Pertanyaan yg aku cari-cari jawabannya mirip dgn pertanyaan Pak Kartono Mohamad
di bawah. Jelas bahwa ilmu pengetahuan lahir dari Yunani, di sanalah ilmu
pengetahuan digeluti sebagai ilmu pengetahuan, bukan untuk tujuan astrologi,
peramalan nasib spt di Mesir atau Babilonia atau juga untuk kepentingan politik.
Budaya Arab atau Islam pernah mewarisi ilmu pengetahuan ini dan
mengembangkannya dengan cukup mengagumkan. Al Hasan mengkoreksi pendapat Yunani
kuno bahwa mata memancarkan sinar supaya bisa melihat. Mata hanya menerima
cahaya untuk melihat.
Ibnu Sina mengkoreksi gagasan Aristoteles mengenai sebab gerakan sebuah benda.
Dstnya.
Tapi mengapa sekarang budaya Arab atau Islam mengalami keterbelakangan. Mereka
lebih suka menikmati hokus pokus yg mudah dan enak dicerna dari Harun Yahya
misalnya. Sayang sekali Indonesia yg sebagian besar penduduknya beragama Islam
tapi termasuk dalam kelompok terbelakang ini.
Pertanyaan saya kok bisa ya???? Menurut Almarhum Profesor Harun Nasution, ini
dimulai sekitar abad 12-13, ketika pintu ijtihad ditutup. Islam menjadi
ideologi tertutup. Penjelasan ini mirip Komunisme yg dijadikan ideologi negara
oleh Lenin, "Syariat" Komunis menjadi Hukum "Negara" Sovyet dan pintu ijtihad
mengenai komunisme ditutup.
Sedangkan Gerry van Klinken ,Mantan Dosen Fisika Satya Wacana dan Universiti
Sains Malaysia, Koordinator majalah Inside Indonesia (www.insideindonesia.org),
mengatakan dalam bukunya yang enak dibaca dan perlu ("REVOLUSI FISIKA, Dari
Alam Gaib ke Dunia Nyata", percetakan KPG) bahwa perkembangan ilmu pengetahuan
di dunia Islam terganggu karena perang.
Teman-teman mohon jika ada sumber lain, daku pingin tahu lebih lanjut.
Akhir kata saya setuju dengan Pak Kartono Mohamad, sikap defensif asal
menyalahkan orang lain adalah kekanak-kanakan. Sikap mengagung-agungkan diri
sendiri, agama sendiri tanpa batas adalah kekanak-kanakan juga. Seperti Balita
dan anak SD yang mengidolakan Power Rangers ataupun Batman ..Ueber Alles..
sikap kaya gini kalau menjangkiti orang Dewasa bisa berbahaya ... tinggal
tunggu tanggal mainnya maka Hitler akan hadir lagi.
Wassalam
Bobby Budiarto
Kartono Mohamad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pendapat seperti mbak Lina Dahlan ini sudah banyak dikemukakan.Yang menjadi
pertanyaan adalah mengapa penemu-penemu atau pengembang ilmu pengetahuan
bukan datang dari kalangan Islam yang sudah dilengkapi dengan kitab suci
yang penggunaan akal dan mempelajari segala fenomena alam? Mengapa justru
lebih banyak emosi daripada nalar yang dikemukakan ketika menghadapi
keterbelakangan? Menghadapi pertanyaan seperti ini biasanya yang akan
dikemukakan adalah menyalahkan kaum kolonialis barat, padahal ilmu di barat
sudah berkjembang sejak sebelum mereka berubah menjadi kolonialis.
KM
-------Original Message-------
From: [EMAIL PROTECTED]
Date: 11/12/05 14:33:20
To: PPIINDIA
Subject: [Sains_Islami] Spiritualisasi Sains
Spiritualisasi Sains
Sepanjang yang saya ketahui, hanyalah pewahyuan Al-Quran yang dimulai
dengan perintah untuk melakukan penalaran dan refleksi atas fenomena jagad
raya. Dengan demikian pendidikan serta perintah melakukan penelitian ilmiah
memiliki akar teologis yang sangat kuat di dalam Islam. Perintah Iqra
(=baca) ini sungguh sangat revolusioner untuk konteks masyarakat Arab waktu
itu, sebuah masyarakat padang pasir yang tidak mengenal bduaya tulis-baca
sebagaimana masyarakat Yunani Kuno. Bahkan Nabi Muhammad pun dikenal sebagai
ummy, seorang yang tidak terpelajar. Namun di sinilah yang pada urutannya
menjadi salah satu hujjah akan kerasulan Muhammad.
.............deleted..........
---------------------------------
Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/