Kompas Selasa, 15 November 2005
http://kompas.com/kompas-cetak/0511/15/ln/2210493.htm

Dialog Islam Dimulai di Vienna
Perselisihan Antaragama Harus Diakhiri


Vienna, Senin - Sejumlah pemimpin negara berkumpul di Austria untuk 
mengikuti konferensi internasional mengenai hubungan antara Muslim dan 
non-Muslim. Dialog ini dinilai penting di tengah semakin tajamnya 
ketidakpercayaan dan kekerasan antara Muslim dan non-Muslim, terutama di 
Eropa.

Konferensi bertajuk ”Islam dalam Sebuah Dunia yang Pluralistik” ini 
berlangsung tiga hari, mulai Senin (14/11). Melalui konferensi ini, 
Kementerian Luar Negeri Austria yang bertindak sebagai tuan rumah ingin 
mendorong kontak yang lebih luas antara negara-negara Uni Eropa dan 
kelompok Muslim moderat.

Austria juga berkepentingan memperbaiki citranya di kalangan dunia 
Muslim menyusul semakin kerasnya penolakan atas keinginan Turki salah 
satu negara dengan penduduk mayoritas Muslim di Eropa untuk bergabung 
dengan Uni Eropa. Ini dilakukan Austria karena negara itu akan mengambil 
alih kepemimpinan Uni Eropa selama enam bulan mulai 1 Januari 2006.

Konferensi ini...dengan sungguh-sungguh menyoroti tidak hanya berbagai 
masalah, tetapi juga bagaimana jalan untuk hidup bersama, menemukan 
kesempatan yang baik untuk saling memahami dan hidup berdampingan, kata 
Ralph Scheide, Direktur untuk Wilayah Timur Tengah dan Afrika pada Kemlu 
Austria.

Menteri Luar Negeri Austria Ursula Plassnik menambahkan, dalam sebuah 
dunia global, ada titik temu antara budaya dan peradaban. Namun, pada 
saat yang sama, ketidakpercayaan dan kekerasan juga meningkat di tingkat 
kawasan dan di tingkat global, setidaknya di Eropa di mana jumlah warga 
Muslim meningkat, dan membuat mereka mencari posisi yang tepat di tengah 
masyarakat, katanya.

Kecurigaan terhadap Muslim di Eropa menimbulkan kerusuhan berbau rasial 
di Perancis sejak 27 Oktober lalu. Kerusuhan ini dipicu oleh adanya 
diskriminasi terhadap imigran yang umumnya Muslim. Kerusuhan itu 
menjalar ke seluruh kota besar di Perancis hingga kemarin.

Kerusuhan ini memaksa pemerintah-pemerintah di Eropa untuk mendengar 
keluhan imigran Muslim yang merasa diabaikan hak-haknya. Apalagi 
kerusuhan di Perancis juga menjalar ke Belgia dan Jerman.

Di Austria sendiri, perselisihan yang berlatar belakang agama sempat 
muncul menjelang digelarnya dialog agama di ibu kota Vienna. Sekitar 
2.400 orang di kota Telfs menandatangani petisi penolakan atas rencana 
sebuah masjid lokal yang ingin membangun menara masjid setinggi 20 
meter. Ketegangan meningkat selama beberapa tahun ini berkaitan dengan 
konstruksi masjid-masjid baru di Austria yang berpenduduk mayoritas 
beragama Katolik Roma.

Karzai hadir

Konferensi itu akan dihadiri sejumlah pemimpin negara mayoritas 
berpenduduk Muslim, seperti Presiden Afganistan Hamid Karzai dan 
Presiden Irak Jalal Talabani. Keduanya diminta berbicara mengenai 
kemampuan Islam untuk berinteraksi dengan agama dan ideologi lain di 
dunia yang batas-batasnya mulai melebur dan di mana berbagai kepentingan 
mulai saling menjalin. Mereka juga diminta memaparkan sisi gelap 
globalisasi, yakni munculnya terorisme.

Selain itu, mantan Presiden Iran Mohammad Khatami dan pemenang Nobel 
Perdamaian tahun 2003 dari Irak Shirin Ebadi juga diharapkan hadir dalam 
konferensi itu. Khatami diminta hadir karena inisiatif sosialnya dalam 
mendorong Iran merajut kontak lebih luas dengan Barat.

Karena banyak tokoh penting yang hadir, Pemerintah Austria memperketat 
penjagaan. Sebanyak 600 agen pasukan khusus dan komando polisi 
diterjunkan. Akses ke Hofburg, area yang menjadi tempat Kepresidenan 
Austria dan Organisasi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa, ditutup. 
(AP/AFP/BSW)



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke