26.10.2005
Industri Gula Eropa
Oleh: Christoph Heinzel
Bagi para produsen gula di Eropa, Organisasi
Perdagangan Dunia atau WTO telah mengubah manisnya
gula menjadi pahit. WTO akan mengeluarkan putusan yang
memenangkan pengaduan bahwa Uni Eropa melanggar
kesepakatan pembatasan subsidi ekspor.
Brazil, Thailand dan Australia mengadukan pelanggaran
Uni Eropa atas kesepakatan pada putaran Uruguay
mengenai pembatasan subsidi ekspor tersebut. Ketiga
negara ini menganggap pelanggaran yang dilakukan Uni
Eropa merugikan, karena menjadikan harga gula Eropa di
pasaran dunia menjadi amat murah, sehingga mengganggu
perdagangan gula dunia. Padahal dalam 10 tahun
terakhir, Brazil sendiri telah mengekspor lebih dari
10 juta ton pertahun. Dan menurut data tahun 2004,
jatah ekspor gula negara-negara Uni Eropa dalam
perdagangan dunia hanya 15 persen dari total
produksinya. Sementara Australia dapat mengkekspor 85
persen dari total produksi gula nasionalnya.
Rencana Reformasi Uni Eropa
Uni Eropa telah mengumumkan rencana untuk melakukan
reformasi bertahap untuk mengurangi subsidi, maupun
jumlah gula yang layak mendapat subsidi. Rencana
reformasi itu berupa pengurangan bertahap jumlah
volume ekspor dari total 17 setengah ton menjadi 14,5
juta ton dalam 4 tahun kedepan. Bagi para petani dan
perusahaan yang tak mampu menghasilkan uang akan
mendapatkan kompensasi. Nantinya, konsumen pun tidak
harus membeli gula dalam batas regional atau hanya
antar sesama anggota Uni Eropa seperti yang sekarang
sedang terjadi, namun dapat memilih dari sumber-sumber
lain yang kompetitif dan tentunya lebih murah. Bagi
industri makanan, struktur industri gula yang lebih
liberal ini jauh lebih menguntungkan.
Kalah Bersaing di Pasaran Dunia
Namun bagi negara-negara Eropa penghasil gula, seperti
Jerman, Perancis dan Polandia, hal ini jelas akan
menimbulkan persoalan besar. Mereka tidak akan dapat
bersaing dengan negara lain di pasaran internasional.
Gert Volker Berning, seorang petani penghasil gula di
daerah Euskirchen Jerman, berpendapat:
"Kami tidak bisa menjual gula semurah Thailand atau
Brazil karena perbedaan sistem, seperti tingkat
pendapatan, tingkat sosial dan pajak.
Industri Gula Akan Gulung Tikar
Pemangkasan subsidi sampai 42% ini nantinya akan
mengganggu mekanisme produksi gula Eropa. Bila
pabrik-pabrik gula tidak dapat memenuhi volume
produksinya, maka mereka harus menutup pabrik
pabriknya dan tentunya hal ini memukul masa depan para
petani dan industri-industri pendukungnya.
Salah satu pabrik gula "Koelner", yang terletak di
Euchkirchen, 30 kilometer dari kota Bonn, telah
beroperasi sejak tahun 1913 dan mempekerjakan sekitar
180 karyawan tetap. Produksi tahunannya mencapai
140.000 ton gula. Mereka menampung bit dari lahan
lahan 1.200 petani yang mengelola 16.500 hektar lahan
bit yang berada di daerah sekitar, yaitu dari Koblenz,
Köln, Siegburg dan Düren.
Saat subsidi industri gula dipotong nanti, pabrik gula
Koelner akan menghadapi masalah besar. Biaya produksi
dan keuntungan tak lagi imbang, sehingga keruntuhan
ada di depan mata. Dan bila pabrik harus benar benar
tutup, maka makin banyak pengangguran dan pendapatan
kota Euchkirchen pun akan jauh berkurang. Dr. Stefan
Brinker, pimpinan bagian pertanian perusahaan itu
berkomentar:
Brinker: "Bila pabrik ini tutup, maka sudah dapat
dipastikan 180 orang akan kehilangan pekerjaan, dan
mereka tak punya banyak pilihan untuk bekerja di
bidang lain. Ini amat mengganggu struktur masyarakat.
Dampak Kebijakan
Bulan lalu, 6000 petani bit Eropa mengadakan
demonstrasi besar-besaran di depan kantor Uni Eropa di
Brussel. Mereka memprotes kebijakan Uni Eropa yang
dianggap sangat merugikan dan berdampak buruk bagi
masa depan mereka.
Berning: "Pemerintah Jerman amat berpihak dengan
kebijakan baru ini. Namun tidak demikian dengan
politisi. Tapi, ya begitulah, selalu ada persoalan
diantara mereka. Masalahnya bila hal ini dibiarkan
berlarut-larut maka di daerah ini saja, 600 orang akan
kehilangan pekerjaan.
Setiap kebijakan ekonomi selalu memiliki dampak. Bagi
para petani bit di Jerman, keputusan WTO ini amat
mencemaskan dan kemungkinan pengangguran akan
meningkat dengan adanya liberalisasi dalam industri
gula.
__________________________________
Yahoo! FareChase: Search multiple travel sites in one click.
http://farechase.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/