http://www.liputan6.com/view/2,112260,1,0,1131638641.html

Sutanto: Tak Perlu Tes DNA Azahari

10/11/2005 19:21 
Kapolri Sutanto mengatakan tak perlu mengadakan tes DNA untuk membuktikan salah 
satu jasad itu adalah Azahari. Contoh sidik jari Azahari yang dimiliki imigrasi 
sangat mirip dengan sidik jari salah satu mayat.

Liputan6.com, Batu: Kepala Polri Jenderal Polisi Sutanto merasa tak perlu lagi 
mengadakan tes deoksiribonukleat untuk memastikan bahwa salah satu mayat dalam 
vila di Jalan Flamboyan adalah Dr. Azahari. Sidik jari satu di antara dua 
jenazah yang tewas dalam penyergapan polisi di tempat persembunyian tersangka 
teroris itu sangat cocok dengan sidik jari Azahari yang dimiliki petugas 
imigrasi Indonesia dan Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia. Demikian laporan 
reporter SCTV Bayu Sutiyono di Kota Batu, Jatim, Kamis (10/11).

Sutanto juga menegaskan, di dalam tempat persembunyian komplotan Azahari hanya 
ada dua jenazah. Pernyataan ini sekaligus meralat keterangan Kepala Divisi 
Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Aryanto Budiarjo bahwa ada tiga jasad di 
vila di kota berhawa sejuk itu [baca: Azahari Dipastikan Tewas].

Pernyataan Sutanto diperkuat hasil rekaman SCTV di lokasi kejadian. Satu kepala 
dan kaki kiri yang terlihat gosong diduga milik Azahari. Secara fisik, wajah 
gosong ini memang mirip dengan foto Azahari yang disebarkan Polri. Sedangkan 
satu kepala lain diyakini Sutanto milik Arman. Potongan tubuh ini sudah tiba di 
Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya, Jawa Timur, untuk diidentifikasi lebih 
lanjut. Selanjutnya, potongan tubuh Azahari dan Arman akan dibawa ke Jakarta 
[baca: Jenazah Azahari Hari Ini Dibawa ke Jakarta].

Ketika berita ini disusun, tim Forensik Polri bersama kepolisian Australia 
sedang beristirahat. Sejak pagi tadi mereka meneliti barang bukti berupa rompi 
yang masih tersambung dengan sejumlah kabel, bahan kimia, dan sisa bahan 
peledak. Penelitian ini diharapkan dapat membantu mengungkap lebih jauh 
jaringan Azahari, termasuk Noordin M. Top yang masih buron.

Polisi sebenarnya telah sebulan lebih berada di sekitar vila yang disewa 
Azahari. Mereka menggunakan rumah penduduk untuk mengintai kegiatan Azahari dan 
kawan-kawannya di Jalan Flamboyan. Salah satu rumah yang dijadikan markas 
sementara polisi adalah rumah milik Tarno. Bahkan di rumah yang kini dijaga 
sejumlah polisi wanita ini petinggi Polri sempat membahas strategi penyerangan. 
Di rumah Tarno juga masih tergeletak peta perumahan.

Sejumlah media lokal di Batu memperkirakan komplotan Azahari bukan tanpa sebab 
menyewa vila di sekitar Jalan Flamboyan. Bisa jadi, mereka berencana menyebar 
teror bom di Kota Batu. Sebab, kota yang memiliki 24 obyek wisata resmi ini 
sering dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Bahkan berdasarkan 
data pemerintah setempat, puluhan ribu wisatawan lokal dan turis mancanegara 
setiap bulan berkunjung ke Batu.

Alasan lain yang disinyalir menjadi alasan Azahari menyewa vila di Batu adalah 
sistem keamanan yang longgar. Pemilik vila atau tempat kontrakan lain biasanya 
hanya meminta kartu pengenal dari perwakilan calon penyewa. Mereka seakan tak 
peduli rumah kontrakan ini dihuni oleh berapa orang. Karena itulah warga hanya 
mengenal nama Yahya Antoni dan Arman yang menghuni vila itu. Sedangkan belasan 
orang lain tak diketahui identitasnya [baca: Tersangka Teroris Dikenal Warga 
Sangat Ramah].(YAN/Bayu Sutiyono dan John Lempo)




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke