dan kegigihan
dalam merangkul dan memberdayakan secara strategis atas para korban
pelanggaran atau pengingkaran HAM. Korban dan keluarga mereka sering hanya
diatasnamakan belaka. Amat langka mereka difasilitasi melalui pendidikan dan
partisipasi demokratis agar berkembang suatu komunitas yang berdaya dan
mampu mengatur diri.
>
> Negara yang berdaulat tentu akan menghormati hak-hak warganya secara utuh
sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Eksistensi negara merupakan wujud
keberdayaan rakyat dalam membangun kekuasaannya melalui wakil-wakil dan
pejabat-pejabat elitenya dalam tampuk kekuasaan negara. Dari sini, menjadi
sangat jelas mengapa hak asasi manusia haruslah merupakan hal dasar yang
harus dipenuhi dan dijunjung tinggi oleh negara. Masalah negara bukan hanya
HAM, tetapi negara juga tidak akan bisa menyelesaikan masalah-masalah
lainnya tanpa melibatkan kedaulatan HAM sebagai medium yang mempunyai
sangkut-paut erat dengan masalah-masalah negara lain.
>
> Oleh karena itu, menjadi tantangan serius bagi mereka yang masih
mempertahankan integritas politiknya pada perlindungan dan pemenuhan HAM dan
demokrasi, di mana penekanannya adalah memastikan secara bertahap
pembentukan civil society yang berkedaulatan penuh atas negaranya, tidak
malah menggadaikannya akibat tergiur oportunisme dan pragmatisme politik
sesaat.
>
> Kebutuhan memperjuangkan HAM memanglah sulit, tetapi biarlah kesulitan ini
kita hadapi bersama dengan semangat baja meruntuhkan kesewenang-wenangan
mereka yang ''menginjak-nginjak'' HAM di muka bumi ini. Setidaknya,
pejuang-pejuang HAM akan terus tumbuh seribu kali lebih dari sebelumnya demi
memaknai kembali substansi hadirnya sebuah negara.
>
> Penulis, pemerhati sosial-pendidikan FKIP Unisma, staf penelitei Pusat
Studi dan Pengembangan Kebudayaan (PUSPeK) Averroes Malang
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
>
***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke