Saya kira sikap MUI yang memanggil ini memang kurang bijaksana. 
Kalau diartikan "manggil" itu kayak SBY "manggil" mentrinya yang 
dianggap mbandel ato polisi "manggil" si A sebagai terdakwa, saya 
rasa MUI tidak mempunyai hak sejauh itu (CMIIW). Ini memang 
menggambarkan tidak jelasnya kedudukan hukum MUI. Saya sih berharap 
MUI itu bukan lembaga yang aktiv dalam tindakan2 hukum praktis. 

Sebaiknya MUI buat saja acara tandingan atau buat acara utk 
mengcounter acara tsb. Biar masyarakat yang menilai. Jadi lebih 
demokratis.

wassalam,


--- In [email protected], radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> MUI mau panggil Metro TV? Wow, ada apa ini? Siapa sih MUI kok 
berani-beraninya
> memanggil pengelola media massa? Presiden SBY saja tak bakalan 
berani 
> melakukan langkah itu. Tindakan MUI yang masih bergaya Orba 
> ini sudah bukan masanya lagi untuk diterapkan. Kalau mau, pengurus 
MUI bertandang
> ke kantor Metro TV, dan minta ke redaksi agar opininya ditayangkan 
agar
> pemberitaannya berimbang. Metro TV juga musti 'lego lilo' 
menayangkan
> apa kata MUI, daripada mereka mengirim massa FPI ke Kedoya.
>   
> Berikut artikel dari Koran Tempo - Senin, 14 November 2005 halaman 
A10:
>    
>   MUI akan panggil Metro TV
>    
>   Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan memanggil pengarah acara dan 
> pengedit acara Today's Dialogue, Metro TV pada tayangan Selasa 
(2/11). 
> Sebab, acara dialog yang membincangkan pluralisme dan Fatwa MUI 
dan 
> menghadirkan narasumber Jalaluddin Rahmat, Abdurrahman Wahid, Emha 
> Ainun Najib, dan Dani "Dewa" ini dinilai mendiskreditkan majelis  
ulama.
>    
>   Menurut Aminudin Yakub, Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI, akhir 
pekan 
> lalu, dalam acara tersebut, Metro TV tidak menampilkan narasumber 
> yang profatwa MUI. Narasumber dan narasi yang disampaikan secara 
> keseluruhan, kata Aminudin, bersikap kontra terhadap fatwa 
pluralisme 
> MUI.
>    
>   Pakar komunikasi, Jalaluddin Rahmat, yang menjadi salah satu 
> narasumber, mengakui bahwa penayangan acara itu banyak distorsi. 
> Menurut Kang Jalal - panggilan akrabnya - kepada Tempo kemarin, 
ada 
> beberapa bagian pokok yang hilang. Dia juga mengaku, hanya 
sepertiga 
> bagian yang ditayangkan dari diskusi sesungguhnya yang berlangsung 
> satu setengah jam itu. "Untuk menghindari prasangka, silakan MUI, 
> masyarakat, dan media melihat rekaman utuh acara itu," katanya.
>    
>   Menurut produser eksekutif acara Today's Dialogue Metro TV, 
Endah 
> Saptorini, dialog itu bukan produksi mereka, tapi acara Pengurus 
> Besar Nahdlatul Ulama, yang terbuka untuk umum. Pihak Metro TV, 
kata 
> Endah, "Menganggap acara tersebut menarik sehingga direkam dan 
> ditayangkan," katanya kemarin.
>    
>   Mengenai keseimbangan berita, Pemimpin Redaksi Metro TV Don 
Bosco 
> Selamun menganggap, pihaknya sudah memenuhi kaidah 
jurnalisme. "Tapi, 
> kalau memang ada kritik yang menganggap tidak seimbang, silakan 
saja," 
> ujar Don Bosco, yang mengaku hingga kemarin belum menerima surat 
> keberatan resmi MUI.  
>    
>   Endang Purwanti/Fanny Febiana/Raden Rachmadi
>   
>  
> 
> 
> Ungkapkan opini Anda di: 
> 
> http://mediacare.blogspot.com
> 
> http://indonesiana.multiply.com
>               
> ---------------------------------
>  Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.  
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/cRr2eB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke