24.10.2005

Ibu Muda Usia di Jerman

Oleh: Dorothee Brandt

(Ibu muda cantik-Anna, belajar menjadi ibu dengan
"bayi simulator")

Apa yang terjadi jika anak-anak menjadi orangtua? Di
Jerman semakin bertambah jumlah kehamilan yang tidak
diinginkan para remaja putri yang tergolong sangat
muda. Sebagian besar dari mereka ternyata tak dapat
membayangkan menjadi ibu dan hidup bersama seorang
anak. 

Tahun lalu, di Jerman sekitar 8 ribu remaja putri di
bawah 18 tahun memutuskan untuk melakukan aborsi. Dan
menurut dinas statistik Jerman, tahun lalu tercatat
868 remaja putri, berusia 15 tahun atau lebih muda
dari itu, yang mendapatkan anak. 

Kehamilan Yang Tidak Diharapkan

Anna yang kini berusia 17 tahun, menjadi ibu bagi Lea
sejak 18 bulan lalu. Lea yang  berambut pirang dan
enerjik,  meluncur dengan tidak sabar dari pelukan
ibunya. Ia mondar mandir, mengucapkan halo dengan
suara keras kepada setiap orang.  Anna bahagia bersama
putrinya, walau pada awalnya ia sangat terguncang
menghadapi kehamilan yang tak diharapkan itu. 

"Saya sama sekali tak bisa memilih apakah saya akan
melanjutkan kehamilan itu atau tidak, karena saya
sangat terlambat menyadarinya." 

Saat ini, hubungan dengan ayah sang anak, yang
sama-sama masih remaja, terputus.

"Sebetulnya kami belum lama saling kenal, dan tentu
saja situasinya sulit karena kami kan sebetulnya bukan
pasangan. Ketika ketahuan bahwa saya hamil, kami
mencoba untuk tinggal bersama di satu rumah. Tapi
baru-baru ini kami berpisah." 

Masa Muda Yang Tak Bisa Dinikmati

Anna mengenang, malam-malam pada tiga bulan pertama
sangat melelahkan. Setiap malam, dia harus bangun
sedikitnya 4 kali, untuk menyusui Lea. Jadi,  pada
awalnya juga tidak mungkin bagi Anna untuk bertemu
teman-temannya di malam hari.  Dia tak bisa ikut
nongkrong di bar karena harus menemani anaknya ikut
kelompok bermain. Dia juga tak bisa ikut
teman-temannya berjemur di pantai karena harus
menemani anaknya main di taman. 

Anna:  "Kalau saya lihat bagaimana kehidupan
teman-teman saya, yang dulu juga saya jalani, hal yang
kami lakukan bersama, misalnya malam-malam iseng naik
mobil ramai-ramai ke luar kota, sekarang itu tak bisa
lagi saya lakukan sesering dulu. keleluasaan saya
selalu tergantung pada apakah ada orang yang menjaga
anak saya atau tidak. Tetapi saya juga tidak mau kalau
orang tua saya yang mengambil alih semua urusan dan
mereka juga seringkali tidak mau."

Ritme Hidup Harus Diubah

Karin Horst memimpin sebuah rumah untuk ibu dan anak
di Köln. Ia yakin, bahwa seorang remaja pun, dengan
dukungan orang tuanya, dapat menjalani peran sebagai
ibu. Tapi, para gadis remaja itu harus terlebih dulu
memahami, bahwa ritme kehidupan bayi, sulit untuk
dihubungkan dengan kehidupan malam yang penuh pesta,
atau dugem mengutip istilah yang populer di tanah air.


Terlambatnya Penjelasan Seksual

Bertambahnya jumlah remaja yang punya anak, bukan cuma
persoalan yang dihadapi Jerman. Menurut penelitian
yang dilakukan UNICEF, setidaknya 1,25 juta remaja
hamil setiap tahunnya di 28 negara maju yang tergabung
dalam Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan
Pembangunan (OECD). Dari jumlah itu diperkirakan 
setengah juta melakukan aborsi dan sisanya akan
menjadi ibu dalam usia belia.  Kembali ke Jerman,
pertanyaannya adalah, mengapa semakin banyak remaja
Jerman yang punya anak? Bukhard Schauf, ginekolog dari
RS milik Universitas Tübingen punya penjelasan. 

Schauf: "Di satu pihak, remaja putri sekarang lebih
cepat matang secara seksual. Mungkin juga ada
kaitannya dengan penjelasan mengenai masalah seksual. 
Boleh jadi orang tua masih berpendapat : “anak saya
tidak akan melakukannya, tidak sejauh itu, mungkin di
umur 16, jadi saya akan menjelaskan soal itu jika dia
berumur 15 “, dan untuk ukuran sekarang itu ternyata
sudah terlambat."

Masalah Ibu Muda Usia

Salah satu kesulitan utama yang menghadang para ibu
muda usia adalah mencari pekerjaan yang layak. 
Kebanyakan dari mereka masih dalam usia wajib sekolah
dan perjuangan mereka sangat berat untuk menamatkan
pendidikan. Tapi Anna sangat yakin ia bisa
melakukannya. Saat ini ia melanjutkan belajar di
sekolah malam. jadi, siangnya ia punya banyak waktu
untuk putrinya.  Apa harapannya bagi Lea?

Anna:  "Semoga dia bisa menjalani semuanya dengan
normal.  Masuk taman kanak-kanak dan seterusnya, dan
saya juga selalu punya cukup waktu untuk dia.  Saya
juga berharap segala sesuatu yang menyangkut saya
berjalan lancar."

Masa Depan Tidak Cerah

Punya anak semasa masih remaja, diasosiasikan erat
dengan kerugian di masa depan. Beberapa dicatat dengan
baik oleh Innocenti Report Card No. 3 yang diterbitkan
Unicef  Juli 2001. Di 13 negara UE, rata-rata
perempuan yang melahirkan semasa remaja,
kemungkinannya dua kali lebih besar untuk hidup dalam
kemiskinan.  Statistik mencatat, kemungkinan mereka
untuk drop out dari sekolah juga lebih besar, tidak
punya kualifikasi atau hanya mempunyai kualifikasi
rendah untuk dipekerjakan, sehingga mereka hanya dapat
mengisi tempat kerja dengan gaji rendah. Mereka juga
cenderung tinggal dalam rumah dengan kondisi
mengenaskan, menderita depresi dan hidup kekurangan.
Sejalan dengan itu, anak dari ibu yang masih remaja
kemungkinan juga hidup miskin, dibesarkan tanpa ayah,
disia-siakan atau jadi korban penganiayaan, tidak maju
di sekolah, terlibat dalam kriminalitas, mengkonsumsi
obat-obatan dan alkohol. Terkadang mereka juga menjadi
orangtua dalam usia sangat muda dan siklus itupun
berulang kembali.  

Patut direnungkan, apakah hamil dan punya anak di usia
remaja merupakan kecenderungan gaya hidup masa kini,
ataukah justru persoalan.




        
                
__________________________________ 
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke