http://www.suaramerdeka.com/harian/0511/23/nas02.htm
Dari Buku "Membongkar Jamaah Islamiyah" (1)
Penulis Tak Tega Umat Islam dalam Kesesatan
LATIHAN MILITER: Orang-orang Indonesia jamaah NII, menurut Nasir Abas,
selain mendapat latihan militer di Afghanistan juga di Mindanao, Filipina.
Seperti yang termuat di buku Membongkar Jamaah Islamiyah.(30t) - SM/Repro
Nasir Abas, mantan anggota Jamaah Islamiyah, menulis buku tentang terorisme.
Dalam bukunya itu, dia mengungkapkan kisah dan pengalamannya selama dalam
latihan militer dan menjadi instruktur. Berikut nukilan kisahnya dalam buku
tersebut, yang ditulis kembali oleh wartawan Suara Merdeka, Agung PW, dalam dua
seri.
BERBAGAI aksi pengeboman yang memakan korban jiwa, luka-luka, dan trauma di
negeri ini menyadarkan masyarakat bahwa ancaman terorisme benar-benar nyata.
Bahkan, organisasi dan orang-orang yang terlibat di dalamnya juga ada, bukan
rekayasa.
Fenomena yang membawa-bawa dan mengatasnamakan Islam tersebut pada akhirnya
membuat citra agama dan umat menjadi negatif. Berangkat dari kondisi demikian,
salah seorang yang pernah terlibat di dalam organisasi yang diduga menjadi
dalang berbagai aksi terorisme, Nasir Abas, mengungkapkan seluk-beluk aksi
teror secara gamblang di dalam buku Membongkar Jamaah Islamiyah.
Dia yang pernah menjadi salah satu pimpinan dalam organisasi Al Jamaah Al
Islamiyah, kemudian sering disingkat Jamaah Islamiyah, menyatakan keluar karena
tidak tega melihat umat Islam berada dalam kesesatan. Akhirnya dia pun
menuliskan kisahnya, agar umat memahami sebenarnya makna jihad dalam Islam.
''Saya tidak tega melihat umat Islam mendapatkan informasi yang tidak jelas,
apalagi penyesatan informasi tentang kelompok JI. Cukuplah kita menghadapi
musuh Islam yang berusaha menyesatkan umat Islam, jangan pula kita sebagai
muslim menyesatkan sesama muslim,'' paparnya.
Laki-laki kelahiran Singapura 6 Mei 1969 dan warga negara Malaysia tersebut
mengingatkan sesama muslim dalam bukunya dengan harapan agar teman-temannya
yang terlibat aksi pengeboman di tempat yang bukan medan pertempuran segera
menghentikan perbuatannya.
Pengeboman di tempat orang awam, menurutnya, termasuk dalam kategori berbuat
kerusakan di muka bumi dan sesat jika mengatasnamakan jihad. Bom bunuh diri di
dalam masyarakat sipil adalah sesat dan bukan jihad, walaupun mereka berniat
jihad. Sekecil apa pun kerusakan yang dilakukan manusia tetap dianggap berbuat
kerusakan di muka bumi.
''Tiada yang bisa saya lakukan untuk menghentikan operasional pengeboman
mereka, kecuali hanya lisan dengan buku tersebut, semoga membuka hati nurani
teman-teman muslim, mengingat sabda Rasulullah SAW yang memerintahkan
sahabatnya untuk membantu orang yang telah berlaku zalim dengan cara
menghentikan aksi kezalimannya,'' jelas Nasir yang pernah masuk bui gara-gara
keterlibatannya dalam bom Bali I.
Orang Indonesia
Nasir dalam bukunya membeberkan, pada tahun 1987 berkenalan dengan orang-orang
seangkatan Mukhlas alias Ali Gufron yang berjumlah 59 orang dari angkatan kedua
Akademi Militer Mujahidin Afghanistan (Dauroh Duwom). Dia menuliskan secara
terperinci beberapa di antara mereka.
Ada 27 nama yang disebutnya, sisanya dia lupa. Dikenalnya, Hamzah atau Abu
Rusdan atau Ustad Thoriqudin yang dicurigai mengetahui pelaku bom Bali I.
Mustapha alias Abu Tolut pada 1999 bertugas di Kamp Hudaybiyah di Mindanao,
Filipina Selatan. Dia juga dikenal sebagai Hafid Ibrahim alias Pranata Yuda.
Masih ada lagi, Muhammad Qital alias Humam alias Abu Humam. Selain itu, ada
Ustad Mustaqim alias Abu Hawari alias Muzayyin pernah mengajar di salah satu
pondok pesantren di Jawa Tengah. Dia pernah menggunakan nama Ustad Muslih
Ahmad. Wahyudin atau Muhammad Yunus juga dikenalnya sebagai instruktur di Kamp
Hudaybiyah.
Nasir juga menyebut nama-nama lainnya, Zaid alias Samean, Shamsudin, Syakir,
Faruq, Usman, Ziad, Saiful, Jibril, Zaid alias Nur, Abdul Hakim, Idris, Abdus
Salam, Mukmin, Firdaus, Fazlul Ahmad, Naim, Maskur, Syuja. Dia mengaku pula
mengenal Ustad Abu Jibril alias Abdurrahman selama di Akademi Militer
Mujahidin. Yang lain dia sudah lupa.
Mereka yang dikenalnya tersebut merupakan Jamaah Negara Islam Indonesia yang
bertujuan memerdekakan NII. Mereka memperoleh pendidikan militer mulai dari
latihan komando, senjata, menembak tepat, pengolahan bahan-bahan kimia sebagai
peledak untuk membunuh.
Nasir Abas juga pernah menjadi instruktur untuk orang-orang Indonesia yang
disebutnya Jamaah NII tersebut di Harby Pohantun Sadda Afghanistan. Dia
menyebut nama-nama antara lain Zulkarnain, Syawal, Hamzah, Mustapha, Ziyad, M
Qital, Mustaqim, Ikhsan, Hambali, Husain, Nuaim, Mughirah, Tamim, Habib,
Qotadah, dan Ukasyah.
''Saya yakin semua orang Indonesia dan Malaysia yang mengikuti pendidikan di
Akademi Militer Mujahidin Afghanistan adalah anggota Jamaah NII, sebab semuanya
ikut hadir dalam majelis pengajian setiap hari Jumat yang memang khusus untuk
anggota NII,'' tuturnya.(D19-14t)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/cRr2eB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/