Sabtu, 19 November 2005
Internasional
http://www.korantempo.com/korantempo/2005/11/19/Internasional/krn,20051119,43.id.html

Sajida, Pengebom yang Bikin Aib

Keluarganya sudah tidak mau lagi mengakui Sajida karena dianggap 
melanggar norma sukunya.

Rabu (9/11) malam pekan lalu adalah saat yang paling menegangkan dalam 
hidup Sajida Mubarak Atrus al-Rishawi. Bersama suaminya, Ali Hussain 
al-Shammari, keduanya berusia 35 tahun, dia memasuki Hotel Radisson SAS, 
di Kota Amman, Yordania.

Misi mereka melakukan aksi balas dendam terhadap kematian ketiga kakak 
Sajida, termasuk Samir Mubarak al-Rishawi, di Kota Fallujah, Irak, tahun 
ini. Samir diduga sebagai pemimpin Al-Qaidah di Provinsi Al-Anbar dan 
sebagai tangan kanan Abu Musab al-Zarqawi. Nahas, Sajida ditangkap 
setelah gagal mengikuti jejak suaminya yang berhasil meledakkan diri di 
tengah keramaian sebuah pesta pernikahan.

Terlalu sederhana untuk menyatakan balas dendam sebagai motif Sajida. 
Dia sama sekali tidak mengetahui cara memakai dan meledakkan bom yang 
dililitkan di badannya. Bahkan dia gagal melaksanakan aksinya. Dia hanya 
dimanfaatkan suaminya, juga warga Irak, yang terkait dengan gerilyawan 
Al-Zarqawi. "Suami saya yang mengatur segalanya, saya tidak tahu 
apa-apa," kata Sajid dalam pengakuannya yang disiarkan melalui televisi 
Yordania, pada Minggu (13/11).

Dia menceritakan, bersama suaminya dia pergi ke Amman melalui pintu 
Al-Karamah pada 5 November. Keduanya pergi dengan menyewa mobil berwarna 
putih bersama sopir dan seorang penumpang lainnya. Pasangan ini 
menggunakan paspor palsu dengan nama Ali Hussain Ali dan Sajida Abdul 
Qadir Latif. Mereka menyewa sebuah apartemen di kawasan Talla Ali, 
Amman, jaraknya dari sasaran sepuluh menit berkendaraan.

Sajida berasal dari Ramadi, kota mayoritas Sunni yang sejak invasi 
terkenal dengan perlawanannya terhadap pendudukan Amerika Serikat. Dia 
berasal dari klan Shammar. Seorang tetangganya menggambarkan Sajida 
sebagai seorang wanita sederhana, tanpa pendidikan atau ideologi politik 
tertentu.

Dia juga memiliki saudara perempuan yang menikah dengan seorang ahli bom 
asal Yordania, Nidal Muhammad Aribiyat. Iparnya itu juga tewas dalam 
pertempuran dengan pasukan Amerika di Irak. Aribiyat menjadi ahli bahan 
peledak setelah kembali dari Afganistan pada 1999. Dia bergabung dengan 
kelompok Al-Zarqawi di Irak pada 2003.

Setelah semuanya berakhir, kelihatannya Sajida akan menjadi sebatang 
kara. Keluarganya sangat marah terhadap tindakan yang dilakukan Sajid 
dan tidak mau lagi mengakuinya. Mereka menganggap Sajida telah melanggar 
kode etik suku Shammar. "Kami mengharapkan dia mati dan kami tidak ingin 
melihat dia lagi. Dia telah membuat aib keluarga," kata seorang anggota 
keluarga yang tidak mau menyebutkan identitasnya.

Tampaknya pengebom bunuh diri wanita akan marak di masa mendatang. 
Keuntungannya, wanita tidak memiliki sosok sebagai pengebom sehingga 
sulit dideteksi. Selain itu, jika aksinya berhasil, akan lebih mendapat 
sorotan media dan ini berguna bagi propaganda kelompoknya. "Menggunakan 
wanita dalam serangan bunuh diri melampaui apa yang bisa diterima 
masyarakat Arab," kata Magnus Ranstop, ahli terorisme dari the Swedish 
National Defense College.

Fenomena pengebom bunuh diri wanita memang bukan hal baru. Kelompok 
Macan Tamil Eelam pernah memakai seorang wanita untuk membunuh mantan 
Perdana Menteri India Rajiv Gandhi pada 1991. Jadi jangan hilang 
waspada, pun terhadap seorang wanita. Di balik lenggoknya, siapa tahu, 
blaar.... ARABICNEWS | AKI | BBC | GLOBEANDMAIL.COM | FAISAL



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/LeSULA/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke