Sekedar mo share email ini ...
---------- Forwarded message ----------
From:
Date:
Subject:
To: undisclosed-recipients
-----
Road Test: Shell Super Extra 95
Untuk pertama kalinya saya merasakan "freedom" dimana saya bisa mulai melepas
ketergantungan pada BBM Pertamina.
Critanya begini:
Baca Kompas pagi ini, ada foto SPBU Shell di Lippo Karawaci yg katanya udah
operasional.
Kaget juga, setau saya deregulasi BBM baru efektif sekitar 23 November 2005.
Curious abis, drpd 'curiosity kills the cat', saya berangkat ke Karawaci
siang tadi.
Tanpa banyak kesulitan lokasi SPBU saya temui. Ini petunjuknya:
- Tol Merak exit di Karawaci
- Ambil jalur menuju supermall, puterin deh itu mall dan ikutin jalur
balik menuju tol
- SPBU di kiri jalan.
First impression...
Dari penampilan fisiknya aja, udah top bgt!
Menempati lahan yg amat luas, entah berapa ribu m2, dgn logo Shell gede.
Liatnya aja mengingatkan pada tunggangannya Schummy di sirkuit2 F1.
Next...
Ada petugas yg mengarahkan mobil, dan saya dapet lane 1 dari pinggir jalan
raya. Klo ga diarahin, pasti bingung milih lane & pompa.
Pompa saya ternyata no urut terakhir, no 18 !
Yes, 18, artinya ada 18 pompa disitu, dan sekitar 6 lanes.
Petugas pengisi dgn ramah dan sopan ( sayangnya cowoq ) bertanya mau isi
apa..
Daripada bingung saya jawab seenaknya aja :
" Bensin yg paling bagus dan paling mahal "
So, mengalirlah BBM tsb ke tangki saya, dan sambil baca2 ternyata yg saya
beli adalah Shell Super Extra dgn oktan 95.
Dan product baru tersedia 2 jenis bensin, yaitu Shell Super 92 & Super Extra
95.
Harga?
Bersaing abis dgn Pertamax dan Pertamax Plus Pertamina!
Super 92 Rp . 5,700/ ltr dan
Super Extra 95 Rp . 5,900/ ltr.
Dan masing2 pompa disitu rata2 memiliki 4 buah dispenser di masing2 sisinya,
artinya 1 pompa dgn 8 dispenser!
Dikali 18 pompa, banyak amat yak... ;-)
The most important thing...
Meteran mereka super-super akurat!
Saya isi full tank dan menurut trip mobil saya, fuel used adalah 31.3 ltr.
Tapi tu pompa berhenti saat meteran di pompa baru nunjukin 30.5 liter !!
Ini mah amat langka di SPBU Pertamina, biasanya malah melebihi yg tertera di
trip computer mobil !
Trus
Receipt otomatis di print-out oleh pompa. Jadi mau ngakalin bon ga bisa deee
.... ;-)
Disitu jg ada small store ala AMPM, dan yg dijual termasuk oli Shell.
Container kaleng jg bias didapat disitu untuk beli bensin (klo mau dibawa
pulang). Jerigen yg saya bawa ditolak..
Harus pake container mereka.
Tidak dijual, tapi mesti kasih deposit. So saya ambil container kecil isi 4
ltr dan beli 4 liter Shell Super 92 buat diliat2 di rumah. ;-)
Ada yg ngeselin jg: para petugas termasuk kasir di store masih pada bego2 dan
bingung menjawab pertanyaan2 saya.
Tapi sy ga bisa marah, wong mereka sopan2 dan menjawab dgn cukup proper tanpa
indikasi sok tau.
Eh, tiba2 saya liat bule berdiri2 di tengah2 lane pengisian. Tanya kasir,
dia jawab itu boss dia, orang Shell Singapore.
Singkat kata, saya hampiri si bule yg ternyata masih muda, bernama Meneer
Eric van der Meer, orang Belanda yg bertugas sebagai GM Retail
Indonesia, India & Vietnam dan berkantor di Singapura.
Ngobrol2 dgn dia, berikut bbrp hal yg saya dapat :
1.. Sampai akhir tahun ini akan ada bbrp station lagi.
Di Jakarta at least ada 2, Jl S. Parman disebelah DHL dan Mampang/ Buncit
(lokasi persis dia ga inget).
Kedua station tsb under construction saat ini.
2.. Solar dengan minimum cetane 49 (kemungkinan 51) masih belum bisa
dipasarkan dalam waktu dekat.
Setelah dipancing2, ujung2nya ya kesimpulannya adlh Pertamina masih berusaha
dgn berbagai cara menahan laju mereka.
Hampir tiap hari si bule nemuin para yg dipertuan agung agar bisa segera
masarin solar.
Dia berharap dalam 3 bulan Shell sudah bisa mulai memasarkan solar .
3.. Shell V-Power dengan oktan 97 segera di-launching dalam waktu dekat,
perkiraan Januari 2006
4.. Mengenai harga bensin yg bersaing itu, Shell menjamin bahwa kualitasnya
sesuai dgn claim mereka, oktan 92 dan 95.
Additive yg dikandungnya juga sesuai dengan standar internasional Shell.
The surprises...
Sambil ngobrol saya mengamati pelanggan yg datang dan mengisi.
Ruaaaarrrr biasa! Mayoritas bukan mobil2 mewah, tapi kijang kapsul, Daihatsu
Espass, Timor, bahkan taksi prestasi !!
Artinya, banyak pengendara di Jakarta dan sekitarnya sebenarnya bersedia
membayar harga Pertamax, cuma mereka tau kualitas Pertamax dan P-Plus
jelek, jadi ya mending beli premium aja.
Blum lagi ditipu mulu ama meteran pompa bensin. Nah, giliran ada BBM impor
mereka bersedia spend more money tuch...
Now the test...
Jujur aja, pertama kali saya agak kecewa. Ini mah kualitasnya mirip dgn P-Plus
di SPBU MBAU Pancoran (yes, sy selalu usaha isi disana, meteran terakurat
dan kualitas bbm Pertamina terkonsisten baiknya utk semua jenis BBM termasuk
solar).
Lha ini udah jauh2 dibelain dari Ciputat ke Karawaci... 25 km tuch
jaraknya dari rumah.
Tapi pelan2 mulai ada perubahan di tol...
Mazda yg baru saya pake selama 3 tahun ini ngoper giginya di 3000- 3500 RPM
klo gas diinjek ,
sekarang ngopernya di 4000- 4500 RPM.
Gigi 3 ngoper 4 di 90-100 kph, dan ini blum pernah kejadian selama saya
pakai.
Biasanya ngoper di 70-80 kph tuh.
Cuma perubahan tidak 'langsung' dan cenderung belum konsisten.
Kadang akselerasi enteng, kadang berkurang lagi, gitu terus..
Analisa sementara, Shell 30.5 ltr tidak mudah bercampur sempurna dgn P+ yg
tersisa sekitar 20 ltr di tangki.
Impresi di jalan non-tol..
Power band lebih luas, torsi lebih merata gitu maksudnya. Lebih smooth.
Mesin yg selama 2 thn mejen dulu di seputar 2,750 RPM saat di gas tanggung
(akselerasi lembut dari berhenti, biasanya di seputar RPM ini ngedrop dulu
putarannya sebelum naik lagi )
sekarang berubah karakternya.
Bagi pemilik Mazda manual, gejala ini tidak terasa, tapi di versi matic ya
Beginilah kondisinya selama ini dgn Pertamax atau P+.
Further improvement..
Sepertinya analisa sementara bahwa bbm ini tidak mudah bercampur sempurna
makin terbukti.
Keliling2 kota, makin lama mesin makin enak. Setelah bbrp kali parkir, makin
enak aja rasanya !
Conclusion..
Definitely better fuel than Pertamina's!
Dgn harga sama, yach pasti ai uber terus deh Shell ini. Karawaci? No
problem.... toch cuma sementara,
kesana hari Minggu jg relative lancar. Bentar lg jg buka di Jakarta.
Petronas juga udah siap tuh di Cibubur dan Artha Gading !!
Tunggu beroperasi aja bentar lagi..
Further test at home...
Bensin Shell Super 92 sebanyak 4 liter di container saya pake buat mainan di
rumah, sambil rokokan.. Hehehe, just kidding.
Bensin ini baunya / aromanya mirip BBM Pertamina jaman dulu.
Confirmed by bokap gw yg gw kasi ½ botol aqua dan jg by Nanda yg jg gw kasi ½
btl aqua.
Ceceran bensin CEPET banget nguapnya... di tangan juga terasa dingin !
Lebih dingin dari BBM Pertamina , tapi kalah dingin ma methanol..
Residu di kulit tangan?
Adaaa... .....walau kering tp terasa licin kaya abis pake hand body lotion.
Good, artinya ada banyak additive, paling tidak lubricant.
Bagus lah buat fuel pump dan injectors...
Klo bbm pertamina emang ada residu tp ga kering tuh.. ......minyak tanah???
Dah puas main2, sisain lagi ½ botol redline, sisanya ai tuang ke tangki
Mazda.
Next test...
Pinginnya yg Super 92 (low grade) di-test..
Tapi berhubung beda oktan 3 numbers dan harga cuma beda Rp 200, jadi kurang
semangat ni...
ada yg mau test dan share hasilnya?
<http://www.incredimail.com/index.asp?id=54475>
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/