Warga Miskin Capai 120 Juta-140 Juta
   Indikator World Bank 


JAKARTA-Dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang menggunakan 
indikator internasional, seharusnya jumlah kabupaten daerah tertinggal direvisi 
menggunakan indikator yang sama. 

Hal itu dikatakan pengamat ekonomi-politik Ichsannuddin Noorsyi dalam Forum 
Kajian Sosial dan Demokrasi (Foksi) di Hotel The Acasia, Jakarta, Minggu 
(30/10).

Noorsyi mengatakan, kalau pemerintah dalam menaikkan BBM menggunakan indikator 
internasional, maka seharusnya juga memakai indikator internasional dalam 
memprediksi orang miskin di Indonesia. Kini jumlah orang miskin diperkirakan 
mencapai 120 juta jiwa, bukan 62 juta jiwa.

Tapi, jika memakai indikator Bank Dunia, akan didapat orang miskin di Indonesia 
mencapai 120 juta-140 juta. Angka kemiskinan yang diterbitkan baik oleh Bank 
Dunia maupun Asia Development Bank, atau yang dilakukan LSM tentang kemiskinan, 
angka itu seharunya dikorelasikan dengan daerah tertinggal.

Dengan demikian, kata dia, akan bisa dilihat langsung apakah hanya penduduknya 
yang miskin, atau hanya daerahnya yang miskin. ''Lo BBM saja pakai ukuran Bank 
Dunia, seharusnya daerah tertinggal juga memakai indikator Bank Dunia,'' 
ujarnya.

Noorsy juga menambahkan, yang menjadi masalah adalah angka-angka di Badan Pusat 
Statistik (BPS). Karena itu, data tersebut perlu diperbaiki supaya mendekati 
keakuratan. Begitu juga kebijakan untuk mengatasi kemiskinan harus diperbaiki. 
Sementara daerah tertinggal, menurutnya, bisa diatasi dengan proyek-proyek 
infrastruktur agar tidak tertinggal.

Ketua PBNU Dr Andi Jamaro menyatakan, kini orang berlomba-lomba mempertontonkan 
kemiskinan di depan publik, sehingga masyarakat internasional tahu begitulah 
orang-orang miskin di Indonesia. Padahal, zaman dahulu, kemiskinan itu tidak 
boleh dipertontonkan, karena dianggap sebuah aib.

''Kemiskinan itu sengaja dieksploitasi sehingga menjadi sebuah komoditas 
politik. Karena dengan begitu pemerintah sengaja merekayasa dan menggeser 
sasaran kemarahan rakyat kepada kepala desa, ketua RT dan RW. Bahkan, sudah 
banyak kepala desa dan Ketua RT/RW jatuh korban diamuk warganya,'' ujarnya.

Jamaro menambahkan, saat ini pemerintah diminta untuk membantu mengawasi 
subsidi penyaluran dana kompensasi BBM ini. ''Makanya kita tunggu saja, 
bagaimana nanti saran dari PBNU, apakah mau diperbaiki atau tidak,'' katanya. 
(aih-48t) 

 

dikutip dr http://www.suaramerdeka.com/harian/0510/31/nas08.htm



                
---------------------------------
 Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.  

[Non-text portions of this message have been removed]





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke