Di sini, kami mencangkul batu. Humus hanya punya ketebalan 20 cm. Karenanya, 
kami berdiri menghadap matahari. Menyatakan, selamat berpisah cerita kesuksesan 
republik. Tunggu kami, di hari-hari perlawanan. Rakyat setiap hari memanggang 
mimpi di atas tungku janji pengubahan nasib. Sebab, tiada orang mau 
membantu,mengulurkan tangan dan menyatakan; kita berhak untuk menyatakan 
kemakmuran.

 

Kami terusir ke lereng gunung batu. Sebab dibawah akan dibangun waduk untuk 
pertanian. Itu kami juga mengerti. Jangan mengira kami tidak mendukungnya. Kami 
mendukungnya, sahabat. Persoalannnya, apakah pembangunan waduk air itu berlaku 
adil atau tidak untuk lebih dari 40 keluarga ?

 

Pengorbanan ? memang harus demikian kehidupan dijalankan. Pangkal sebab yang 
musti dikatakan; untuk kami ini apa ? Bertahun-tahun kami sudah terbiasa untuk 
menderita. Sudah sepantasnya, kami juga merasakan guna dan fungsi waduk itu 
dibangun. Tempat anak-anak bermain sudah menjadi lautan air. Dan mereka 
melemparkan kami, dari satu penderitaan ke penderitaan yang lain. Kami, menuju 
puncak bukit batu; meninju-ninju cakrawala. Hampa saja, langit tiada sapa.

 

Sahabatku, kini aku berdiri menghadap deras sungai di waduk pinggiran kota 
Waingapu. Menghilangkan sisa usia dalam perjalanan yang jauh memecut jejak sang 
pemula. Mengarungi Nusantara, mendengar rakyat bicara, menyatakan pendapatnya 
dalam bahasa-yang harus aku pelajari-sebelum kemudian mengerti. Tangis sudah 
jatuh ke tanah kering. Daun-daun dan buah asam telah berterbangan ke langit 
harapan. Sepasang gagak hitam bertengger di pohonan bambu. Perjuangan menolak 
kematian, akan terus berlanjut. Film hitam putih menangguk perdaban 
ditenggelamkan dalam catatan sejarah Indonesia Raya yang kelam.

 

Kelak, bila ada yang tersentuh hatinya; mari kita dirikan sekolah di sini. 
Tempat anak-anak menimba ilmu, tempat anak-anak bermain dengan sepantasnya. 
Kita ajarkan pada mereka, bagaimana caranya membuat keramba, sejumput cerita 
petualangan para pedahulu republik, mungkin sedikit pengorbanan meniti pintu 
menuju pembebasan dari kemiskinan.

 

Tahun demi tahun terus berjalan. Dekat waduk pinggiran kota Waingapu, mimpi 
mendirikan sekolah sederhana sudah dikibarkan. Di sini kita pilih ; bagaimana 
seharusnya republik kita kibarkan. Republik, bagi mereka orang-orang yang 
tersingkirkan dari sejarah negara-negara  yang memihak pada kemerdekaan.

 

Selengkapnya baca : http://norpud.blogspot.com ; untuk mendengarkan radio 
Jakarta News silahkan klik www.jaknews.net ; kirim e mail : [EMAIL PROTECTED]  
dan kirim sms : 0811-86-11-85 

 

 

 

 

 

 

 

 

                
---------------------------------
 Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.  

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke