Yahudi versi Mbak Lina Dahlan (LD)
   
  LD
Dah diakui bahwa Yahudi itu terkenal dengan kelicikan dan kesombongannya.
   
  Komentar:
Mbak, licik dan sombong kan pada dasarnya sudah menjadi sifat-sifat 
buruk pada diri manusia, tak cuma diidap kaum Yahudi. Orang Arab dan Indonesia 
pun ada juga yang  licik dan sombong, walau mereka muslim. Jadi tolong kalau 
bisa jangan stereotype mencap  sebuah suku, apalagi sebuah kelompok agama atau 
bangsa. Kalau menyebut  orang Yahudi bersikap terlalu eksklusif - hanya mau 
bergaul dengan kaumnya saja - bolehlah. Itu salah satu kelemahan yang bisa 
memicu kecemburuan kelompok lain. Umat Islam juga banyak yang hidupnya 
eksklusif....
  
Lalu yang mbak tulis itu diakui oleh siapa? Oleh AQ? Kalau tercantum
di kitab suci AQ, maknanya orang-orang Yahudi dikutuk sepanjang hidupnya
oleh si pembuat AQ. 
   
  LD
Yahudi itu kebangeten dlm mengobok2 kitab suci, memasukkan dalam kitab 
suci bahwa Palestine adalah tanah yang dijanjikan Tuhan untuk Israel dan Israel 
adalah bangsa pilihan  Tuhan. Kalau kita mau berlogika ria saja, mana mungkin 
sih gini hari  Tuhan meninggikan bangsa yang satu dari bangsa yang lainnya? 
Dengan 
logika ria mana mungkin sih Tuhan ngasih spesial tanah buat spesial 
bangsa dan dikekehkan dalam kitab suciNya? Kan itu bisa2nya Yahudi 
jahil aja. Ini murni politik, namun diabsahkan ke dalam kitab suci 
oleh Yahudi jahil. Kan, kitab suci diacak-acak.
   
  Komentar:
Lha mbak Lina juga meninggikan agama yang satu dengan agama lainnya.
Kalau soal bangsa pilihan Tuhan, memang begitu tho. Kenyataannya, sejak
Adam hingga Isa mereka adalah kaum Semit. AQ menyimpangkan kisah Qurban,
apa juga bukan penyimpangan? Apa Yahudi dan Kristen nggak marah kalau
mereka sudah ribuan tahun percaya bahwa yang dikurbankan Abraham adalah
Isaac, tapi AQ bilangnya Ismael. Yahudi dan Kristen bilang bahwa Hagar
adalah budak belian dari Mesir, tapi Arab bilang Hagar (alias Siti Hajjar) 
adalah putri raja Mesir. Torat tak pernah bilang bahwa Abraham merusak 
patung-patung dan berhala, tapi di AQ kok nulisnya lain. Kisah muter-muter 
begini kan
malah memicu ide terorisme dan mensahkan paham bawa orang muslim bisa
merusak dan memusnahkan harta benda milik orang lain. 
   
  Yang kini menjadi negara Israel, dulu disebut Kanaan. Sah-sah saja
Yahudi menguasai wilayah yang dari dulu jadi miliknya itu. Tentara Arab (Islam)
kan baru mendudukinya pada 640 M (bercokol selama hampir 650 tahun lamanya, 
sedangkan nenek moyang orang Yahudi sudah nongkrong disana sejak 1.200 SM 
dengan Yahwe-nya. Israel sudah berbaik hati lho memberi tempat buat Palestina, 
walau bangsa ini pernah membunuh Raja Saul. Tentang Palestina, setahuku istilah 
ini muncul belakangan. Adaptasi  dari Filistin, bangsa penyerbu dari Laut 
Aegea. Bangsa Filistine inilah yang membunuh Raja Saul pada 1.000 SM,  lalu 
digantikan oleh Raja David (Arab: Daud). Kemudian Raja Solomon  (Arab: 
Sulaeman) menggantikan David. Setelah Sulaiman meninggal, kerajaannya  terpecah 
menjadi Israel dan Judea (Yudah). 
   
  Pada 722 SM, Israel dihancurkan oleh kerajaan Asur yang berkedudukan di 
wilayah Irak sekarang. Pada 587 SM, kerajaan Yudah menyusul dibinasakan 
kerajaan 
Babylon. Kota Yerusalem dan Kuil Sulaiman dihancurkan, dan bangsa 
Yahudi mereka angkut sebagai budak. Pada 538 SM, Babylon ditaklukkan 
Raja Persia Cirus yang memulihkan kembali kerajaan Yudah. Bangsa Yahudi 
yang dibuang ke Babilon dipulangkan kembali ke Palestina dan Kuil Sulaiman 
dibangun kembali. Pada 332 SM, Palestina ditaklukkan oleh Alexander Yang Agung, 
raja Eropa dari Makedonia (dalam legenda-legenda Arab disebut sebagai Iskandar 
Zulkarnain). Pada 63 SM, Pompey memasuki kota Yerusalem dan menjadikan 
Palestina wilayah takluk  kerajaan Romawi. Lalu terjadi pemberontakan orang 
Yahudi terhadap Romawi  hingga 67 M. Panglima Romawi Vespasianus bersama 60 
ribu tentara  menyerbu Yerusalem dan menghancurkan lagi Kuil Sulaiman. Pada 
132-135 M,  Yahudi memberontak kembali, dan gagal lagi. Yahudi dilarang masuk 
Yerusalem,
nama kota itu diubah menjadi Aelia Capitolina, dan provinsi diganti dari Yudea
menjadi Syria-Palaestina. 
   
  Bar Kokhba Revolt: final Jewish revolt, Judea and Jerusalem erased from 
maps, all of southern Syria renamed Palestine (coined by Herodotus)
   
  Pada pertengahan abad ke-7 Palestina diserbu para penakluk Islam dari 
Jazirah Arab yang dipimpin Khalifah Umar. Pada 640 M, setelah serangkaian 
kemenangan berdarah yang diperoleh panglimanya Khalid Bin Walid, seluruh 
wilayah Palestina jatuh ke tangan tentara Islam. Umar segera membersihkan 
puing-puing bekas Kuil Sulaiman dan menyatakan Yerusalem sebagai kota 
suci Islam. Pada 691 M,  Khalifah Abdul Malik bin Marwan mendirikan Qubbat 
As-Sakhrah di bekas  tempat berdirinya Kuil Sulaiman, yang oleh Islam dianggap 
sebagai tempat  darimana Nabi Muhammad melakukan perjalanan malam hari ke surga 
(Israq dan Mikraj). 
   
  (Sumber: Sato Sakaki)
   
  LD:
Salah satu buktinya Yahudi itu kebangeten adalah dengan membunuh para 
nabi termasuk menyalibkan Nabi Isa as dan menghinakan bunda Maria?
   
  Tanya:
Membunuh para nabi? Siapa saja para nabi yang dibunuh Yahudi? Yang 
menyalib Isa adalah pasukan Romawi, bukan orang Yahudi. Para nabi
yang disebut AQ juga adalah kaum mereka dan nenek moyang mereka bukan
nenek moyang mbak Lina. Jangan memutar balikkan fakta. Sudah bukan masanya
membenturkan umat Yahudi dan Kristen. Zaman sudah berubah. Kristen sudah
punya pengalaman pahit dengan Perang Salib. Pada 1998, Sri Paus Yohanes
Paulus II mengajukan permohonan maaf secara resmi kepada umat Yahudi
di seluruh dunia. Di dalam surat encylical berjudul "Tertio Millenio
Adveniente" beliau menulis: "Gereja harus berani mengakui kesalahannya 
di masa lampau apabila mau melangkah ke depan." Dan di tahun 2000 dalam 
pernyataan "Mea Culpa" (dalam bahasa Latin = kesalahan saya), Paus 
mengajukan permohonan maaf yang kedua kalinya. Lha kalau Islam bikin
kesalahan terhadap umat lain, siapa yang musti meminta maaf? Raja 
Saudi Arabia? Sultan Brunei? Osamah bin-Laden? Atau umat Islam yang jumlahnya
jutaan itu selalu benar? Apa semuanya baik?  
   
  LD:
Salah satu buktinya lagi adalah kasus "comma jahanneum" dimana ayat 
bisa ditambah2in. 
   
  Tanya:
Apa itu?
   
  LD:
Sehingga dengan demikian Yahudi (etc) itu tidak lagi menunjukkan 
suatu bangsa, tapi suatu sifat. Kita sering dengar, "dasar Yahudi, 
lo!" (licik), "dasar Arab, lo" (pelit), "dasar Melayu, lo!" (males)...
he...he...
   
  Tanya:
Apa itu? Teori dari mana? Ini juga termasuk stereotype yang tak punya 
logika. Yahudi ya tetep jadi sebuah bangsa, tetapi bangsa minoritas..karena
sudah jutaan yang dibunuhi. 
   
   

                
---------------------------------
 Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.  

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/LeSULA/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke