Entah apa yg ada dipikiran SBY saat ini ditengah gencarnya desakan 
Reshuffle kabinet.. Yang pasti perombakan atau katakanlah pencopotan beberapa 
Menteri memang pantas dilaksanakan. Apalagi kondisi perekonomian dan 
kesejahteraan Sosial rakyat mengalami penurunan secara signifikan akibat 
kenaikan simultan dari Harga BBM yg terjadi 2 kali semasa pemerintahan SBY-JK.. 
Dan Pemerintah berdalih semua kenaikan diakibatkan faktor eksternal yaitu 
kenaikan harga minyak mentah dunia yg pernah mencapai 70-71 $dollar AS.. Dan 
kita Indonesia juga negara belahan dunia lainnya sedikit tertolong oleh faktor 
eksternal juga yaitu amukan badai katrina dan Wilma yg menerpa Teluk Meksiko, 
lumbung minyak mentahnya Amerika Serikat .. Angin dari neraka tsb ditimpakan 
Tuhan pada Laknatullah Amerika si price maker  yg seenaknya mengobok-obok harga 
Minyak mentah melalui kaki tangannya yaitu INVISIBLE “XATAN” HANDS, 
tangan-tangan setan tersembunyi yg nongkrong di New York Merchantile Exchange 
dan Pasar Bursa
 Minyak London.. Pemerintah Amerika dgn terpaksa melepas cadangan minyak 
nasional atau ekonomi Amerika sendiri akan ambrol akibat kurangnya pasokan dan 
hasilnya fantastis yaitu harga minyak mentah global turun hingga mencapai 57,8 
$dollar per barrel dan barangkali turun lebih rendah lagi..
   
  Tapi di Indonesia harga BBM terlanjur naik per 1 oktober 2005 hingga 200% 
bagi minyak tanah dan 85% bagi premium, dan berujung pada melejitnya inflasi 
kenaikan harga bahan kebutuhan rakyat hingga 8,7% dibulan oktober dan menurut 
sebagian pengamat ekonomi untuk tahun ini (2005) inflasi bisa mencapai 15%.. 
suatu angka tertinggi sejak thn 2001 lalu.. Pemerintah dgn berbagai dalih 
terpaksa menerapkan sistem neoliberal  yaitu mengurangi subsidi BBM bagi rakyat 
dan memperkuat anggaran yg devisit dgn kenaikan harga minyak.. Dan merayu 
rakyat miskin merana dgn BLT (bantuan langsung Tunai) sebanyak 300 ribu rupiah 
untuk 3 bulan belanja supaya rakyat tidak terlalu protes mengutuki kebijakan 
pemerintah.. Dan rakyat malahan marah-marah pada kepala desanya dan petugas 
statistik pendata lapangan ketika tidak tercatat selaku orang miskin papa dan 
berujung korban beberapa orang kepala Desa dan orang tua tidak bernafas lagi 
buat selamanya termasuk hancurnya beberapa bangunan aparat desa oleh amukan
 rakyat..
   
  Sementara SBY dan JK melakukan kebijakan uang ketat untuk menekan inflasi yg 
liar dgn menaikkan suku bunga SBI bank Sentral Indonesia hingga 12% dgn sistem 
ribawi bunga tinggi yg malahan mendapat tepukan tangan dari oknum-oknum 
pejabat-pejabat IMF dan World bank termasuk negara-negara Asing. Berkemungkinan 
bisa-bisa 13% BI Rate kedepannya untuk memperkuat nilai rupiah dan menekan 
inflasi ditahun 2006 nanti.. Tindakan ini secara internal membikin banyak usaha 
jadi empot-empotan dan nyaris bankrut terutama industri tekstil dan 
transportasi.. Sementara nelayan yg butuh minyak supaya bisa melaut, sekarang 
lebih memilih memajang kapalnya daripada rugi.. Dan Petani  akan dikorbankan 
akibat dibukanya import Beras murah dari Thailand dan Vietnam sebanyak 250 ribu 
ton akhir tahun supaya pasokan beras nasional tetap terjaga dan harga beras 
stabil tidak bergejolak atau kalau bisa turun, sementara harga-harga melambung 
dan berakibat petani akan balik memakan gaplek dan singkong daripada
 mengunyah nasi.. ( jangan ampe petani mati satu-persatu dilumbung beras)
   
