Sebagai Bahan Tabayun bagi kita semua untuk dapat mengetahui tentang 
Ahmadiyah dari Sumbernya Langsung atau paling tidak dari 
penganutnya, Buku BSHP ini ditulis oleh anggota Jemaat Ahmadiyah.

Versi onlinenya dapat dilihat pada link berikut :

http://www.ahmadiyya.or.id/pustaka/buku/bshp/


Minggu, 30 Okt 2005
* Memahami Yang Berbeda
*
Buku ini memberikan pelurusan seputar konsep keislaman aliran
*Ahmadiyah*yang menjadi kontroversi di kalangan umat Islam Indonesia.
Konkroversi itu
berujung pada terjadinya tindakan anarkis terhadap penganut aliran 
Islam ini
serta berpuncak pada dijatuhkannya fatwa "sesat" dan "menyesatkan" 
oleh
Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap aliran dengan Mirza Ghulam 
Ahmad
sebagai pionernya ini. Karena memang secara faktual, banyak dari 
konsep
keislaman aliran *Ahmadiyah* yang belum dipahami secara menyeluruh 
dan tidak
ditempatkan secara proporsional sesuai dengan pemahaman para 
penganutnya
serta argumentasi yang dipegangnya. Dan buku ini mencoba memaparkan
pemahaman yang "sebenarnya". Di antaranya yang paling kontroversial 
adalah
seputar konsep kenabian-kerasulan serta kitab suci yang dijadikan 
pegangan
para penganutnya.

Sejauh ini, vonis "sesat" dan "menyesatkan" yang dijatuhkan pada
*Ahmadiyah*di antaranya bertumpu pada pemahaman bahwa aliran Islam
yang satu ini tidak
mengakui kepamungkasan kenabian-kerasulan Muhammad. Singkatnya,
*Ahmadiyah*meyakini ada nabi setelah Nabi Muhammad. Yaitu Mirza 
Ghulam
Ahmad, sang
pelopor aliran ini. Padahal, secara tegas ajaran Islam mengikrarkan
bahwasanya "tidak akan ada nabi setelah Muhammad". Atas dasar ini, 
maka *
Ahmadiyah* dituduh "sesat".

Benarkah demikian? Pertama, harus disadari bahwa sejak zaman bahela, 
dalam
jagad keilmuan Islam tema kenabian pada dasarnya kerap mengundang
kontroversi dan pluralitas pandangan. Terutama dalam cakrawala dunia
filsafat Islam. Artinya, masalah itu masih terbuka untuk 
diperdebatkan dan
sulit ditegaskan dalam bentuk klaim kebenaran satu pandangan atas 
pandangan
yang lainnya. Apakah ada nabi setelah Nabi Muhammad? Kalau ada dalam
pengertian dan ruang lingkup yang bagaimana? Semua itu adalah
kontroversi-kontroversi yang pada dasarnya lumrah mewarnai jagad 
pemikiran
keislaman. Terutama klasik. Hanya saja, kini kurang berkembang dan 
cenderung
dipakemkan pada satu perspektif.

Kedua, kalaupun para penganut *Ahmadiyah* meyakini Mirza Ghulam Ahmad
sebagai nabi, maka hendaknya harus kita pahami dalam pengertian dan 
ruang
lingkup yang bagaimana kenabian Mirza tersebut. Lebih dari itu, 
argumentasi
yang diajukan juga harus kita apresiasi dan pertimbangan sesuai 
dengan kode
etik keilmuan. Tidak boleh ada penuduhan, klaim, serta penghakiman 
secara
sepihak dalam hal ini. Karena hal itu, sebenarnya bertentangan dengan
prinsip Islam sendiri yang selalu mengedepankan konsep dialog dan 
toleransi.


Konsep kenabian hanyalah satu dari beberapa tema keislaman yang 
mengiringi
kontroversi ajaran Islam *Ahmadiyah*. Di samping itu muncul 
juga "tuduhan"
bahwa aliran Islam yang saat ini dianut kurang lebih 200 juta 
penduduk dunia
ini, memiliki kitab suci selain Alquran, yang itu merupakan 
manifestasi dari
wahyu yang diterima oleh Mirza, sang nabi. Benarkah semua prasangka 
itu?

Buku ini memaparkan secara gamblang persoalan tersebut. Lebih jauh 
buku ini
juga mengeksplorasi pandangan keislaman *Ahmadiyah* tentang jihad, 
yang
kemudian coba dikorelasikan dengan sejarah relasi dan kooperasi
*Ahmadiyah*dengan kolonial Inggris di India dahulu kala. Ini menarik,
karena
*Ahmadiyah* juga dituduh sebagai boneka ciptaan Inggris tatkala 
menjajah
India, dengan maksud memecah belah kekuatan umat Islam. Selain itu 
pandangan
*Ahmadiyah* tentang praktik ibadah salat, haji dan sebagainya juga 
menjadi
peta jelajah buku ini.

Secara umum buku ini memang tidak menganalisis serta mengeksplorasi
tema-tema tersebut secara mendalam, matang, dan detail. Namun 
sebagai sebuah
rujukan berbahasa Indonesia, di tengah minimnya literatur tentang 
*Ahmadiyah
* yang telah diterjemahkan dari bahasa Urdu dan Inggris, buku ini 
sangat
membantu bagi mereka yang mencoba untuk memahami dan mengarifi 
ajaran Islam
*Ahmadiyah*. Ke depan, penggalakan buku-buku sejenis ini penting dan
mendesak untuk diintensifkan, sebagai salah satu media sosialisasi 
dan
dialog *Ahmadiyah* dengan mayoritas muslimin Indonesia yang 
diidentifikasi
menganut aliran ahlussunnah wal jamaah. Sehingga kesalahpahaman,
ketidakproporsionalan, serta kesimpangsiuran dalam memahami ajaran *
Ahmadiyah* dapat diminimalisasi. []


Judul Buku : Bukan Sekedar Hitam Putih
Penulis : M.A. Suryawan
Penerbit : Arista, Jakarta
Cetakan : I, 2005


Muhammad Ja'far
Peneliti Institut Studi Filsafat dan Agama, Jakarta

http://search.jawapos.com/index.php?
act=detail_s&f_search=ahmadiyah&id=195618







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke