Ini memang masalah pelik mBak.

Kegetolan beragama, terjadi selama manusia didunia. mengandalkan 
nalar, seringkali sulit, karena dasar nalar adalah IPTEK, dan IPTEK 
itu tak mudah. Memahami mathematica saja tak mudah kan? apalagi, 
misalnya Quantumphysik, Nano-Technologie, dsb.

Lebih mudah, mengandalkan kepercayaan, tinggal memejamkan mata,deg 
deg-an hilang. Dengan puas, pulang kita dari rumah ibadah (selama 
rumah ini tak dibakar).

Anehnya, dari research parapsychology dari Universitas Universitas 
terkenal, dalam proses hypnosis, manusia yang menjalankan regressi, 
artinya, berperjalanan kekehidupan yang lalu, tak pernah 
mengkisahkan, misalnya, "aku ketemu teman teman dari agama anu, 
mereka bersemayam ditingkat ketujuh surga, dikelilingi bidadari, dsb".

Tak ada hal hal yang dapat dijadikan referensi, adanya  pengutamaan 
pemeluk agama tertentu dalam hidup setelah kematian. Yang banyak 
dibuktikan, malah, seseorang, yang telah mati, lalu hidup dalam 
manusia yang lain

(http://www.healthsystem.virginia.edu/internet/personalitystudies/, 
atau  http://de.wikipedia.org/wiki/Ian_Stevenson).

Jadi, kecapku no 1, memang adalah perilaku manusia sebelum mati, dan 
tak pernah terbukti kebenarnnya.

Namanya juga sekedar keyakinan, kepercayaan. Percaya boleh dong?

Salam

danardono

 




--- In [email protected], Carla Annamarie 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> 
> banyak orang yg dulunya agamais, jadi berubah skeptis n pesimis ttg 
agama,
> karena melihat realita kehidupan beragama, melihat tokoh2 agama yg 
cuma
> jadi seperti penjual obat aja, agama dijadikan alat propaganda 
politik utk
> kekuasaan n uang, ajaran agama bukan lagi sesuatu yang sakral n 
alat utk
> mencapai Sang Pencipta, tp agama dijadikan komoditas, agama jadi 
alat
> kampanye politik, nilai agama menjadi semakin gak berarti...
> 
> saat ini, klo dipikir2 pake nalar ngapain juga pun agama, agama 
cuma jadi
> formalitas, agama cuma ikut2an orangtua, agama cuma jadi pemanis di 
KTP
> aja.., agama memang udah kehilangan arti dalam hidup manusia...
> 
> dijaman ini, udah banyak hal2 yang bisa menggantikan agama.., 
bahkan udah
> banyak hal2 yg bisa dijadikan Tuhan dalam hidup manusia, yang bisa
> dijangkau dengan nalar : karier, uang, kedudukan, keluarga, 
pasangan...even
> yang paling sering ditemui dalam kehidupan manusia saat ini 
adalah "manusia
> men-Tuhankan dirinya sendiri" dan "manusia yang men-Tuhankan 
agamanya"
> 
> my question is where's God exactly..?, apakah Tuhan memang ada 
hubungannya
> dengan agama2 saat ini..? atau agama cuma reka2an aja? karena 
manusia yang
> beragama adalah  reflexion of God, so if religion is the cause of
> suffering, killings, and hatred among man.., is it the reflexion of 
God..?
> in that case, what's the point of having a religion anyway..?
> 
> jadi inget lagunya John Lennon "imagine"
> imagine there's no heaven
> imagine no hell below us
> imagine all the ppl living for today
> imagine there's no country
> nothing to kill or die for
> and no religion too
> imagine all the ppl
> living alive n peace
> imagine no possesion
> i wonder if u can
> imagine..
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>                                                                     
       
>              Robertus 
Budiarto                                             
>              
<[EMAIL PROTECTED]                                             
>              
hoo.com>                                                   To 
>              Sent by:                  
[email protected]            
>              
[EMAIL PROTECTED]                                          cc 
>              
ups.com                                                       
>                                                                    
Subject 
>                                        Re: [ppiindia] Re: Adam Hawa 
ada?   
>              10/25/2005 03:57          Iman dan 
Nalar?                     
>              
PM                                                            
>                                                                     
       
>                                                                     
       
>              Please respond 
to                                             
>              
[EMAIL PROTECTED]                                             
>                   
ups.com                                                  
>                                                                     
       
>                                                                     
       
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Lah iki penyakite wong beragama Paimin Dona Doni dan Mbak Lina, kok 
ya
> kesusu nemen sih langsung memojokkan arkeolog/ilmu pengetahuan??
> Kok cinta banget karo doktrin, kaya militer saja... hi..hi...hi...
> 
> Siap Grak, Hormat Grak... Majuuuuuuuu  mundur....  he..he.. kapan 
majune
> Indonesia???
> 
> Salam
> Bobby Budiarto
> 
> dona doni <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> betul kata mbak lina ...ngapain cari bukti2 arkeolog ..buang waktu 
saja
> memang susah meyakinkan manusia yang katanya mengakui kemahakuasaan 
Tuhan
> ..tetapi tidak yakin Tuhan bisa melakukan apapun sesuai kehendakNya
> ...tetapi lebih bisa menerima secara nalar pengakuan/tulisan orang 
yg
> mengaku2 ditunjuk jadi nabi dan menerima wahyu Tuhan ..
> 
> 
> Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Gak ngambek. Itu kan cuma saran dan juga untuk memenuhi nasehatnya
> Pdt. Eka Darmaputera tsb toh? Atheis itu independent dari segala
> doktrin agama. Jadi baca saja apa pendapat mereka ttg kedua kitab
> suci.
> 
> Kalo soal bernalar ria dalam beragama, silakan bernalar soal tuhan
> menjadi manusia dan manusia menjadi tuhan. Percaya gak kalo ada
> pendeta/kitab suci ngomong soal tuhan menjadi manusia dan
> sebaliknya? Ada bukti gak?
> 
> Bisa di nalar kan gak perlu pake bukti arkeolog.
> He..he..terserah sampeyan mau memberi nama siapa kepada sepasang
> manusia pertama di bumi ini. Silakan cari dari bukti arkeolog. Buat
> saya sih, buang waktu ngurusin hal begini.
> 
> wassalam,
> 
> 
> ---------------------------------
> Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-
india.org
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> 
> 
> SPONSORED LINKS
> 
> Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language course
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> YAHOO! GROUPS LINKS
> 
> 
> 
> 
>     Visit your group "ppiindia" on the web.
> 
>     To unsubscribe from this group, send an email to:
>  [EMAIL PROTECTED]
> 
>     Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service.
> 
> 
> ---------------------------------
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
>  Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-
india.org
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke