05.11.2005 Integrasi di Perancis
Oleh: Martin Fritz Kerusuhan yang tak kunjung henti di daerah pinggiran ibukota Perancis, Paris masih mewarnai laporan di media internasional. Namun titik beratnya sekarang lebih mengarah pada pertanyaan, apa sesungguhnya yang menyebabkan huru-hara tersebut. Sudah nyata, penyebab keributan harus ditemukan dan dampaknya harus ditangani. Namun politisi Perancis tidak mampu mengatasi masalah, demikian komentar harian La Tribune. "Karena hanya memikirkan pemilu 2007 mendatang, para politisi nampaknya jadi tidak mampu mengatasi masalah sosial itu. Persaingan kekuasaan antara Perdana Menteri Dominique de Villepin dan Menteri Dalam Negeri Nicolas Sarkozy mengalihkan sepenuhnya perhatian politisi. Di daerah sekitar Paris dapat ditemui orang-orang yang melakukan kekerasan dan menginjak-injak undang-undang Perancis. Sangat tepat jika Sarkozy mengancam mereka. Namun ada juga warga yang tidak bersikap demikian. Yang jelas, tidak dapat disangkal, di 20 tahun terakhir, semua program politis yang ditujukan untuk daerah perkotaan gagal. Dan miliaran dana telah terbuang untuk membiayainya." Harian konservatif Norwegia Aftenposten juga berpendapat, kesalahan ada di tangan pemerintah. "Sejauh ini pemerintah Perancis tidak berhasil menghentikan rangkaian perusakan dan pembakaran, yang sudah memasuki pekan kedua. Tidak diragukan bahwa pemerintah nantinya pasti berhasil mengatasi masalah. Namun yang tampak sangat meragukan adalah kemampuan pemerintah untuk melaksanakan reformasi dalam negeri. Reformasi harus dapat menggerakkan perekonomian dan di lain pihak menciptakan lapangan kerja bagi remaja, yang saat ini melakukan pembakaran dan perusakan, sehingga mereka memiliki masa depan. Selama ini, Presiden Jacques Chirac tidak berhasil mencapainya. Dampak politis dari huru-hara masih harus diatasi, walaupun para pelakunya dapat dibekuk dalam waktu singkat." Harian Le Figaro melontarkan kritik lebih kongkret terhadap pemerintah Perancis. Yang jelas salah adalah politik imigrasi pemerintah di Paris. "Yang dialami Perancis sekarang adalah konsekuensi dari politik tersebut. Kesalahannya dimulai tahun 1974, saat pemerintah membuka kemungkinan datangnya imigran beserta keluarganya. Mereka kemudian menjadi pendatang yang memiliki ijin tinggal. Pemerintah di periode-periode selanjutnya tambah memperburuk situasi, sehingga mekanisme untuk mengintegrasi para imigran mandeg. Yang sangat diperlukan adalah pembatasan arus masuknya imigran, baik legal maupun ilegal. Jika tidak dilakukan, anak-anak pendatang yang baru tiba sekarang, di masa depan akan membakar seluruh bagian kota." Politik pemerintah Perancis juga dikritik harian Inggris Times. Pemerintah di Paris harus menerima gagalnya politik minoritasnya. "Huru-hara menunjukkan secara dramatis bahwa politiknya yang dipertikaikan itu gagal. Penyebabnya cukup banyak. Daerah-daerah miskin sekitar Paris menjadi geto yang dihuni etnis minoritas. Tampaknya baru sekarang pemerintah menyadari bahwa berpolitik bukan jalan yang benar untuk menangani penyebab kerusuhan. Karena tanpa menyadarinya, kekerasan dapat menjalar ke seluruh wilayah Perancis." Sementara harian Austria Der Standard yang berhaluan liberal kiri menulis: "Perkembangan keadaan di Paris semakin mencemaskan, jika kriris di daerah pinggiran kota itu semakin menjadi masalah lokal. Di situasi vakum yang ditinggalkan aparat keamanan negara dan organisasi kemanusiaan, tidak jarang hadir pengobar kebencian, yang menghasut remaja, sehingga bagi mereka kekerasan nampak seperti alternatif terakhir. Keributan di Perancis beberapa hari belakangan ini, disebabkan bentrokan kebudayaan dan keteledoran semua pihak. Namun negara-negara Eropa lain juga harus belajar dari situasi itu. Yaitu integrasi warga pendatang harus ditingkatkan. Bukan saja untuk mengantisipasi hasutan warga yang anti orang asing, namun juga untuk menjamin masyarakat yang hidup bersama secara damai." __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