  Sementara buruh dan pekerja kontrak sekarang pada jantungan ( moga-moga ngak 
bunuh diri atu-atu) akibat berhembus isu bahwa 500 ribu hingga 1,5 juta pekerja 
akan di PHK oleh dunia industri yang mengurangi produksi tersebab kenaikan 
ongkos produksi dan turunnya permintaan (demand) akibat daya beli rakyat yg 
rendah dan otomatis dunia industri akan mengurangi pekerjanya.. Dan dunia 
properti sekarang lagi asyik ngitung kerugian diakibatkan melejitnya kredit 
suku bunga bank yg tinggi dan berpengaruh pada harga Rumah per-unit yg 
mau-tidak mau akan terpaksa dinaikkan, yg berarti permintaan akan rumah siap 
huni akan turun drastis  tersebab konsumen ogah beli rumah yg mahal!.. Kondisi 
rakyat kecil terutama grass root mengalami pelemahan daya beli yg signifikan 
dan dikhawatirkan bukan beras lagi yg dikunyah, tetapi adalah tanah alias 
dimasukkan dalam tanah satu persatu lebih cepat dari jadwal akibat mati 
kelaparan!!! Menurut BPS jumlah keluarga miskin bertambah 9 juta lagi dari 
sebelumnya 15
 juta hingga berkemungkinan yg mengaku miskin absolut bisa-bisa 30-50 juta-an 
jiwa nantinya.
   
  Sementara kondisi anggaran negara rentan resiko, sebab jumlah hutang yg 1.282 
trilyun per 31 maret 2005 atau 52 persen dari produk domestik khawatir tidak 
terkelola dan keuangan negara kolaps dan fail.. gagal bayar! Itulah sebabnya 
pemerintah mengambil kebijakan tidak populer dgn pilihan sulit: NEGARA BANGKRUT 
ATAU RAKYAT YG DIBANGKRUTKAN??? Maka akhirnya pilihan jatuh pada yg kedua yaitu 
rakyat dihisap ekonominya dgn kenaikan BBM, Pajak, Retribusi dan suku bunga 
pinjaman dll dll demi bisa bayar hutang dan mengongkosi protokoler Kenegaraan.. 
Biarlah ekonomi rakyat yg kolaps daripada keuangan negara.. 
   
  Sementara itu DPR kita selaku wakil dari rakyat-pun menagih bagian dari 
keuntungan kenaikan BBM jualan Negara sebanyak 10 juta per-kepala dgn alasan 
kenaikan ongkos pulang pergi kantor-rumah mewah, termasuk rengekan soal biaya 
study banding, biaya tunjangan dll.. Pantasnya DPR kita baik yg dipusat maupun 
didaerah digelari DPR MATA DUITAN aja neh dibanding DPR WAKIL RAKYAT… toh 
segala urusan UU dan Anggaran yg mereka keluarkan selalu berujung uang 
receh!!!!.. alamaaak.. Dan menurut analis Politik Indra J Piliang telah terjadi 
Vandalisme Politik dimana performa 550 anggota DPR tidak menunjukkan selaku 
wakil dari 220 juta rakyat dan lebih seperti LSM(lembaga Swadaya Masyarakat ) 
dan agen percaloan  ketimbang Fungsi Pengawas pemerintahan..
   
  Dan prediksi kedepan menurut sebagian besar analist bahwa Ekonomi 2006 berada 
dalam tekanan akibat anjloknya harga minyak global, kenaikan tingkat suku bunga 
dan tingginya inflasi.. Pemerintah kesulitan genjot pertumbuhan Ekonomi dan 
berkemungkinan tingkat pertumbuhan thn ini hanya sebesar 5,5-5,6% yg berarti 
pemerintah mengakui bahwa pengangguran terbuka absolut yg sebanyak 10,9 juta 
orang belum bisa teratasi.. Artinya peran sentral negara dlm mengatasi 
penggangguran tidak bisa diharapkan dan persiapkan diri terhadap ledakan 
kriminalitas lanjutan plus peminta-minta,gepeng, pak ogah dan Pak Polisi( juga 
krisis lho) yg bergentayangan disetiap lorong jalan.. Berkemungkinan 
perekonomian 2006 mengalami STAGFLASI  dimana Inflasi tinggi, pertumbuhan 
rendah dan Investasi tidak masuk… Bersiaplah dgn krisis jilid ke 2!!!
   
  Sementara kondisi sosial terlihat liar dan amburadul dimana Kerusuhan, 
kegalauan, ketidakpuasan pada kinerja Aparat daerah berujung pengrusakan 
..Alam-pun terlihat liar seiring dgn kondisi iklim global yg memanas akibat 
keliaran tukang-tukang potong kayu diberbagai hutan dunia.. Pers juga begitu 
liar dan penuh dgn ekspose keliaran orang-orang Indonesia.. Pers Bebas 
betul-betul dimanfaatkan untuk menayangkan segala perilaku liar warga Indonesia 
baik dalam maupun luar negeri.. Kerusuhan begitu ditampilkan liar apa-adanya, 
kekerasan diperlihatkan dgn segala keliaran, dan termasuk perilaku primitif 
liar sexuality dimana segala pola tingkah sexual bangsa ditonjolkan, diekspos 
dan dimanfaatkan untuk output kenaikan oplah penjualan pers bebas, sehingga 
pronografi media terlihat liar telanjang.. ekonomi yg prospektif saat ini 
adalah  EKONOMI MESUM dimana kemesuman yg liar telah menjadi omzet milyaran 
hingga trilyunan rupiah dan perempuan kita diekspor dgn dalih TKW pahlawan 
Devisa dgn
 tujuan jual beli kemulusan daging polos perempuan Indonesia.. IRONIS!!!!.. 
Inilah harga yg mesti dibayar mahal oleh sistem Liberal bebas yg tegak dibumi 
Indonesia yaitu kemesuman dalam Hotel Prodeo penuh lendir yg mewabah 
dimana-mana plus kamar-kamar mesum dgn segala persediaan gadis panggilan dan 
Pemerintah kita tidak bisa berbuat banyak.. Artinya harga diri Perempuan 
Indonesia dikorbankan demi menggeliatnya Ekonomi dan perolehan Devisa..
   
  Dan Keliaran perilaku warga kita luar biasa merusaknya. PILKADA Pemilihan 
Kepala Daerah adalah pesta kekerasan,  Hak Demokrasi menjadi HAK MERUSAK, 
Mahasiswa menjadi Margasatwa dan tangan-tangan bangsa menjadi liar oleh anarkis 
massal berwujud amuk massa.. Hutan ditebangi secara liar, Alam-pun liar, rakyat 
liar, goyang perempuan jadi liar,  Pers terlihat liar, harga-harga liar, 
inflasi liar, kriminalitas meliar dan Koruptor berkeliaran, teroris liar , 
termasuk Bandar narkoba hidup liar di Negara Liar dgn seorang Jendral angkatan 
Bersenjata selaku Pemimpin negara liar bernama Indonesia.. kontradiktif sekali! 
 Dimana Pemerintah kita??? Dimana Hukum kita?? Dimana aparat bersenjata kita?? 
Dimana pemimpin agama kita?? Dimana morality kita????
   
  Apa yang sebaiknya kita lakukan sekarang? Ada beberapa OPSI yg dapat 
ditawarkan:
  SKENARIO PERTAMA: Jatuhkan SBY saat ini!….     Kinerja Pemerintahan sekarang 
jauh dari harapan rakyat, walau sudah memenuhi harapan International yaitu 
Pemilu Liberal langsung, Liberalisasi berbagai sektor, penghapusan subsidi, 
privatisasi dll Tetapi dimata rakyat terlihat kredibilitas pemerintahan 
SBY-Kalla mulai luntur walau masih populis.. Tetapi akibat dari jatuhnya SBY 
adalah naiknya Jusuf Kalla secara otomatis sesuai UUD Negara, dan akibat 
lanjutan adalah makin kuatnya Partai Golkar selaku kendaraan Politik penguasa.. 
Dan secara Ekonomi kehidupan akan makin berat tersebab sistem Jusuf yg doyan 
main pukul duluan, urusan belakangan( main ngambil keputusan segera dan tidak 
terlalu penuh pertimbangan)… artinya sistem represif akan muncul dan barangkali 
one shoot policy( kebijakan dgn pukulan penuh) akan menggejala dipemerintahan 
Jusuf Kalla.. artinya dunia usaha termasuk dunia Politik akan kelabakan 
menghadapi kebijakan JK yg temperamen dan lebih pada bissnis untung rugi bagi
 negara daripada pro kerakyatan.. artinya Negara saudagar untung besar akan 
lebih menonjol dibanding negara dgn kesejahteraan rakyat ( welfare states).. 
Hal ini jelas-jelas tidak positif bagi perkembangan Indonesia kedepan dan saya 
kira OPSI menjatuhkan SBY saat ini tidak dapat dilakukan… Kendala terbesar dari 
OPSI impeachment atas presiden adalah ganjalan di MPR/DPR MATA DUITAN yg lagi 
dikuasai Partai Berkuasa dan Koalisinya.. Apa mereka yg lagi duduk enak ini 
bersedia berjibaku dgn eksekutif pemerintahan SBY??? Dan seandainya DPR sepakat 
mengeluarkan maklumat pemecatan, dan seandainya Partainya Jusuf Kalla mendukung 
sebab otomatis Kalla yg pegang jabatan nomer 1, maka hadangan  akan muncul dari 
Jendral dan Prajurit loreng-lorengnya SBY yg menolak pemberhentian sang 
pimpinan dan bisa-bisa berujung pendarahan Indonesia oleh loreng-loreng 
berseragam.. runyam juga…
   
  SKENARIO KE DUA: Hukum mati SBY-JK!!….    Kesalahan fatal yg dilakukan 
Presiden SBY adalah tidak mampu memanajemeni dan mengawasi keliaran bangsa ini, 
tidak dapat mengontrol kelakuan koruptor dan tidak bisa memberi kesejahteraan 
bagi rakyat sesuai janji-janji kampanye, dan terseret arus Neoliberalist global 
yg sarat dgn nilai-nilai Kapitalisme.. Entah siapa nantinya yg akan 
melaksanakan eksekusi mati atas SBY, maka JK akan naik dan Negara saudagar akan 
muncul, tetapi jika Kalla juga ngalami nasib yg sama (mati lebih cepat dari 
jadwal), maka yg akan naik adalah MenkoPolhukam Widodo AS sesuai tata aturan 
UU..    Apa yg bisa terjadi??? Pasar akan merespon negatif dan rakyat bergolak 
akibat sikap Widodo yg sering ngumpet dibelakang punggung SBY seperti selama 
ini, apalagi Widodo terlihat layaknya staff biasa SBY ketimbang salah seorang 
Menteri Negara yg berperan penting.. Widodo sering kedodoran dan terlihat 
memble saat menjawab pertanyaan pers dan pusing menghadapi berbagai gejolak
 kerusuhan rakyat termasuk kekisruhan Politik, barangkali perlu sekotak puyer 
bintang 7 untuk menaikkan bintangnya( nyang mantap dikit dhonk pak Jendral kalo 
ngasih statement).. Jelas akan fatal akibatnya bagi rakyat seandainya Susilo 
terbunuh, Kalla dieksekusi dan naiklah Widodo yg sering kedodoran!!! Gak jadi 
aah… Maka jagalah Presiden kita, jangan sampai seorang-pun dapat mengancam 
nyawanya dan jangan biarkan seekor lalatpun menyakitinya apalagi flu burung… 
bisa bahaya bagi negara !!!
   
  SKENARIO KE TIGA: Percepat Pemilu!…. Barangkali OPSI ini lebih baik dari yg 
pertama maupun kedua.. Seandainya SBY-JK makin jauh dari harapan rakyat dan 
kehidupan makin berat selama pemerintahan mereka, maka kita rakyat pantas 
mencabut mandat yg diberikan.. Dan jalur resminya adalah lewat MPR/DPR pusat 
dan KPU (komisi Pemilihan Umum)yg memutuskan percepatan Pemilu untuk mengganti 
pemerintahan yg tidak sesuai dgn janji-janji Politik saat kampanye dulu…Tetapi 
kinerja satu tahun ini emang tidak cukup untuk melakukan penilaian final, perlu 
diberi kesempatan 1 semester atau setengah tahun kedepan atau mungkin di 
triwulan ke 3 tahun ke 2, dimana bisa dilihat kemungkinan-kemungkinan 
perkembangan Indonesia kedepan, makin gelap ataukah makin mengepul-ngepulkan 
asap ekonomi?.. Seandainya suram, maka sebaiknya Pemilu diusulkan dipercepat 
dan tahun ke 4 ,kita sudah punya pemerintahan yg baru..( 1, 3 tahun persiapan 
pemilu sejak penilaian) Tetapi kendalanya juga tidak sedikit diantaranya
 Percepatan Pemilu berarti juga percepatan pembubaran DPR MATA DUITAN saat ini, 
padahal modal kampanye belum balik apalagi untung..  Bersediakan DPR DUIT 
MELULU membubarkan dirinya dalam Pemilu yg dipercepat dan apa mampu menurunkan 
Pemerintah berkuasa yg dibekingi Partai Pemenang Pemilu yaitu Golkar??? 
Komposisi Partai di MPR/DPR kurang memungkinkan untuk meminta percepatan Pemilu 
sebab oposisi terhadap Pemerintahan yg sekarang amat lemah… Yang paling mungkin 
adalah PEOPLE POWER pergerakan besar-besaran rakyat, mahasiswa, LSM, tokoh 
Masyarakat, Lembaga non Pemerintah untuk bersama-sama mendesak Percapatan 
Pemilu dan kembali menduduki MPR/ DPR seperti masa Reformasi.. Tetapi ongkosnya 
juga penuh resiko yaitu gesekan sosial dan kericuhan berujung amuk massa akibat 
pertentangan antar pendukung antara pro Pemerintah dan yg tidak .. stabilitas 
Politik menjadi kacau balau dgn akibat lanjutan adalah hengkangnya pelaku 
investor dari Indonesia… keadaan akan makin parah seandainya terjadi
 pergolakan rakyat.. Ini OPSI yg rentan resiko …
   
  SKENARIO KE EMPAT: Hiraukan Pemerintah, Hiraukan Negara dan Hiduplah dgn 
upaya Pribadi.. Alam Liberal saat ini memungkinkan kita per orang untuk 
berkreasi sesuai dgn kapasitas pribadi termasuk kreatifitas inovasi yg muncul 
dari otak masing-masing kita.. Artinya Kita dituntut untuk bisa eksis dgn 
melakukan berbagai manuver dalam melihat berbagai peluang dibalik tekanan 
ekonomi dan politik.. Pemerintah tidak mampu mengurusi rakyat satu demi satu.. 
Rakyat mesti mengurusi dirinya sendiri sebab Negara dalam keadaan limbung dan 
anggaran keuangannya negatif bila ditilik dari rasio antara hutang dgn asset 
Negara secara keseluruhan.. artinya jika seluruh asset harta negara dijual 
seluruhnya dan dibayarkan untuk melunasi hutang, maka masih akan ada hutang yg 
perlu dibayar sementara seluruh harta negara sudah tergadai.. Tetapi dgn 
kemampuan generasi yg sekarang dimana dunia pendidikan gagal membentuk pribadi 
mandiri, dimana keberhasilan Pendidikan kita barulah mencetak generasi korup, 
santai,
 tidak berdisiplin, lemah kemauan, duduk nongkrong dan pendengar setia plus 
budak-budak eksport, maka saya bisa pastikan corak apa yg muncul di Indonesia 
liberal yaitu kekacauan dan anarkisme plus sikap benar sendiri.. Sementara 
Negara dilikuidasi dan dideregulasikan pada tokoh-tokoh berpengaruh, hasilnya 
adalah gesekan dan pertentangan antar daerah, agama, suku,ras dan antar  
golongan… Dilain pihak para  tentara dipengaruhi oleh kepentingan antar 
kelompok .. hasilnya adalah perang saudara… Bisa-bisa malahan muncul seorang 
tokoh otoriter tak pandang bulu… main sikat model Stalin… Tetapi kalau 
pendidikan kemandirian disiapkan sejak sekolah dasar( SD) dimana ditekankan 
generasi yg melek Tekhnik, tekhno, spesialisasi kejuruan, strategi ekonomi, 
penempaan kedisiplinan tinggi, Pelatihan Kerja, Life skill dll ada harapan 
rakyat bisa mandiri ngurus diri sendiri dan tidak terlalu berharap pada 
Presiden dan menteri sebagai Dewa penyelamat .. Biang kerok dari semua ini 
adalah Sistem Pendidikan
 dogol dan penuh rapalan-rapalan mantra teks pelajaran seperti sekarang dimana 
para guru sibuk mencetak generasi nongkrong dibelakang meja alias birokrat 
pegawai urusan administrasi,apa yg bisa diambil nilai plusnya???   Padahal yg 
bikin negara kuat adalah rakyat yg berdikari dan produk-produk bikinan rakyat 
yg kompetitif, inovatif, murah, berkwalitas yg bisa dieksport dan hasilkan 
devisa.. Baru kesejahteraan bisa terwujud..
   
  SKENARIO KE LIMA: Beri kesempatan Presiden dan team worknya bekerja hingga 
selesai masa jabatan.. Ini OPSI yg paling aman bagi Negara.. Tentunya dgn 
harapan Presiden dan pembantu memperbaiki kinerja dan bekerja lebih keras.. 
tuntutan reshuffle Kabinet perlu disikapi Presiden dgn arif.. Dan diakui ada 
mentri Negara yg tidak becus bekerja dan bikin rakyat merana,Terutama dalam 
team Ekonomi-nya dimana Aburizal Bakri seorang konglomerat yg pro mekanisme 
pasar bebas dan berakibat Pasar Indonesia kebanjiran produk Import terutama 
dari China, Jepang, korea dan Amerika.. Dan Menteri keuangan Jusuf Anwar yg 
doyan istilah” don’t worry be Happy” malahan bikin pelaku pasar jadi meragukan 
kinerja pemerintah dan nyaris bikin mata uang rupiah loncat indah ke kolam air 
mata krisis seperti thn 1998 lalu..  Dan juga persoalan dalam Negeri terutama 
Korupsi, Pilkada dan Hukum yg tidak kunjung membaik.. Sementara peranan Wanita 
hanyalah selaku tenaga dan tulang belulang untuk diperbudak dinegeri
 sendiri dan dinegeri orang termasuk disini ekonomi mesum dimana peranan wanita 
amat dominan, baik selaku pekerja sex komersial maupun selaku pajangan di 
koran, surat kabar, majalah dan media elektronik dalam rangka pornografi 
nasional.. 
   
  Maka saya mengusulkan pada Presiden SBY yg terhormat supaya Aburizal Bakrie 
diminta untuk pulang kandang saja ke Bakrie Groups, sementara Jusuf Anwar 
dibelikan tiket pulang kekampung halaman.. Widodo AS yg MenkoPolHuKam diberikan 
pensiun cepat karena tidak ada suaranya, M Ma’ruf yg Mendagri dicopot 
seragamnya tersebab Pilkada kacau balau dan STPDN jadi arena pembantaian, Men 
Kepala bappennas Sri Mulyani diminta ngurus ekonomi keluarga saja daripada 
ngurus perencanaan ekonomi Negara, dan Men peranan Wanita Meutia Hatta 
diharapkan turun secara elegan tersebab perempuan Indonesia makin ngak 
karu-karuan perangainya.. Termasuk disini Bambang Sudibyo yg MenPendidikan 
perlu distop aktivitasnya dlm mencetak generasi nongkrong tanpa bisa berkarya 
nyata.. Dan Bagir Manan dipecat dari jabatan basahnya di MA!!!
   
  Oleh karena itu saya mengusulkan supaya MenkoPolHuKam dijabat oleh Yusril 
Ihza mahendra sebab Hukum dan politik perlu lebih sinkron dan sejalan tidak 
seperti sekarang  ini yg tidak ada dukungan politis yg kuat dan terstruktur 
dari Pejabat Negara, termasuk upaya aparat bersenjata dalam menegakkan Hukum 
secara tegas….  Dan mengajukan Syahrir selaku MenkoEkuin sebab pemikirannya yg 
pro pemerataan rakyat tapi bisa fleksibel dgn pasar global…. Sementara Syahril 
Sabirin diajukan sebagai Men.keuangan , walau pernah dijadikan kambing Hitam 
dalam kasus bank Bali ,tetapi semasa jadi Gub BI berhasil menjaga kestabilan 
moneter dan BI bisa bertahan….  Dan barangkali Faisal Basri bisa dijadikan 
Kepala Bappnennas, sebab perlu orang sedikit galak dan lantang berbicara plus 
paham Ekonomi Pembangunan dalam mengarahkan perencanaan Pembangunan nasional.. 
Walau si Faisal ini pernah nyaris baku hantam dibidang Hukum dgn Hadi Purnomo 
yg Dirjen Pajak, tetapi saya kira tidak diragukan jiwa nasionalismenya
 dalam membangun Indonesia….  Dan Mungkin Juwono Sudarsono bisa dikembalikan 
keposisinya yg Men.Pendidikan atau bisa juga  Indra Djati Sidi yg konseptor 
pendidikan tetapi orang lapangan menjadi Men.Pendidikan….  Sementara itu 
Mendagri bisa dijabat oleh Endriartono Sutarto yg Panglima TNI dan orang 
lapangan, dgn harapan ada ketegasan menghadapi penentang keputusan Pilkada, dan 
kalau perlu terjun langsung ke daerah bermasalah sebagaimana yg dia lakukan di 
Aceh yg lagi bergolak….  Dan Mentri urusan Peranan Wanita diharap bisa dijabat 
oleh Sri Mulyani yg sekarang masih Ketua Bappennas dgn harapan wanita kita 
punya keahlian mengolah ekonomi keluarga dalam zaman serba mahal ini untuk 
menjadi nilai plus yaitu usaha sampingan rumah tangga (dgn harapan jadi 
industri rumah tangga), dan tidak hanya jadi budak dinegeri orang, termasuk 
juga pendidikan morality bagi perempuan penjaja cinta…
   
  SKENARIO KE ENAM: Tetapi kalau setelah reshuffle tidak ada perobahan yg 
berarti, apa yg bisa kita lakukan??? HARAPKANLAH SEBUAH REVOLUSI TOTAL dgn 
sistem Politik Ekonomi yg berobah total, dgn seorang tokoh revolusi yg diakui 
kredibilitasnya dan dapat mencerahkan bagi Indonesia yg dililit benang kusut 
1001 masaalah… Tetapi dalam pengamatan saya belum ada sosok yg bisa membawa 
kita kearah pencerahan tsb, baik enlightenment( pencerahan akal budi), 
enlightening (pencerahan spirituil), maupun juga pencerahan dalam sebuah sistem 
baru  bagi geopolitik Indonesia.. saya belum menemukan orang tsb hingga detik 
ini.. Dan kalau-pun orang tsb betul-betul ada, mekanisme Politik kita akan 
mengalami kekacauan sebab artinya ada Coup d’Etat atau penggulingan kekuasaan 
secara paksa oleh seseorang dgn team kerjanya, dan angkatan bersenjata mesti 
berpihak kepadanya seperti yg dilakukan Soeharto dulu atau malahan sebaliknya 
akan ada perang Bharatayudha antar saudara sebangsa dan setanah air tersebab
 angkatan bersenjata( TNI dan Polri) yg terpecah dalam dua kubu .. Dan sudah 
pasti corak Politik Ekonomi akan berobah sesuai dgn selera dari si pengguling 
kekuasaan ..
   
  Yang paling rasional adalah menunggu hingga tahun 2009, dipergantian Presiden 
berikutnya dan memilih sosok Presiden yg lebih bisa membawa harapan bagi rakyat 
banyak… Maka saya dgn ini hanya bisa berdoa semoga Presiden kita yg sekarang 
Susilo bambang Yudhoyono dan jajaran Mentri bisa membawa kita kearah yg lebih 
baik dan selamat hingga 2009 nanti dan setelah itu terserah pilihan rakyat 
berdaulat!!!.. 
   
  I pray for you Mr.President.. Dan jangan sia-siakan waktu yg diberikan pada 
anda tuan Presiden atau anda jatuh ditengah jalan…Good Luck!!!
   
   
  Sang
   
  Pemelotot Negara…



                
---------------------------------
 Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.  

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/wlSUMA/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke