sebenarnya ini kasus lama...dulu di jepun pernah kejadian dan emang 
ada satpam kbri tokyo (kalo gak salah) yg terlibat. detilnya mungkin 
mba fauziah lebih tau...ntah lah napa ini terus terulang lagi...

--- In [email protected], "Ari Condro" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> wah, bangunan lantai 4 isinya ratusan gadis Indonesia yg di "xxx" 
kan ?  ini
> mah bukan gunung es lagi, ini mafioso sekali ...  anak anak deplu 
di jepang
> gimana sih ?
> 
> salam,
> Ari Condro
> 
> ----- Original Message -----
> From: "Edi suharyadi" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> Assalamualaikum wr. wb.
> 
> 18 yang terungkap tsb ibarat gunung es.
> 
> Ada contoh kasus yang lain nich:
> 
> Kurang lebih 1 km dari tempat saya tinggal, ada 1 bangunan 
berlantai 4, yang
> dihuni hampir ratusan wanita-muda-belia Indonesia. Mereka adalah 
para
> "hostes" yang bekerja di club-club dan pub-pub malam yang tersebar 
di kota
> tempat saya tinggal.
> Mereka memegang VISA pertukaran budaya. Karena hanya beberapa 
bulan, mereka
> biasa saja keluar-masuk Jepang-Indonesia, untuk sekedar 
memperbaharui visa.
> "Mulus"-nya modus ini karena ada oknum pemerintah (Indonesia-
Jepang) yang
> terlibat, juga kelompok mafia/genk paling berpengaruh (ditakuti) di 
Jepang.
> Sebagian besar dari mereka sudah datang ke Jepang untuk kesekian 
kalinya
> (ketagihan).
> Sebagian ada yang memang tidak tahu jenis pekerjaannya. Kelompok 
ini, jika
> punya keberanian biasanya memilih kabur. Dari yang kabur, jika 
beruntung
> akan mendapatkan pekerjaan (pekerja illegal) dan kadang ada orang 
Indonesia
> yang bertanggung jawab untuk melindunginya (menikah).
> 
> Sekali saya dan istri mencoba untuk "masuk" ke "bangunan" itu, tapi 
tidak
> berhasil "menembus", lantaran ada "bayang-bayang" mafia tsb.
> Jalur "gaul"-nya hanya Pondokan-Pub-Supa, tidak lebih dari itu.
> 
> Wassalam
> ES
> (yang ikut prihatin.............)
> 
> 
> Tonang Ardyanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Maaf, saya sulit berkomentar. Dulu pernah sekali di pesawat ada 
yang tanya
> soal mengisi form imigrasi. Karena pas kursi sebelah kosong, dia 
pindah.
> Dari cerita-ceritanya, ada kemungkinan juga dia termasuk salah satu 
korban
> begini karena dia datang ke Jepang sendirian, tanpa arahan yang 
jelas nanti
> disana mau dimana, mau apa dsb.
> 
> Selebihnya, sulit berkomentar selain sangat prihatin.
> 
> Tonang
> ====
> 
> 18 Wanita Dijual ke Jepang
> 
> 
> 
> JAKARTA - Kasus perdagangan perempuan ke luar negeri kembali 
terungkap. Kali
> ini, 18 perempuan dikirim ke Jepang untuk dijadikan pelacur. 
Modusnya
> berkedok pengiriman duta seni budaya Indonesia.
> 
> Mereka dibawa oleh perusahaan jasa impresariat yang terdaftar di 
Departemen
> Kebudayaan dan Pariwisata, PT Mediaseni Indonesia. Kini, mereka 
sudah
> dipulangkan ke Indonesia. Lima orang dipulangkan atas bantuan IOM 
dan
> Solidaritas Perempuan serta 13 lainnya diurus PT Mediaseni 
Indonesia.
> 
> Menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Farida Hatta, kasus 
tersebut
> terungkap setelah ada laporan dari LSM Solidaritas Perempuan pada 
18 Oktober
> lalu. Kini, kasus itu ditangani Polda Metro Jaya.
> 
> Kemarin, kasus tersebut diangkat dalam rapat koordinasi di Kantor
> Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan RI Jakarta Pusat. Rapat 
itu
> melibatkan Polri, Departemen Kebudayaan-Pariwisata, anggota Komisi 
VIII DPR
> RI, serta Duta Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (P3A) 
Dewi Hugesh.
> 
> Masalah tersebut juga sudah dibahas bersama menteri terkait, yaitu 
menteri
> sosial, menteri luar negeri, menteri tenaga kerja dan transmigrasi, 
menteri
> kebudayaan dan pariwisata, menteri hukum dan HAM, serta menteri 
komunikasi
> dan informasi.
> 
> "Kasus ini sebenarnya hanya pucuk gunung es. Di bawah masih banyak 
kasus
> serupa. Satu impresariat bisa mengirimkan tiap enam bulan. Jadi, 
bisa
> dihitung sendiri jumlahnya. Bisa mencapai ratusan bahkan ribuan 
orang sejak
> berapa tahun lalu," ungkap Meutia.
> 
> Untuk wilayah Jakarta saja, ada sekitar 120 perusahaan seperti itu. 
Bisa
> jadi, banyak perusahaan lain yang membuka praktik seperti itu.
> 
> Sebelum diberangkatkan, wanita-wanita tersebut dikontrak enam bulan 
dengan
> gaji 50 ribu yen per bulan. Namun, setelah di Jepang, gaji itu tidak
> dibayarkan sepenuhnya.
> 
> Para korban tersebut mendaftar setelah membaca iklan tenaga seni 
budaya di
> surat kabar pada pertengahan 2004. Sebelum diberangkatkan ke 
Jepang, mereka
> ditampung dan dilatih seni tari dan menyanyi. Hal itu membuat 
mereka tak
> berprasangka macam-macam.
> 
> Di Jepang, mereka dipekerjakan di restoran dan karaoke. Pada minggu 
pertama
> serta kedua, tugasnya memang seperti duta seni dan budaya. Namun, 
minggu
> ketiga dan seterusnya, mereka sudah tidak menjadi duta seni, 
melainkan harus
> melayani tamu.
> 
> M. Jaelani, penyidik Direktorat Reserse Kriminal (Ditreskrim) Umum 
Polda
> Metro Jaya menyatakan, kepolisian sudah menahan Direktur Utama PT 
Mediaseni
> BN dan pemilik perusahaan, AJB .
> 
> "Mereka kami jerat pasal berlapis, yaitu pasal 297 KUHP tentang 
perdagangan
> perempuan yang ancaman hukumannya enam tahun, pasal 266 KUHP tentang
> memberikan keterangan palsu, serta pasal 378 KUHP tentang penipuan,"
> tegasnya.
> 
> Dia menambahkan bahwa kepolisian tidak berwenang menutup 
perusahaannya.
> Sebab, hal itu merupakan wewenang instansi lain.
> 
> Namun, Meutia mengaku sudah meminta agar Departemen Kebudayaan dan
> Pariwisata meneliti kembali perusahaan yang beroperasi sejak 1999 
tersebut.
> 
> Untuk menekan kasus perdagangan perempuan, pemerintah telah 
mengajukan
> rancangan UU Perdagangan Orang dan Anak. Menurut anggota Komisi 
VIII DPR RI
> Aisyah F., RUU tersebut akan dibahas pada masa persidangan kedua 
2005/2006
> yang dimulai 24 Oktober ini. "Selambatnya pertengahan tahun depan 
sudah
> selesai," ujarnya. (ran)
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke