jadi jangan kaget/ bingung ya kalo di indonesia orang2 
muslimnya suka pada ribut menolak pembangunan gereja di 
tempat tinggal mereka..

nyatanya di eropa, yg katanya orangnya lbh beradab, malah 
masih bisa menolak pembangunan mesjid, pake acara bikin 
petisi pula....kompak deh diskriminatif-nya.

jadi intinya, si mayoritas itu biasanya menindas si minoritas... 
bener gak?
misalnya di kalimantan...pernah ada konflik dayak vs madura, 
dimana maduranya jadi mangsa empuk.
di jawa barat, gereja2 dijadiin mangsa empuk jg oleh orang2 
Fpi.
genocide di jerman terhadap yahudi, turki terhadap entis 
armenia, di balkan orang2 serbia membantai org muslim 
bosnia.
di perancis, pemerintah yg rasis terhadap orang negro...
dan masih banyak lagi...

asimilasi macam apa yg 'ampuh' untuk mempersatukan 
manusia dgn berjuta perbedaan???

analoginya,
apabila ada satu keluarga yg sedang menonton tv bersama, 
setiap anggota keluarga punya acara favorit untuk ditonton 
setiap harinya...yang ada adalah konflik, berebutan remote tv, 
atau jalan tengah masing2 membeli tv pribadi di kamar 
masing2 dan akhirnya kolektivitas sebagai keluarga berkurang...
itu hanya contoh kecil dari setumpuk masalah mengenai 
pluralisme.

tidak mudah toh?
tetapi apabila tuhan menciptakan manusia itu semua SAMA, dari 
agama dan etnis? apakah tidak bosan juga dan terasa hambar 
tanpa adanya perbedaan?
sewaktu saya kuliah, saya sering mengikuti pelatihan 
organisasi dan politik akademis... ada salah satu pembimbing 
yg mengatakan bahwa konflik bisa meng-eratkan hubungan 
dalam kelompok, apabila tidak ada konflik maka kelompok itu 
tidak solid, apa iya begitu? 
sampai skrng saya masih belum tahu jawabannya...

gracias,
alvin.

-------------------------------------------------------------------------------------




--- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Met pagi,mas.
> 
> Memang Vienna tiga hari ini bagaikan benteng yang terjaga 
ketat. 
> Polisi biasa, pasukan anti terror dan kesatuan kesatuan 
lainnya 
> dikerahkan. Mereka berjaga jaga, dijalan, dimuka gedung, 
dibalik 
> pagar, diatas atap...
> 
> ..
> 
> Tourist yang tak tahu apa apa, terbingung bingung,karena 
samasekali 
> tak boleh memasuki pusat kota, yang terdiri dari komplex 
istana (ex)
> kerajaan yang bernama Hofburg, yang kini dpakai sebagai 
tempat sudang 
> dan kantor kepresidenan maupun perdana mentri. banyak 
monumen 
> bersejarah disini yang selalu dikunjungi tourist.
> 
> Untung, kantor saya bukan terletak didalam komplex yang 
ditutup. 
> Tetapi beberapa meter diluarnya. Mereka yang didalam, kami 
yang diluar
> Diluar komplex ini, masyarakat hampir tak tahu apa apa. Berita 
> mengenai konperensi Islam ini sedikit sekali yang di-release. 
> beberapa interview dengan mentri luar negeri Austria, Ursula 
> Plassnik,wanita yang tinggi sekali badannya, hampir dua 
meter itu.
> 
> Presiden Irak menyatakan, bahwa agama seringkali 
dipergunakan untuk 
> aksi aksi kekerasan, yang tentu saja sangat merusak dan 
merugikan 
> dunia Islam. Mentri luar negeri Austria juga memperingatkan, 
bahwa 
> banyak pihak mempergunakan secara politis ketegangan 
antar agama, 
> terutama Islam.Kristen, padahal agama agama itu sendiri tak 
ada peran 
> apa apa. Di Eropa, kelompok kelompok extrem kanan (pro 
Hitler) 
> menggunakan moment ini untuk menghasut masyarakat 
melawan orang 
> asing, yang dianggap selalu membuat onar. Meng-kipas kipas 
ketakutan 
> dan kekhawatiran masyarakat, untuk mengumpulkan suara 
dalam pemilihan 
> umum.
> 
> Ditekankan pula peran Eropa dan dunia Barat untuk 
membantu 
> memakmurkan dan men-demokratis-kan negara negara yang 
bergolak, 
> seperti Irak dan Afganistan. Karzai juga menekankan, bahwa 
seluruh 
> dunia adalah bagaikan satu tubuh, satu bagian tersakiti, 
bagian lain 
> akan menderita.
> 
> Akibat bom di London, keributan di Paris dan sekitarnya, dan 
> peristiwa semacam itu, membuat kritik terhadap multicultural 
co-
> existence di kota kota besar Eropa semakin gencar. 
Kehidupan 
> berdampingan antar budaya kelihatannya telah gagal. Ini haris 
diganti 
> dengan integrasi total, dimana semua komponent masyarakat 
dari 
> pelbagai budaya, manunggal menjadi satu masyarakat. 
> 
> Mungkin ini apa yang dikataan: satu untuk semua, semua 
untuk satu.
> Negara dan masyarakat DIATAS kelompok kelompok dalam 
masyarakat. Satu 
> hukum bagi semua. Tak ada perbedaan, tak ada peng-kotak 
kotakan.
> 
> Perselisihan antar agama harus diakhiri. Ini pesan bersama. 
Tetapi 
> how?
> 
> Salam
> 
> danardono
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], Muhkito Afiff 
<[EMAIL PROTECTED]> 
> wrote:
> >
> > Kompas Selasa, 15 November 2005
> > http://kompas.com/kompas-cetak/0511/15/ln/2210493.htm
> > 
> > Dialog Islam Dimulai di Vienna
> > Perselisihan Antaragama Harus Diakhiri
> > 
> > 
> > Vienna, Senin - Sejumlah pemimpin negara berkumpul di 
Austria untuk 
> > mengikuti konferensi internasional mengenai hubungan 
antara Muslim 
> dan 
> > non-Muslim. Dialog ini dinilai penting di tengah semakin 
tajamnya 
> > ketidakpercayaan dan kekerasan antara Muslim dan 
non-Muslim, 
> terutama di 
> > Eropa.
> > 
> > Konferensi bertajuk "Islam dalam Sebuah Dunia yang 
Pluralistik" ini 
> > berlangsung tiga hari, mulai Senin (14/11). Melalui 
konferensi ini, 
> > Kementerian Luar Negeri Austria yang bertindak sebagai 
tuan rumah 
> ingin 
> > mendorong kontak yang lebih luas antara negara-negara 
Uni Eropa dan 
> > kelompok Muslim moderat.
> > 
> > Austria juga berkepentingan memperbaiki citranya di 
kalangan dunia 
> > Muslim menyusul semakin kerasnya penolakan atas 
keinginan Turki 
> salah 
> > satu negara dengan penduduk mayoritas Muslim di Eropa 
untuk 
> bergabung 
> > dengan Uni Eropa. Ini dilakukan Austria karena negara itu 
akan 
> mengambil 
> > alih kepemimpinan Uni Eropa selama enam bulan mulai 1 
Januari 2006.
> > 
> > Konferensi ini...dengan sungguh-sungguh menyoroti tidak 
hanya 
> berbagai 
> > masalah, tetapi juga bagaimana jalan untuk hidup bersama, 
menemukan 
> > kesempatan yang baik untuk saling memahami dan hidup 
berdampingan, 
> kata 
> > Ralph Scheide, Direktur untuk Wilayah Timur Tengah dan 
Afrika pada 
> Kemlu 
> > Austria.
> > 
> > Menteri Luar Negeri Austria Ursula Plassnik menambahkan, 
dalam 
> sebuah 
> > dunia global, ada titik temu antara budaya dan peradaban. 
Namun, 
> pada 
> > saat yang sama, ketidakpercayaan dan kekerasan juga 
meningkat di 
> tingkat 
> > kawasan dan di tingkat global, setidaknya di Eropa di mana 
jumlah 
> warga 
> > Muslim meningkat, dan membuat mereka mencari posisi 
yang tepat di 
> tengah 
> > masyarakat, katanya.
> > 
> > Kecurigaan terhadap Muslim di Eropa menimbulkan 
kerusuhan berbau 
> rasial 
> > di Perancis sejak 27 Oktober lalu. Kerusuhan ini dipicu oleh 
adanya 
> > diskriminasi terhadap imigran yang umumnya Muslim. 
Kerusuhan itu 
> > menjalar ke seluruh kota besar di Perancis hingga kemarin.
> > 
> > Kerusuhan ini memaksa pemerintah-pemerintah di Eropa 
untuk 
> mendengar 
> > keluhan imigran Muslim yang merasa diabaikan hak-haknya. 
Apalagi 
> > kerusuhan di Perancis juga menjalar ke Belgia dan Jerman.
> > 
> > Di Austria sendiri, perselisihan yang berlatar belakang 
agama 
> sempat 
> > muncul menjelang digelarnya dialog agama di ibu kota 
Vienna. 
> Sekitar 
> > 2.400 orang di kota Telfs menandatangani petisi penolakan 
atas 
> rencana 
> > sebuah masjid lokal yang ingin membangun menara masjid 
setinggi 20 
> > meter. Ketegangan meningkat selama beberapa tahun ini 
berkaitan 
> dengan 
> > konstruksi masjid-masjid baru di Austria yang berpenduduk 
mayoritas 
> > beragama Katolik Roma.
> > 
> > Karzai hadir
> > 
> > Konferensi itu akan dihadiri sejumlah pemimpin negara 
mayoritas 
> > berpenduduk Muslim, seperti Presiden Afganistan Hamid 
Karzai dan 
> > Presiden Irak Jalal Talabani. Keduanya diminta berbicara 
mengenai 
> > kemampuan Islam untuk berinteraksi dengan agama dan 
ideologi lain 
> di 
> > dunia yang batas-batasnya mulai melebur dan di mana 
berbagai 
> kepentingan 
> > mulai saling menjalin. Mereka juga diminta memaparkan 
sisi gelap 
> > globalisasi, yakni munculnya terorisme.
> > 
> > Selain itu, mantan Presiden Iran Mohammad Khatami dan 
pemenang 
> Nobel 
> > Perdamaian tahun 2003 dari Irak Shirin Ebadi juga 
diharapkan hadir 
> dalam 
> > konferensi itu. Khatami diminta hadir karena inisiatif 
sosialnya 
> dalam 
> > mendorong Iran merajut kontak lebih luas dengan Barat.
> > 
> > Karena banyak tokoh penting yang hadir, Pemerintah Austria 
> memperketat 
> > penjagaan. Sebanyak 600 agen pasukan khusus dan 
komando polisi 
> > diterjunkan. Akses ke Hofburg, area yang menjadi tempat 
> Kepresidenan 
> > Austria dan Organisasi Keamanan dan Kerja Sama di 
Eropa, ditutup. 
> > (AP/AFP/BSW)
> >
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/cRr2eB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke