waduh...ngomongin yg beginian sih gak akan habis...masing2 ngurus 
kepercayaan masing2 sajalah...tokh nantinya kita sendiri yg 
bertanggung jawab pada-NYA.

damai hatiku tentram jiwaku
:))
--- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Soal mayoritas dan minoritas, kalau menurut saya sih yang 
mayoritas 
> tidak boleh menindas minoritas, dan minoritas tahu diri lah. 
Begitu 
> juga minoritas bagi Muslim di Eropah. Soal pembangunan mesjid di 
> Eropah ini, kalau memang peraturannya telah memenuhi syarat untuk 
> pembangunan rumah ibadah, gak ada yang bisa menolak seharusnya. 
Dan 
> minoritas juga harus tau apa persyaratan hukum untuk mendirikan 
> mesjid di negara eropah tsb.
> 
> Sayapun lebaran kemarin ketemu 'temen lama'. Rupanya temenku itu 
> memang sengaja mencariku karena dia memang sedang butuh seseorang 
> yang dianggap penduduk lama daerah A tsb (dimana saya 
dibesarkan).  
> Sambil ngalur ngidul ngobrol, dia mengutarakan maksudnya bahwa dia 
> telah ditunjuk sebagai ketua perkumpulan gereja katolik se 
> Jakarta...dan kini sedang minta perijinan utk membangun sebuah 
> gereja Katolik di daerah A tsb. Tapi terbentur karena tidak dapat 
> ijin dari masyarakat setempat.
> 
> Saya tanya, berapa jamaat Katolik yang berada di daerah A ini?. 
Dia 
> tidak menjawab exactly berapanya, cuma dia mengatakan katanya 
> Katolik berkembang pesat didaerah ini, tiap hari ada saja 
keturunan 
> Tiong Hoa yang dipermandikan. Saya tanya lagi bukankah sudah ada 
> Gereja Katolik yang lumayan besarnya disini, apakah itu sudah tak 
> menampung? Dia katakan masih menampung, tapi dia mau pecah 
jemaatnya.
> Waduh, sulit lah kalau ini dijadikan alasan.
> 
> Saya juga katakan bukankah didaerah ini hampir setiap mesjid 
> disampingnya ada gereja? Dia bilang itu bukan gereja Katolik. 
Jadi, 
> bagaimana dong friend..kalo masing2 sekte dalam Kristen menuntut 
mau 
> membangun gereja? Dia katakan memang itu masalahnya. Dia pernah 
> berusaha mengundang pemimpin2 sekte Kristen yang bermacam2 itu, 
tapi 
> hanya 3 yang datang. Jadi, memang sulit mempersatukan Kristen, 
> katanya. Nah kalau friend sendiri sulit menyelesaikan masalah 
> internal, bagaimana mau menyelesaikan masalah eksternal dengan 
> masyarakat setempat?
> 
> Akhirnya saya cuma katakan, penuhi saja dulu persyaratan legalnya. 
> Jangan memanipulasi data, karena ini untuk rumah ibadah. Kalau 
sudah 
> terpenuhi, saya akan bantu bicara kepada tokoh agama Islam 
setempat.
> 
> Coba bayangkan kalau kita (negara) tidak mempunyai undang2 tentang 
> pembangunan rumah ibadah atau SKB 2 Menteri dicabut, gimana ya?
> 
> Ato kita biarkan saja rumah ibadah berdiri semau-maunya, toh ntar 
> juga lama-lama kelihatan kalo rumah ibadah itu akhirnya kosong dan 
> hancur dengan sendirinya, jadi bangunan tua tak bermanfaat? Jadi 
gak 
> diperlukan hukum lagi.
> 
> Soal asimilasi apa yang ampuh utk mempersatukan perbedaan? Kalo 
> menurut saya sih asimiliasi kebutuhan. Kalau kebutuhannya sama, 
> otomatis perbedaan akan bisa dipersatukan/disiasati. Gitu katanya 
> politik.
> 
> Perbedaan itu memang segaja diadakan agar manusia mau saling kenal.
> Konflik bisa mempererat hubungan, kalau konflik itu berada 
ditangan 
> orang-orang 'waras'.
> 
> wassalam,
> --- In [email protected], "Alvin Daniel" 
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > jadi jangan kaget/ bingung ya kalo di indonesia orang2 
> > muslimnya suka pada ribut menolak pembangunan gereja di 
> > tempat tinggal mereka..
> > 
> > nyatanya di eropa, yg katanya orangnya lbh beradab, malah 
> > masih bisa menolak pembangunan mesjid, pake acara bikin 
> > petisi pula....kompak deh diskriminatif-nya.
> > 
> > jadi intinya, si mayoritas itu biasanya menindas si minoritas... 
> > bener gak? > misalnya di kalimantan...pernah ada konflik dayak 
vs 
> madura, > dimana maduranya jadi mangsa empuk.
> > di jawa barat, gereja2 dijadiin mangsa empuk jg oleh orang2 
> > Fpi.
> > genocide di jerman terhadap yahudi, turki terhadap entis 
> > armenia, di balkan orang2 serbia membantai org muslim 
> > bosnia.
> > di perancis, pemerintah yg rasis terhadap orang negro...
> > dan masih banyak lagi...
> > 
> > asimilasi macam apa yg 'ampuh' untuk mempersatukan 
> > manusia dgn berjuta perbedaan???
> > 
> > analoginya,
> > apabila ada satu keluarga yg sedang menonton tv bersama, 
> > setiap anggota keluarga punya acara favorit untuk ditonton 
> > setiap harinya...yang ada adalah konflik, berebutan remote tv, 
> > atau jalan tengah masing2 membeli tv pribadi di kamar 
> > masing2 dan akhirnya kolektivitas sebagai keluarga berkurang...
> > itu hanya contoh kecil dari setumpuk masalah mengenai 
> > pluralisme.
> > 
> > tidak mudah toh?
> > tetapi apabila tuhan menciptakan manusia itu semua SAMA, dari 
> > agama dan etnis? apakah tidak bosan juga dan terasa hambar 
> > tanpa adanya perbedaan?
> > sewaktu saya kuliah, saya sering mengikuti pelatihan 
> > organisasi dan politik akademis... ada salah satu pembimbing 
> > yg mengatakan bahwa konflik bisa meng-eratkan hubungan 
> > dalam kelompok, apabila tidak ada konflik maka kelompok itu 
> > tidak solid, apa iya begitu? 
> > sampai skrng saya masih belum tahu jawabannya...
> > 
> > gracias,
> > alvin.
> > 
> > -----------------------------------------------------------------
--
> ------------------
> > 
> > 
> > 
> > 
> > --- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" 
> > <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >
> > > Met pagi,mas.
> > > 
> > > Memang Vienna tiga hari ini bagaikan benteng yang terjaga 
> > ketat. 
> > > Polisi biasa, pasukan anti terror dan kesatuan kesatuan 
> > lainnya 
> > > dikerahkan. Mereka berjaga jaga, dijalan, dimuka gedung, 
> > dibalik 
> > > pagar, diatas atap...
> > > 
> > > ..
> > > 
> > > Tourist yang tak tahu apa apa, terbingung bingung,karena 
> > samasekali 
> > > tak boleh memasuki pusat kota, yang terdiri dari komplex 
> > istana (ex)
> > > kerajaan yang bernama Hofburg, yang kini dpakai sebagai 
> > tempat sudang 
> > > dan kantor kepresidenan maupun perdana mentri. banyak 
> > monumen 
> > > bersejarah disini yang selalu dikunjungi tourist.
> > > 
> > > Untung, kantor saya bukan terletak didalam komplex yang 
> > ditutup. 
> > > Tetapi beberapa meter diluarnya. Mereka yang didalam, kami 
> > yang diluar
> > > Diluar komplex ini, masyarakat hampir tak tahu apa apa. Berita 
> > > mengenai konperensi Islam ini sedikit sekali yang di-release. 
> > > beberapa interview dengan mentri luar negeri Austria, Ursula 
> > > Plassnik,wanita yang tinggi sekali badannya, hampir dua 
> > meter itu.
> > > 
> > > Presiden Irak menyatakan, bahwa agama seringkali 
> > dipergunakan untuk 
> > > aksi aksi kekerasan, yang tentu saja sangat merusak dan 
> > merugikan 
> > > dunia Islam. Mentri luar negeri Austria juga memperingatkan, 
> > bahwa 
> > > banyak pihak mempergunakan secara politis ketegangan 
> > antar agama, 
> > > terutama Islam.Kristen, padahal agama agama itu sendiri tak 
> > ada peran 
> > > apa apa. Di Eropa, kelompok kelompok extrem kanan (pro 
> > Hitler) 
> > > menggunakan moment ini untuk menghasut masyarakat 
> > melawan orang 
> > > asing, yang dianggap selalu membuat onar. Meng-kipas kipas 
> > ketakutan 
> > > dan kekhawatiran masyarakat, untuk mengumpulkan suara 
> > dalam pemilihan 
> > > umum.
> > > 
> > > Ditekankan pula peran Eropa dan dunia Barat untuk 
> > membantu 
> > > memakmurkan dan men-demokratis-kan negara negara yang 
> > bergolak, 
> > > seperti Irak dan Afganistan. Karzai juga menekankan, bahwa 
> > seluruh 
> > > dunia adalah bagaikan satu tubuh, satu bagian tersakiti, 
> > bagian lain 
> > > akan menderita.
> > > 
> > > Akibat bom di London, keributan di Paris dan sekitarnya, dan 
> > > peristiwa semacam itu, membuat kritik terhadap multicultural 
> > co-
> > > existence di kota kota besar Eropa semakin gencar. 
> > Kehidupan 
> > > berdampingan antar budaya kelihatannya telah gagal. Ini haris 
> > diganti 
> > > dengan integrasi total, dimana semua komponent masyarakat 
> > dari 
> > > pelbagai budaya, manunggal menjadi satu masyarakat. 
> > > 
> > > Mungkin ini apa yang dikataan: satu untuk semua, semua 
> > untuk satu.
> > > Negara dan masyarakat DIATAS kelompok kelompok dalam 
> > masyarakat. Satu 
> > > hukum bagi semua. Tak ada perbedaan, tak ada peng-kotak 
> > kotakan.
> > > 
> > > Perselisihan antar agama harus diakhiri. Ini pesan bersama. 
> > Tetapi 
> > > how?
> > > 
> > > Salam
> > > 
> > > danardono
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > --- In [email protected], Muhkito Afiff 
> > <[EMAIL PROTECTED]> 
> > > wrote:
> > > >
> > > > Kompas Selasa, 15 November 2005
> > > > http://kompas.com/kompas-cetak/0511/15/ln/2210493.htm
> > > > 
> > > > Dialog Islam Dimulai di Vienna
> > > > Perselisihan Antaragama Harus Diakhiri
> > > > 
> > > > 
> > > > Vienna, Senin - Sejumlah pemimpin negara berkumpul di 
> > Austria untuk 
> > > > mengikuti konferensi internasional mengenai hubungan 
> > antara Muslim 
> > > dan 
> > > > non-Muslim. Dialog ini dinilai penting di tengah semakin 
> > tajamnya 
> > > > ketidakpercayaan dan kekerasan antara Muslim dan 
> > non-Muslim, 
> > > terutama di 
> > > > Eropa.
> > > > 
> > > > Konferensi bertajuk "Islam dalam Sebuah Dunia yang 
> > Pluralistik" ini 
> > > > berlangsung tiga hari, mulai Senin (14/11). Melalui 
> > konferensi ini, 
> > > > Kementerian Luar Negeri Austria yang bertindak sebagai 
> > tuan rumah 
> > > ingin 
> > > > mendorong kontak yang lebih luas antara negara-negara 
> > Uni Eropa dan 
> > > > kelompok Muslim moderat.
> > > > 
> > > > Austria juga berkepentingan memperbaiki citranya di 
> > kalangan dunia 
> > > > Muslim menyusul semakin kerasnya penolakan atas 
> > keinginan Turki 
> > > salah 
> > > > satu negara dengan penduduk mayoritas Muslim di Eropa 
> > untuk 
> > > bergabung 
> > > > dengan Uni Eropa. Ini dilakukan Austria karena negara itu 
> > akan 
> > > mengambil 
> > > > alih kepemimpinan Uni Eropa selama enam bulan mulai 1 
> > Januari 2006.
> > > > 
> > > > Konferensi ini...dengan sungguh-sungguh menyoroti tidak 
> > hanya 
> > > berbagai 
> > > > masalah, tetapi juga bagaimana jalan untuk hidup bersama, 
> > menemukan 
> > > > kesempatan yang baik untuk saling memahami dan hidup 
> > berdampingan, 
> > > kata 
> > > > Ralph Scheide, Direktur untuk Wilayah Timur Tengah dan 
> > Afrika pada 
> > > Kemlu 
> > > > Austria.
> > > > 
> > > > Menteri Luar Negeri Austria Ursula Plassnik menambahkan, 
> > dalam 
> > > sebuah 
> > > > dunia global, ada titik temu antara budaya dan peradaban. 
> > Namun, 
> > > pada 
> > > > saat yang sama, ketidakpercayaan dan kekerasan juga 
> > meningkat di 
> > > tingkat 
> > > > kawasan dan di tingkat global, setidaknya di Eropa di mana 
> > jumlah 
> > > warga 
> > > > Muslim meningkat, dan membuat mereka mencari posisi 
> > yang tepat di 
> > > tengah 
> > > > masyarakat, katanya.
> > > > 
> > > > Kecurigaan terhadap Muslim di Eropa menimbulkan 
> > kerusuhan berbau 
> > > rasial 
> > > > di Perancis sejak 27 Oktober lalu. Kerusuhan ini dipicu oleh 
> > adanya 
> > > > diskriminasi terhadap imigran yang umumnya Muslim. 
> > Kerusuhan itu 
> > > > menjalar ke seluruh kota besar di Perancis hingga kemarin.
> > > > 
> > > > Kerusuhan ini memaksa pemerintah-pemerintah di Eropa 
> > untuk 
> > > mendengar 
> > > > keluhan imigran Muslim yang merasa diabaikan hak-haknya. 
> > Apalagi 
> > > > kerusuhan di Perancis juga menjalar ke Belgia dan Jerman.
> > > > 
> > > > Di Austria sendiri, perselisihan yang berlatar belakang 
> > agama 
> > > sempat 
> > > > muncul menjelang digelarnya dialog agama di ibu kota 
> > Vienna. 
> > > Sekitar 
> > > > 2.400 orang di kota Telfs menandatangani petisi penolakan 
> > atas 
> > > rencana 
> > > > sebuah masjid lokal yang ingin membangun menara masjid 
> > setinggi 20 
> > > > meter. Ketegangan meningkat selama beberapa tahun ini 
> > berkaitan 
> > > dengan 
> > > > konstruksi masjid-masjid baru di Austria yang berpenduduk 
> > mayoritas 
> > > > beragama Katolik Roma.
> > > > 
> > > > Karzai hadir
> > > > 
> > > > Konferensi itu akan dihadiri sejumlah pemimpin negara 
> > mayoritas 
> > > > berpenduduk Muslim, seperti Presiden Afganistan Hamid 
> > Karzai dan 
> > > > Presiden Irak Jalal Talabani. Keduanya diminta berbicara 
> > mengenai 
> > > > kemampuan Islam untuk berinteraksi dengan agama dan 
> > ideologi lain 
> > > di 
> > > > dunia yang batas-batasnya mulai melebur dan di mana 
> > berbagai 
> > > kepentingan 
> > > > mulai saling menjalin. Mereka juga diminta memaparkan 
> > sisi gelap 
> > > > globalisasi, yakni munculnya terorisme.
> > > > 
> > > > Selain itu, mantan Presiden Iran Mohammad Khatami dan 
> > pemenang 
> > > Nobel 
> > > > Perdamaian tahun 2003 dari Irak Shirin Ebadi juga 
> > diharapkan hadir 
> > > dalam 
> > > > konferensi itu. Khatami diminta hadir karena inisiatif 
> > sosialnya 
> > > dalam 
> > > > mendorong Iran merajut kontak lebih luas dengan Barat.
> > > > 
> > > > Karena banyak tokoh penting yang hadir, Pemerintah Austria 
> > > memperketat 
> > > > penjagaan. Sebanyak 600 agen pasukan khusus dan 
> > komando polisi 
> > > > diterjunkan. Akses ke Hofburg, area yang menjadi tempat 
> > > Kepresidenan 
> > > > Austria dan Organisasi Keamanan dan Kerja Sama di 
> > Eropa, ditutup. 
> > > > (AP/AFP/BSW)
> > > >
> > >
> >
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/wlSUMA/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke