selama ini orang2 di indonesia, entah pejabat maupun 
pemuka2 agamanya selalu mengaitkan sejarah bangsa kita 
dengan keislaman dari tanah arab...

perlu diingat, bahwa bahasa yg kita gunakan sehari2 adalah 
adaptasi bahasa sanskrit (terbanyak) yg berasal dari etnik india, 
dan sisanya bahasa latin, arab, melayu, dan cina.
sejarah indonesia dibentuk oleh imigran, dari segala penjuru.

pengalaman saya selama berteman dengan orang2 budha, 
islam, dan kristen...
yang terdamai dan tidak pernah macam2 adalah org budha, 
bukan berarti saya meremehkan mereka atau memperlemah 
mereka, atau menganggap mereka suci, tetapi kenyataannya 
mereka tidak pernah mau berantem gara2 iman.

lihat di thailand, mayoritas agama budha tetapi tidak ada 
satupun yg munafik mengatakan bahwa prostitusi, judi, dan 
hedonisme itu 'murtad', mereka bahkan sangat bertoleransi 
dengan membiarkan bisnis dunia malam berkembang 
(dilegalkan), yang penting pribadinya mau ikut2an atau tidak...
tidak seperti di indonesia dengan munafiknya selalu 
menyalahkan kelompok lain yg tidak sejalan dgn ideologinya 
(you know who...).

tidak pernah ada kata mengkotbahi atau meracuni orang lain 
dengan doktrin, seperti yg dilakukan oleh bnyk orang kristen dan 
islam.
meskipun di cina, sudah banyak yg beragama islam, tetap saja 
mereka tidak melepas tradisi adat taoisme-nya, sehingga 
akhirnya bercampur antara etnik-religi.

kebanyakan bangsa penjajah beragama kristen dan islam, 
karena kedua agama itu merasa 'disabdakan' oleh sang 
penciptanya untuk memperbanyak pengikut.

salahkah???
sebenarnya tidak, asalkan setiap manusia yg menyebarkan 
agamanya secara persuasive maka tidak akan ada kekacauan.
bisa saya katakan bahwa kaum pemberontak di dunia saat ini, 
paling sedikit dari agama budha...paling cuma kelompok aum 
shin rikyo, itupun si asahara menganggap dirinya inkarnasi 
yesus...dan akhirnya kehilangan fans.

bangsa jepang waktu jaman penjajahan selalu memaksa orang 
lain untuk mengakui dan menyembah dewa matahari, tapi 
akhirnya sekrg mereka belajar akan pluralisme sehingga 'malu' 
dan lebih demokratis.
demikian halnya bangsa aria jerman, sudah 'bertobat' dengan 
tidak membesar2kan kelompoknya.

sisanya?? terbanyak adalah pemberontak islam dan kristen.

memang setiap agama isinya kedamaian, dan trgantung 
umat-nya mau kearah mana...
tetapi sekali lagi perlu dilihat faktanya...pengikut agama mana yg 
paling banyak bikin ribut?!



-----------------------------------------------------------------------------------








> Kalau agama Budha tidak expansive, saya rasa itu karena 
mereka 
> > minoritas. Andai saja mereka mayoritas seperti di India (?) 
terjadi 
> > juga expansi di wilayah-wilayah tsb. cmiiw.
> > 
> 
> 
> DH: koreksi ya mbak?
> 
> 1) Agama Buddha tak pernah menjadi mayoritas di India. 
Hanya satu 
> raja, yakni Ashoka, yang menyebarkan agama Buddha dengan 
penuh 
> kedamaian di India, ya malah menjalar ke Tiongkok dan 
sekitarnya.
> Agama Buddha setelah penyebaran, langsung didesak 
kembali oleh agama 
> Hindu. kemudian datang Islam ke India dibawah dynasti 
Moghul, yang 
> juga turut menghambat perluasan agama Buddha.
> 
> 2) Di Tiongkok, agama Buddha lebih berkembang daripada di 
India, dan 
> ber-akulturisasi dengan kepercayaan setempat, yakni 
Taoisme dan 
> Confucianisme, menghasilkan mahzab Mahayana. Tetapi, 
tetap saja tak 
> ada expansi.
> 
> 3) Agama Buddha menjadi mayoritas di Jepang, berubah 
menjadi zhen dan 
> Shintoisme. Juga tak expansi ke-mana mana. Kini mereka 
menjadi tuan 
> rumah di Tibet, Bhutan dan Nepal. Di Tibet malah di-kuyo kuyo 
> pemerintah RRT. Pemipimpinnya lari ke Dharamsala, India, 
Dalai Lama.
> 
> Mengapa agama Buddha tak menjalar ke-mana mana? 
Karena dua hal:
> 
> a) Tak ada perintah dari Sidharta untuk menyebarkan 
ajarannya. Bahkan 
> beliau mengajarkan sbb:
> 
> ""Believe nothing, no matter where you read it, or who said it, 
no 
> matter if I have said it, unless it agrees with your own reason 
and 
> your own common sense."
> 
> b) isi ajaran Buddha tak mengandung tuntutan akan 
kebenaran sendiri. 
> dari awalnya beliau mengajarkan, bahwa kebenaran ada 
di-mana mana 
> (" lihatkan daun daun ditanganku, dan lihatlah daun daun ini 
dipohon 
> dan tanaman dialam sekitar" artinya, diluar kebenaran ini 
masih ada 
> kebenaran lain). 
> 
> c) Buddha mendefinisikan Ilahi sebagai sang pencipta yang 
Maha ada 
> (omnipresent) dan Mahakuasa (omnipotent), Jadi selalu ada, 
tak 
> diciptakan, dan tak berakhir. Ilahi ada dalam setiap 
ciptaanNya, juga 
> didalam kita, hewan dan tanam tanaman.
> 
> Definisi ini juga diimani oleh setiap agama yang datang 
setelah agama 
> Buddha. Jadi, juga definisi Allah dalam Al Quran ataupun Injil 
tak 
> menyimpang dari definisi Siddharta.
> 
> Karena itu, ajaran Siddharta tak perlu meluaskan diri. Siapa 
yang mau 
> mengambil ajaran ini sebagai panduan, ya monggo, tidak ya 
tak apa 
> apa. 
> Beliau tak pernah mengajarkan, HANYA melalui ajarannya 
manusia akan 
> masuk surga, TIDAK. Manusia masuk surga karena 
UPAYANYA sendiri, dan 
> ini mungkin penganut agama apapun. Jalannya tunjukkan 
sang Buddha, 
> yakni hidup mulia, dimelepaskan diri dari keAkuan (Anatta) 
dan 
> kemelakatan dari semua yang bersifat ragawi. That's it. 
> Kalau kita hidup ngawur, ya kita akan sengsara, disini dan 
disana.
> Ini juga dijalankan oleh kaum sufi dalam Islam, oleh para 
orang kudus 
> dalam agama Kristen (ibu Teresa misalnya).
> 
> Mungkin sekali, malah, Buddhisme akan lenyap. Karena tak 
ada yang 
> mendakwahkannya. Tak ada sekolah sekolah yang khusus 
bagi umat Buddha.
> Juga sulit mencari fakultas theologia agama Buddha.
> 
> Kitab sucinya juga tak resmi diterjemahkan, text asli masih 
dalam 
> bahasa Pali. Buddhisme juga tak mengenal pejabat agama, 
seperti Paus 
> atau Patriarch. Mereka lebih baik mengalah, daripada ngotot 
ngototan.
> 
> Salam
> 
> Danardono
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> >
> > Dul judul, saya ganti ya? karena gak berhubungan lagi sama 
sains. 
> > Hanya agama sebagai ajaran moral.
> > 
> > Kalau mau lihat ajarah cinta kasih dari setiap agama, ya 
pelajari 
> > lah semua agama. Pasti mengajarkan cinta kasih. Bukan 
dari manusia-
> > manusia (apalagi yang kita anggap 'bobrok'). Kita bisa 
belajar 
> cinta 
> > kasih Budha dengan membaca sejarah hidup Sidharta dan 
ajarannya, 
> > Kita bisa belajar cinta kasih Kristen dengan membaca 
sejarah hidup 
> > Yesus, kita bisa belajar cinta kasih Islam dengn membaca 
sejarah 
> > hidup Muhammad saw, Isa as, Ibrahim as, Musa as, Adam 
as..dan semua 
> > nabi2 kekasih Allah. Semua ada ajaran cinta kasih.
> > 
> > Kalau agama Budha tidak expansive, saya rasa itu karena 
mereka 
> > minoritas. Andai saja mereka mayoritas seperti di India (?) 
terjadi 
> > juga expansi di wilayah-wilayah tsb. cmiiw.
> > 
> > wassalam,
> > 
> > 
> > --- In [email protected], "Alvin Daniel" 
> > <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >
> > > justru saya lebih banyak memperhatikan ajaran2 sidharta, 
yg 
> > > penuh cinta kasih dan tidak expansive, melainkan lebih 
kpd 
> > > pemahaman spiritual yg toleran, lebih pribadi, dan tidak 
> > > memihak...
> > > bahkan saya katakan agama budha itu universal dan tidak 
> > > merujuk kepada suku bangsa tertentu (kristen dan islam, 
dari 
> > > middle east)...
> > > 
> > > islam dan kristen berasal dari tanah yg sama, sehingga 
selalu 
> > > 'bertengkar' dan menganggap dirinya yg lebih benar.
> > > bahkan orang seperti george bush jr, yg mengaku kristen 
malah 
> > > selalu membawa2 tuhan dalam berperang, perlu diingat 
bahwa 
> > > yesus tidak pernah mengajarkan untuk membunuh demi 
ego.
> > > di alkitab. perjanjian lama banyak cerita tentang pengikut 
allah 
> > > yg 'katanya' diperintahkan untuk berperang demi nama 
allah, 
> > > seperti musa, gideon, yesaya, daniel, dll....semua nya 
pernah 
> > > membunuh dan memperkosa, membakar desa, dan 
bahkan 
> > > mempunyai banyak istri....
> > > 
> > > semua penjajah2 benua di dunia, kebanyakan beragama 
> > > kristen, katolik, dan islam...dengan membawa misi gold 
gospel 
> > > glory dari itali, spanyol, dan portugal...yaitu dengan 
merampas, 
> > > membunuh, dan mendirikan gereja di atas tanah pribumi...
> > > 
> > > di tiap ajaran agama, mengenal konsep surga dan neraka, 
> > > bukan hanya islam dan kristen, hindu dan budha pun 
> > > sama...konghucu pun begitu...
> > > 
> > > dan selalu intinya untuk berbuat baik, agar masuk surga 
dan 
> > > yang dianggap 'jahat' maka masuk neraka.
> > > apa kah sudah ada yg pernah ke dunia 'afterlife' dan 
pulang ke 
> > > dunia?
> > > beyond generations, prasangaka antar agama selalu 
ada...dan 
> > > yg mampu berpikir terbuka, malah tidak bisa memajukan 
> > > bangsa dan selalu 'kalah' oleh si fundamental.
> > > 







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke