Berbagai budaya menggambarkan surga secara berbeda. pada dasarnya,
ini digambarkan sebagai tempat kebahagiaan abadi. Beberapa agama
menggambarkannya sebagai tempat yang dihuni oleh malaikat, dewa dewa,
bidadari, dan makhluk makhluk seperti ini. Ini bukan interpretasi
manusia.
Konsep surga dalam kebudayaan Yahudi (Yudaismus) diambil alih dari
konsep kepercayaan Zoroatrianismus. Mungkin ini terjadi tatkala
Daniel melihat magi dari para Zoroastrinian diistana raja Darius I.
Ini berkaitan pula dengan konsep dari Sheol yang disebut dalam Isaiah
38:8, Psalms 6:5 dan Job 7:7-10.
Orang Yahudi menyadurnya kedalam konsep surga dan neraka. Ini
termasuk kaum Farisi. Kaum Sadduki yang lebih konservatif
mempertahankan kepercayaan pada Sheol.
Kaum Farisi kemudian meneruskan konsep surga dan nerakanya Zoroaster
ke agama Kristen, dan kemudian Islam (konsep Jannah).
Agama Kristen menggubah konsep surga neraka ini, yang merupakan
keadaan kembali ketaman Eden, dimana manusia beratu dengan Tuhan
dalam keadaan yang sempurna. Penyatuan ini dapat terwujud dengan
karya Yesus, yang mati untuk menebus dosa manusia. Konsep penebusan
ini terutama berkembang beberaapa ratus tahun setelah Kristus wafat,
dan difatwakan dalam beberapa Sidang Gereja (synode), antara lain
Synode di Konstatinopel dan Nicaea.
Ini bayangan surga dalam agama agama yang datang dari Timur Tengah.
Di Asia timur, dasar falsafahnya 180% berbeda. Rantai kelahiran dan
kehidupan kembali, dalam Hindusimus dan Buddhismus, mendasari konsep
di Asia. Dimana upaya meningkatkan kesempurnaan jiwa kita bertumpu
pada hukum sebab akibat dan upaya manusia itu sendiri (kharma).
Bukan karena pertolongan atau upaya siapa siapa.
Dalam Taoismus, surga adalah tempat dimana para leluhur bersemayam.
Jadi, dalam banyak agama, terutama agama agama dari Timur tengah,
yang banyak dipengaruhi oleh Zoroasterianismus, surga dan neraka,
adalah semacam reward system. Hadiah atau hukuman.
Dalam konsep dhamma (dharma) dari Asia timur, tidak ada konsep reward
yang serupa. Roh ("jiva", "atman") mengalami proses perkembangan
gradual, dari konyol sampai sempurna, dalam matarantai kelahiran
kembali, sampai taraf kesempurnaan tercapai. Jadi surga tak
digambarkan sebagai location, namun keadaan atau state of spiritual
development.
Dhamma (Pali) atau dharma (Sanskrit) - dalam falsafah agama agama
Timur - adalah jalan yang tak terelakkan untuk mencapai
kesempurnaan, atau kalau kita konyol, yang terus melata tanpa
perkembangan. Mungkin ini mirip kita disekolah, kalau gagal, yang
tinggal kelas, lalu mengulangi lagi riwayat kita dari mula, sampai
kita kuasai apa yang harus kita kuasai.
Agama agama Semit tak mengenal konsep dhamma (dharma).
Salam
danardono
--- In [email protected], Carla Annamarie
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
>
> pak Oman,
>
> salah satu untuk mencapai kesempurnaan batin adalah mematikan
keinginan
> ragawi, mengosongkan pikiran yang carnal dan mengganti pemikiran
dengan
> hal2 yang kekal contohnya Kasih n self-sacrifices.
>
> pak, interpretasi manusia mengenai konsep surga n neraka dimana
lebih di
> fokuskan pada ganjaran, menurut saya interpretasi tersebut
mengecilkan arti
> surga yang sebenarnya.
>
> setiap perbuatan baik (darma) manusia seharusnya didasarkan pada
panggilan
> hidup manusia untuk berdarma sehingga menimbulkan keinginan
berdarma dan
> hasil akhirnya dalam kehidupan manusia tersebut ada tindakan darma
yg
> konkret.
>
> , akan tetapi dengan konsep ganjaran maka manusia mendasarkan
perbuatan
> baiknya pada ketakutan akan ganjaran surga-neraka, misalnya
perbuatan baik
> jadi suatu kewajiban untuk masuk surga, klo tidak berbuat baik maka
akan
> masuk neraka. klo diteliti lebih dalam konsep ganjaran tersebut
terkesan
> self-interest..
>
> padahal berdarma itu adalah panggilan hidup yg tertinggi setiap
manusia.
> berdarma bukan kewajiban keagamaan untuk masuk surga, akan tetapi
adalah
> panggilan hidup.
>
> konsep ganjaran surga-neraka membuat manusia berlomba2 untuk
berbuat baik
> demi kepentignan dirinya sendiri untuk masuk surga, padahal inti
dari
> surgawi adalah peniadaan kehendak diri, memberikan dirinya untuk
orang
> lain.itulah darma yg sebenarnya.
>
>
> itulah pengasahan manusia batiniah mencapai kesempurnaan batiniah..
>
> thats' what i called "heaven"
>
> Rgds,
> Carla
>
>
>
>
>
>
>
> "[EMAIL PROTECTED]"
>
>
<[EMAIL PROTECTED]
>
om> To
> Sent by:
<[email protected]>
>
[EMAIL PROTECTED] cc
>
ups.com
>
Subject
> RE: [ppiindia] jadi
ngomongin
> 11/11/2005 03:49 syurga
dll...
>
PM
>
>
> Please respond
to
>
[EMAIL PROTECTED]
>
ups.com
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Kalau roh yang sempurna itu yang bagaimana mbak carla, kemudian agar
> menjadi
> yang sempurna itu roh dan jasad manusia didunia itu harus melakukan
apaan
> mbak carla......
>
> Apakah masih mengikuti mahzab yang baik akan menjadi roh yang
sempurna dan
> nggak baik akan menjadi roh yang nggak sempurna, mirip - mirip
dengan
> gambaran primitif dong bahwa ada ganjaran juga tetapi karena mbak
carla
> lebih filosofis jadi kasih ganjarannya juga secara filosofis juga
> kesempurnaan roh hehehe.........
>
> Ada yang bisa bercerita konsep syurga dan neraka dan kenapa Tuhan
> menyediakan syurga dan neraka, kemudian menjanjikan dikitab-kitab
bahwa
> kalau orang baik itu masuk surga sedangkan jahat masuk neraka
kemudian
> untuk
> berbuat baik menjadikan orang beragama ini saling berbenturan...?
Dan pada
> akhirnya Tuhan juga yang terakhir memutuskan siapa yang pantas
masuk syurga
> dan masuk neraka....? bingung juga nich........
>
>
> Regards,
>
> Oman
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-
india.org
>
**********************************************************************
*****
>
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/