08.11.2005

Masalah Integrasi Kaum Pendatang di Perancis

Oleh: Andreas Noll

(Dua nyawa dibalas satu nyawa plus kerusuhan)

Kerusuhan di Perancis sudah berlangsung lebih dari 10
hari, dan belum jelas benar kapan polisi akan berhasil
meredam berbagai aksi pembakaran dan perusakan.
Kerusuhan yang berawal dari sekitar kota Paris
sekarang meluas ke kota-kota besar lain. 

Masalah yang dihadapi Perancis adalah integrasi kaum
pendatang, terutama kaum remaja generasi kedua dan
ketiga, yang merasa diabaikan dan disisihkan.
Kebanyakan mereka tidak punya peluang mendapat
pendidikan dan pekerjaan yang memadai. Persoalan ini
tidak hanya dihadapi oleh Perancis, melainkan juga
oleh negara-negara Eropa lain. Jadi, kerusuhan seperti
di Perancis juga bisa terjadi di negara-negara lain.
Sampai sekarang, belum ada konsep integrasi yang baik
bagi remaja kaum imigran di Eropa. 

Kebebasan, Kesetaraan dan Persaudaraan, motto yang
berasal dari revolusi Perancis ini, kelihatannya baru
menjadi slogan saja. Pemandangan di jalan-jalan pada
malam hari sekarang didominasi oleh aksi pembakaran
dan ratusan polisi yang dikerahkan mengejar pelaku
kerusuhan.

Apakah pemerintah Perancis telah gagal? Selama puluhan
tahun, pemerintah dari berbagai kubu politik
menyalurkan miliaran Euro untuk modernisasi
kawasan-kawasan bermasalah di pinggiran kota besar.
Pemerintahan sosialis sebelumnya membangun jaringan
kepolisian yang menitikberatkan dialog sebagai
instrumen utama, tanpa hasil positif. Kemudian Menteri
Dalam Negeri saat ini Nicolas Sarkozy mencoba
mengendalikan situasi dengan tangan besi. Tetapi,
setelah 11 hari mengerahkan ratusan polisi,
mobil-mobil tetap terbakar sepanjang malam. Perdana
Menteri Perancis sudah mengumumkan program darurat
untuk mengatasi masalah sosal. Presiden Perancis
mengeluarkan peringatan kepada para perusuh, sampai
sekarang tanpa hasil.

Padahal selama ini Perancis merayakan politik
integrasinya sebagai keberhasilan. Misalnya tujuh
tahun lalu, ketika kesebelasan nasional Perancis
merebut Piala Dunia Sepakbola. Para bintang sepakbola
Perancis kebanyakan kaum pendatang yang sudah menjadi
warganegara Perancis. Sekarang, politik integrasi
dikritik. Kemudahan mendapat kewarganegaraan Perancis
belum tentu menjamin integrasi yang berhasil.
Kebijakan membangun kawasan pemukiman di pinggiran
kota bagi kaum imigran ternyata bukan kebijakan yang
membuat situasi mereka jadi lebih baik. Kawasan
pemukiman yang tahun 60-an dinilai sebagai konsep
arsitektur dan tata kota baru, ternyata dengan cepat
berkembang jadi kawasan kumuh yang menyimpan potensi
ketegangan sosial.

Masyarakat Perancis kelihatannya bingung menghadapi
situasi ini. Kekerasan yang dilakukan kalangan remaja
dalam suatu masyarakat memang bisa diterangkan secara
sosiologis, tetapi yang perlu didiskusikan dengan
kepala dingin adalah jalan keluarnya. Masalah
kegagalan integrasi kaum pendatang dalam suatu
masyarakat tidak hanya dialami oleh Perancis,
melainkan juga negara-negara Eropa lain. Eropa masih
belum punya konsep integrasi yang baik untuk kaum
imigran, terutama kelompok remajanya, padahal mereka
sangat perlu perpektif masa depan.



        
                
__________________________________ 
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke