** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org ** 
** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ** 
** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Surat Kembang Kemuning: 

TEMU SASTRA TENTANG ANDRE MALRAUX DAN E.DU PERRON DI SORBONNE PARIS

15 Nopember 2005.

4.


Dibandingkan dengan masa hidup André Malraux yang mencapai 75 tahun, E. du 
Perron hanya sempat mengenyam hidup selama 41 tahun.

Eddy du Perron dilahirkan di Jawa Barat -- kalau tidak salah ingat di daerah 
Sukabumi --  pada tahun 1899 dalam sebuah keluarga bangsawan atau lapisan atas 
masyarakat,  pemilik tanah kaya, yang tinggal di Hindia Belanda, yang sekarang 
bernama Indonesia. Adalah wajar apabila asal sosial ini meninggalkan bekas pada 
kehidupan psikhologi Eddy.Dua puluh dua tahun dari 41 tahun masa hidupnya, 
dilewatkan oleh Eddy di tanah asalnya. Barangkali dari perasaan inilah Eddy 
melahirkan karya utamanya yang berjudul "Negeri Asal" [Het land van herkomst], 
terbit pertama kali dalam tahun 1935 artinya pada Eddy mencapai usia 35 tahun.

Tahun 1921, ketika Edddy sudah berusia 22 tahun, orangtua Eddy berkeputusan 
untuk pergi dan menetap di Eropa.

Setelah melampaui masa singkat yang disebut "periode moderniste", 1923-1926, 
Eddy memastikan kedudukannya dalam dunia sastra Belanda sebagai "penyelusup 
yang tidak disukai", yang jika  menggunakan istilah Johanna Lederer, sang 
penari-sastrawan dan pakar sastra Amerika itu, sebagai "une espèce 
d'intrus".Dengan sikap ini Eddy mencermati "produksi sastra Negeri Belanda dari 
sudut pandang baru dan bebas", sekaligus mempertahankan pandangan bahwa 
kepribadian seorang pengarang sebagai faktor menentukan kadar sastranya". 
Dengan sikap dan pandangan inilah Eddy melancarkan kritik-kritik tanpa kompromi 
dan tajam. Melalui esei-esei demikian Eddy bertarung melawan "mentalitas 
kolonial" menggunakan sebuah majalah progresif yang kecil.Dengan ini kita 
menyaksikan bahwa akhirnya Eddy menjadikan sastra sebagai senjata di tangannya 
untuk berjuang, guna mewujudkan harapan dan mimpi-mimpinya sebagaimana juga 
yang dilakukan oleh Multatuli dan pengarang-pengarang besar lainnya di berbagai 
negeri. 
 Dalam pertarungan inilah Eddy makin memantapkan pandangan dan sikap sampai ia 
meninggal di Negeri Belanda pada tahun 1940 karena serangan jantung setelah 
serangan udara Jerman.

Keberpihakan E.du Perron pada kemanusiaan -- untuk tidak mengatakan berpihak 
pada rakyat terjajah -- bukanlah datang serta-merta. Ia lahir melalui suatu 
proses. Barangkali di sinilah antara lain terdapat peran diskusi saban hari 
Eddy dengan Malraux, ketika Eddy tinggal di Paris sebagai wartawan. Tapi yang 
lebih menentukan lagi adalah pengalaman langsung Eddy ketika ia kembali ke 
"Negeri Asal"nya Hindia Belanda, pada bulan Oktober 1936, seusai Perang Saudara 
di Spanyol antara kaum repupbliken melawan pasukan fasis Franco yang disokong 
oleh Hitler. Kepergian Eddy kembali ke Hindia Belanda, menurut Johanna Lederer, 
pada tahun tersebut sebagian disebabkan oleh rasa muaknya pada politik yang ia 
alami ketika tinggal di Paris. Tapi ketika ia tiba di Hindia Belanda, ia tidak 
lagi bisa mengelak dari politik. Selama hampir tiga tahun [1936-1939] ia 
tinggal di Hindia Belanda, tiga tahun ini ditandai oleh konfrontasi 
terus-menerus dengan masyarakat kolonial. Eddy pun dengan kejadian ini 
 menjadi kehilangan mimpi-mimpi  indahnya akan masyarakat kolonial. Ia tidak 
bisa menerima mentalitas kolonial. Ketidaktahanan dan perlawanan yang 
menandakan watak jujur dari E.du Perron sebagai sastrawan. Ia memberontaki 
ketidakadilan kolonial dan menjadi sangat politis. Pengalaman hidup kembali di 
"Negeri Asal" membuat Eddy dari muak politik menjadi sadar politik dan memilih 
pihak yang menantang kolonialisme.Barangkali tahap sadar politik dan mengambil 
pihak ini merupakan tahap kedua bagi kehidupan Eddy sebagai penulis.Tahap baru, 
tahap sadar politik yang dia mulai pada usia 37 tahun.

Ancaman Perang Dunia II yang makin menegangkan Asia Tenggara termasuk Hindia 
Belanda, memaksa E. du Perron pada September 1939, meninggalkan "Tanah Asal"nya 
lagi dan pergi menetap ke Negeri Belanda di mana ia delapan bulan kemudian 
meninggal oleh serangan jantung setelah Negeri Belanda dibom pesawat-pesawat 
Hitler.Maut yang ditabur oleh bom-bom Hitler menghentikan Eddy melanjutkan 
tahap kedua hidupnya.

Rician biografi Eddy bisa disimak selain melalui romannya Het land van 
herkomst, juga dan terutama melalui karya Kees Snoek, yang telah menulis 
biografi lengkap E. du Perron berjudul "E. du Perron. Het leven van een smalle 
mens" [La vie d'un homme étroit], terbit dalam bulan Maret 2005.

***

Dari riwayat singkat Eddy di atas, aku melihat bahwa penulis yang jujur 
akhirnya didorong untuk memilih pihak dan pihak itu adalah kemanusiaan dan 
keadilan. Pemilihan pihak ini disertai oleh munculnya kesadaran politik tanpa 
harus menjadi partisan partai politik. Adanya kesadaran politik membuat pena 
penulis menjadi lebih tajam. Dari pengalaman Eddy, aku melihat bahwa kesadaran 
politik ini dilahirkan oleh lingkungan di mana Eddy hidup yang keras dan 
merusak bayangan-bayangan indahnya. Kecuali itu ia pun dilahirkan oleh 
kesanggupan membaca kehidupan.


***


Tapi AFI "Pasar Malam" Paris yang menjadi penyelenggara Temu Sastra di Sorbonne 
ini bersama-sama lembaga-lembaga Prancis dan Belanda, tentu tidak 
menggarisbawahi masalah di atas. Penyelenggara mengangkat Malraux dan du Perron 
terutama dalam rangka memperkenalkan Indonesia dengan pendekatan kebudayaan di 
kalangan masyarakat Perancis. Malraux dan du Perron, dua tokoh besar sastra 
Eropa Barat, dijadikan sebagai jembatan mencapai tujuan tersebut. Tapi di 
samping itu, barangkali Temu Sastra Sorbonne ini pun bisa dijadikan langkah 
pertama yang kecil untuk mengenal lebih lanjut kedua sastrawan penting ini.***

Paris, Oktober 2005.
-------------------
JJ. Kusni

[Selesai]


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.org **
** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke