tenang mas, saya gak akan menggebuki anda kok..hehhe, meskipun saya kristen.
sedikit kesaksian, memang benar di tubuh kristen itu, terdiiri dari banyak sekte..yg terbesar adalah protestan dan katolik, nah yg bnyak itu 'printilan'nya..yaitu betani, yehova, mormon, karismatik, kristen batak, kristen jawa, ortodoks, dan dari etnis2 lokal lainnya.... dan ironisnya begini, masing2 sekte tersebut sangat sulit skl utk bersatu (dalam artian melakukan ibadah), meskipun secara sosial masih bisa bersatu... sehingga kebutuhan kelompok menuntut adanya gereja2 per-sekte tersebut... karena tata cara ibadahnya berbeda, otomatis tiap sekte kristen merasa tidak cocok.... bahkan dari 'aturan main' nya pun berdeda. saya pernah mengunjungi bbrp gereja kristen dgn sekte yg berbeda lalu akhirnya saya menemukan kesimpulan.... bahwa sebenarnya intinya adalah melakukan kebaktian dengan yesus sebagai tuhan..hanya saja, 'the way they pray' itu berbeda (no need to mention).... nah itulah yg biikin sekte kristen makin banyak dan terpecah2...tergantung solidaritas kelompok. analoginya adalah, apa bedanya makan mie pakai sumpit dan garpu? sama2 makan mie toh? tapi caranya saja yg berbeda, masing2 orang ada yg tidak bisa pakai sumpit. ataupun garpu.... ---------------------------------------------------------------------------------- --- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Amiiinn, mbak, memang demikianlah adanya. > > Mungkin umat Kristen harus beruaha dahulu, menyatukan diri dalam > memuja Tuhan, dan jangan melihat keompok sendiri. Menurut saya, > gereja adalah gereja. Kata ekomene (oikomene) sampai kini, hanyalah > lip service. Wahh saya bisa dibeguki nihh... > > By the way, kemarin ada pentupan Konperensi Islam di Vienna. Meriah > penutupannya. Wakil wakil pemimpin agama duduk berderet. Islam > diwakili seorang, yakni Mufti Besar dari Syria. > > Kristen? Ada Uskup agung Vienna, ada pemimpin Orthodox, yakni > Patriarch Bartholomaios I, ada Uskup Protestant... > > > salam > > danardono > > > --- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > > Soal mayoritas dan minoritas, kalau menurut saya sih yang mayoritas > > tidak boleh menindas minoritas, dan minoritas tahu diri lah. Begitu > > juga minoritas bagi Muslim di Eropah. Soal pembangunan mesjid di > > Eropah ini, kalau memang peraturannya telah memenuhi syarat untuk > > pembangunan rumah ibadah, gak ada yang bisa menolak seharusnya. Dan > > minoritas juga harus tau apa persyaratan hukum untuk mendirikan > > mesjid di negara eropah tsb. > > > > Sayapun lebaran kemarin ketemu 'temen lama'. Rupanya temenku itu > > memang sengaja mencariku karena dia memang sedang butuh seseorang > > yang dianggap penduduk lama daerah A tsb (dimana saya dibesarkan). > > Sambil ngalur ngidul ngobrol, dia mengutarakan maksudnya bahwa dia > > telah ditunjuk sebagai ketua perkumpulan gereja katolik se > > Jakarta...dan kini sedang minta perijinan utk membangun sebuah > > gereja Katolik di daerah A tsb. Tapi terbentur karena tidak dapat > > ijin dari masyarakat setempat. > > > > Saya tanya, berapa jamaat Katolik yang berada di daerah A ini?. Dia > > tidak menjawab exactly berapanya, cuma dia mengatakan katanya > > Katolik berkembang pesat didaerah ini, tiap hari ada saja keturunan > > Tiong Hoa yang dipermandikan. Saya tanya lagi bukankah sudah ada > > Gereja Katolik yang lumayan besarnya disini, apakah itu sudah tak > > menampung? Dia katakan masih menampung, tapi dia mau pecah > jemaatnya. > > Waduh, sulit lah kalau ini dijadikan alasan. > > > > Saya juga katakan bukankah didaerah ini hampir setiap mesjid > > disampingnya ada gereja? Dia bilang itu bukan gereja Katolik. Jadi, > > bagaimana dong friend..kalo masing2 sekte dalam Kristen menuntut > mau > > membangun gereja? Dia katakan memang itu masalahnya. Dia pernah > > berusaha mengundang pemimpin2 sekte Kristen yang bermacam2 itu, > tapi > > hanya 3 yang datang. Jadi, memang sulit mempersatukan Kristen, > > katanya. Nah kalau friend sendiri sulit menyelesaikan masalah > > internal, bagaimana mau menyelesaikan masalah eksternal dengan > > masyarakat setempat? > > > > Akhirnya saya cuma katakan, penuhi saja dulu persyaratan legalnya. > > Jangan memanipulasi data, karena ini untuk rumah ibadah. Kalau > sudah > > terpenuhi, saya akan bantu bicara kepada tokoh agama Islam setempat. > > > > Coba bayangkan kalau kita (negara) tidak mempunyai undang2 tentang > > pembangunan rumah ibadah atau SKB 2 Menteri dicabut, gimana ya? > > > > Ato kita biarkan saja rumah ibadah berdiri semau-maunya, toh ntar > > juga lama-lama kelihatan kalo rumah ibadah itu akhirnya kosong dan > > hancur dengan sendirinya, jadi bangunan tua tak bermanfaat? Jadi > gak > > diperlukan hukum lagi. > > > > Soal asimilasi apa yang ampuh utk mempersatukan perbedaan? Kalo > > menurut saya sih asimiliasi kebutuhan. Kalau kebutuhannya sama, > > otomatis perbedaan akan bisa dipersatukan/disiasati. Gitu katanya > > politik. > > > > Perbedaan itu memang segaja diadakan agar manusia mau saling kenal. > > Konflik bisa mempererat hubungan, kalau konflik itu berada ditangan > > orang-orang 'waras'. > > > > wassalam, > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/cRr2eB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

