Cukup menarik untuk disimak tulisan berikut.
semoga bermanfaat.
Taruna Ikrar
14 Nopember 2005 14:31:54Home | About Us| Koran| Arsip| function
cetakBerita() { lebar = (window.screen.availWidth / 2) - 250;
tinggi = (window.screen.availHeight / 2) - 200;
window.open('cetak_berita.asp?id=220912&kat_id=17&edisi=Cetak', "cetakBerita",
"toolbar=0,location=0,menubar=0,scrollbars=1,resizable=0,width=580,height=400,left="
+ lebar + ",top=" + tinggi);}function kirim() { lebar =
(window.screen.availWidth / 2) - 250; tinggi =
(window.screen.availHeight / 2) - 200;
window.open('kirim_berita.asp?id=220912&kat_id=17&edisi=Cetak', "cetakBerita",
"toolbar=0,location=0,menubar=0,scrollbars=1,resizable=0,width=580,height=400,left="
+ lebar + ",top=" + tinggi);}ANEKA ARUS BALIK ARUS MUDIK AYAH BUNDA BELIA
BERITA BERITA UTAMA BOGA BUDAYA CAHAYA RAMADHAN EKONOMI SYARIAH EKONOMI/BISNIS
ELEKTRONIKA GERAI GRIYA HAJI UMRAH HIBURAN HORISON HUKUM INFO POM IPTEK DAN
KESEHATAN KALAM JABAR KALAM JADEBOTABEK KELUARGA KESEHATAN KEUANGAN KORCIL LUAR
NEGERI NASIONAL NOSTALGIA
NUSANTARA OLAHRAGA PASAR MODAL PENDIDIKAN PILKADA PROPERTI PUSTAKA REMAJA
RESEP SASTRA SELULER SENGGANG SUPLEMEN TELEKOMUNIKASI TRAVELING VACANCY WANITA
WARNA WISATA & MANUSIA Koran » Tajuk Sampaikan kepada rekanCetak berita
iniSenin, 14 Nopember 2005
Narkoba, Korupsi, dan Terorisme
Inilah negeri yang dikenal dengan serba 'ter': terbesar penduduk muslimnya,
terbesar jumlah pulaunya, terbesar tingkat korupsinya, terbesar pabrik
ekstasinya, dan terbanyak teror bomnya. Minimal dalam hal 'ter-ter' itu, negeri
yang bernama Indonesia ini menduduki peringkat sepuluh besar. 'Ter-ter' itu
masih bisa ditambah daftarnya, misalnya negeri tersubur namun miskin rakyatnya
dan seterusnya.
Bila 'ter' itu menunjukkan sebuah prestasi, katakan sebagai negeri terbesar
penduduk muslimnya, tentu kita boleh berbangga. Namun, kalau 'ter' itu justru
menunjukkan kebalikannya, tentu kita sangat malu. Sayangnya, 'ter-ter' yang
banyak disandang negeri kita adalah yang terakhir itu: terkorup, terbanyak
teror bomnya, dan terbesar pabrik ekstasinya. Dalam hal korupsi, sebuah lembaga
internasional yang mengkhususkan diri meriset negara-negara terkorup, hampir
setiap tahun menempatkan Indonesia sebagai sepuluh besar negara terkurup di
dunia. Sedangkan dalam hal terorisme, jumlah bom yang meledak di Indonesia
mungkin hanya di bawah Irak dan Afghanistan.
Yang justru mengagetkan, di tengah perburuhan terhadap para pelaku teror bom di
negeri ini, Jumat (11/11) lalu polisi berhasil merazia pabrik ekstasi terbesar
nomer tiga di dunia. Pabrik itu berada di Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan,
Serang, Banten. Menurut Wakil Direktur IV Narkoba Bareskrim Mabes Polri, Kombes
Indradi Thanes, pabrik tersebut dapat memproduksi ekstasi sebanyak 100 kilogram
per pekan. Satu kg ekstasi dapat menghasilkan 10 ribu pil dengan harga Rp 100
ribu per butir, yang berarti total senilai Rp 1 triliun per pekannya. Dengan
kemampuan produksi sebanyak itu, disebut-sebut pabrik ekstasi di Desa Cemplang
itu merupakan terbesar ketiga di dunia yang pernah ditemukan, setelah di Fiji
dan Cina.
Selama ini kita menganggap musuh yang paling berbahaya adalah terorisme. Benar,
terorisme sangat berbahaya. Korbannya tidak pernah pilih-pilih. Bahkan
kebanyakan yang menjadi korban adalah masyarakat sipil tak berdosa. Namun,
sebenarnya, narkoba dan korupsi juga tak kalah jahatnya. Kurban dari dua
kejahatan ini jumlahnya bisa sangat banyak: ribuan atau bahkan jutaan orang
jatuh miskin dan menderita. Bayangkan bila uang negara yang dikorupsi para
koruptor jumlahnya triliunan. Uang sebanyak itu kalau dibuat membiayai proyek
atau pabrik, berapa ribu orang yang bisa ditampung? Atau minimal, berapa orang
yang terselamatkan dari kemiskinan seandainya negeri ini bebas dari korupsi
yang sudah menahun ini.
Begitu pula dengan korban ekstasi atau shabu-shabu. Menurut data, di negeri ini
jumlah orang yang 'terkena' ekstasi dan sejenisnya bisa ribuan setiap tahunnya.
Mereka yang 'terkena' biasanya langsung ketagihan dan susah untuk keluar dari
cengkeraman barang haram itu. Singkat kata, orang yang terkena barang haram
tersebut kebanyakan akan mengalami hancur jiwa, raga, dan harta.
Dengan begitu, para teroris, koruptor, dan penjual serta pengedar narkoba
adalah para penjahat kakap. Mereka mengambil keuntungan untuk diri sendiri dan
kelompoknya di atas penderitaan orang banyak. Para otak dan pelaku teror akan
lega dan merasa menang bila bom yang diledakkan menimbulkan korban yang dahsyat
dan membuat orang banyak ketakutan. Para koruptor akan tidak puas-puasnya
mengkorup uang negara berapa pun banyaknya. Dan, para pengedar dan penjual
narkoba akan terus mencari mangsa demi mengeruk keuntungan yang
sebanyak-banyaknya.
Karena itu, kita harus menjadikan para teroris, koruptor dan penjual serta
pengedar narkoba sebagai musuh bersama. Mereka adalah musuh utama negara dan
bangsa. Mereka harus dihukum seberat-beratnya. Semua pihak harus bekerja sama
untuk menumpas ketiga kejahatan itu. Selama para teroris, koruptor, dan
pengedar serta penjual narkoba masih berkeliaran di negeri ini, bangsa ini akan
terus diteror ketakutan, kemiskinan, dan ketertinggalan.
( )
BERITA LAIN Persija Tantang Arema di Final
Crespo: Inggris Bisa Memenangkan Piala Dunia
Jinakkan T&TAustralia Tersungkur Bahrain
Arenas Bawa Wizards Habisi Spurs
Spanyol Lolos
Wynne Juara Setelah Absen Enam Tahun
Angkat Besi Optimis Juara Umum
Timnas Basket Siap Dibubarkan
Pierce dan Mauresmo ke Final
Candra/Sigit Juarai Turnamen Cina Terbuka
© 2005 Hak Cipta oleh Republika Online
Dilarang menyalin atau mengutip seluruh atau sebagian isi berita tanpa ijin
tertulis dari Republika
| Kirim Artikel Koran | Kontak Webmaster |
Taruna Ikrar, MD
Founder CFIS (Center For Interregional Study)
Address:
Departement of Cardiology
Faculty of Medicine, Niigata University,
Asahimachi 1-754, Niigata 51-8510,
JAPAN
Phone: +81-(25)-227-2183, Fax: +81-(25)-227-0774
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/