lah,
indonesia maju??? jangan mimpi...itu cuma angan2 politisi 
busuk untuk menutupi kebobrokan indonesia.
siapa lagi sih yg mampu memperbodoh bangsa ini selama 30 
tahun?
siapa lagi yg punya hobi menculik dan membunuh orang yg 
berbeda dgn dirinya?
siapa lagi yg punya hukum rasial dan diskriminatif yang mudah 
dipanas2i di negeri ini?
dan orang itu mau dijadikan pahlawan dan diberikan 
penghargaan oleh golkar?


--- In [email protected], Iwan Wibawa 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> jangan kaget dan heran kalau dia mati, bakal ada yang 
mengusulkan untuk menjadi pahlawan nasional, ini salah satu 
bukti bahwa bangsa kita ini mudah lupa, mudah memaafkan 
(permisive) dan tidak pernah belajar dari masa lalu, maka tidak 
heran kalau bangsa indonesia tidak akan pernah menjadi 
bangsa yang maju dan berhasil. dan selalu kejeblos di lubang 
yang sama, berulang-ulang, dari generasi ke generasi.
>    
>   salam
>   iwan
> 
> Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   http://www.suaramerdeka.com/harian/0511/25/nas03.htm
> 
> Ada Wacana Maafkan Soeharto
> 
>        
>       Soeharto - SM/dok   
>      
> JAKARTA-Layakkah mantan Presiden Soeharto dimaafkan? 
Ada wacana yang berkembang di Partai Golkar sebagai 
pemenang Pemilu 2004 untuk memberikan kepastian hukum 
bagi mantan presiden kedua itu lewat pencabutan Tap MPR No 
XI/1998.
> 
> Wacana ini mengemuka di tengah-tengah rapimnas partai 
berlambang pohon beringin itu di Jakarta yang berlangsung 
sejak 23 November hingga 25 November.
> 
> Menurut Ketua Panitia Rapimnas Burhanuddin Napitulu, 
wacana itu berkembang sehubungan akan diberikannya 
penghargaan kepada Soeharto. Dikatakannya, mantan orang 
kuat Orde Baru itu bersedia menerima penghargaan "Anugrah 
Bhakti Pratama" dengan syarat ada kepastian hukum atas 
dirinya.
> 
> Menanggapi keinginan Soeharto itu, Ketua Umum Partai 
Golkar Jusuf Kalla mengatakan akan dibicarakan dalam sidang 
MPR di masa mendatang. "Soal Tap MPR tentu pada waktunya 
nanti akan dibicarakan pada sidang MPR. Sikap Partai Golkar 
juga akan disampaikan dalam sidang MPR itu," kata Jusuf Kalla 
di sela-sela Rapimnas Golkar, Kamis (24/11).
> 
> Tap MPR Nomor XI/1998 berisikan soal Penyelenggaraan 
Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme 
antara lain mengamanatkan pengusutan terhadap dugaan KKN 
yang dilakukan Soeharto. 
> 
> Dia diduga melakukan tindak korupsi di tujuh yayasan (Dakab, 
Amal Bakti Muslim Pancasila, Supersemar, Dana Sejahtera 
Mandiri, Gotong Royong, dan Trikora) senilai Rp 1,4 triliun. 
Kasusnya sudah masuk ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan 
sejak 31 Agustus 2000. Namun karena Soeharto mengalami 
sakit permanen, hakim pun memutuskan menunda pengadilan 
sampai dia sembuh. 
> 
> Namun keputusan apakah Soeharto akan mendapatkan 
perbaikan status hukum, menurut Burhanuddin, semuanya itu 
tergantung dari hasil rapat atau kebijakan dari 33 DPD. Jika 
memang setuju, akan disampaikan kepada anggota di 
parlemen. 
> 
> Kalau tidak, katanya, bisa saja nama Soeharto dicabut dari 
daftar nama yang menerima penghargaan. Tetapi kemungkinan 
itu kecil sekali karena nama Soeharto sudah masuk dalam 
daftar berdasarkan penilaian tujuh hakim, antara lain Ismail 
Suni, Soleh Solahuddin, Abdul Gafur, Fahmi Idris, dan Syamsul 
Muarif.
> 
> Untuk Akbar
> 
> Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla 
menyampaikan terima kasih kepada Akbar Tanjung karena telah 
menyelamatkan Golkar di masa sulit. Tapi untuk Akbar, cukup 
terima kasih saja.
> 
> Kalla meminta kadernya untuk berterima kasih kepada Akbar. 
"Kita berterima kasih kepada Bung Akbar yang telah berhasil 
melewati masa lalu dengan sulit, sehingga kita bisa belajar 
untuk masa depan," kata Kalla.
> 
> Suasana ruang pembukaan Rapimnas yang sebelumnya 
tampak hening, berganti dengan gemuruh tepuk tangan dari 
para peserta. Akbar sendiri tidak datang ke acara pembukaan.
> 
> Dengan diakuinya kehebatan kepemimpinan Akbar, apakah 
dengan begitu hubungan Kalla dengan Akbar kembali cair? 
Tentu jalan politik masih berliku. Keinginan Kalla dan Akbar 
masih berseberangan. Akbar tidak setuju bila Golkar dibawa 
merapat ke pemerintahan SBY.
> 
> Akan tetapi, bagi DPP Partai Golkar, Akbar hanya cukup diberi 
ucapan terima kasih. Akbar dinilai belum tepat untuk 
dianugerahi pin 'Bhakti Pratama'. Penghargaan ini merupakan 
tradisi di Golkar yang dahulu sering disebut dengan 'pinisepuh'. 
Penghargaan ini diberikan kepada para tokoh senior Golkar 
yang dianggap memajukan partai itu.
> 
> Beberapa waktu lalu, nama Akbar Tanjung sempat masuk 
menjadi nominasi penerima anugerah penghargaan ini. 
Namun, menurut Ketua Rapimnas dan Perayaan HUT Golkar 
Ke-41, Burhanuddin Napitupulu, setelah dibahas lama nama 
Akbar terpental. Nama Akbar tidak masuk dalam jajaran 45 
tokoh Golkar yang menerima anugerah 'Bhakti Pratama' ini.
> 
> Menurut Burhanuddin, Akbar tidak terpilih karena kurang 
senior. Menurut dia, pemberian anugerah ini sesuai urut 
kacang. 
> 
> Di antara ke-45 tokoh yang sudah diputuskan menerima 
penghargaan ini adalah BJ Habibie, Cosmas Batubara, Oetojo 
Oesman, dan Moerdiono. Penyematan pin penghargaan ini 
akan dilakukan Kalla pada acara puncak Rapimnas dan HUT 
Golkar pada Sabtu (26/11) di Balai Kartini. (di, dtc-49v) 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. 
Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared 
Destiny. http://www.ppi-india.org
> 
**********************************************************************
*****
> 
__________________________________________________
________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA 
(kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi 
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: 
[EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> 
>   SPONSORED LINKS 
>         Cultural diversity   Indonesian languages   Indonesian 
language learn     Indonesian language course 
>     
> ---------------------------------
>   YAHOO! GROUPS LINKS 
> 
>     
>     Visit your group "ppiindia" on the web.
>     
>     To unsubscribe from this group, send an email to:
>  [EMAIL PROTECTED]
>     
>     Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service. 
> 
>     
> ---------------------------------
>   
> 
>   
> 
> 
>               
> ---------------------------------
>  Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it 
free.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/wlSUMA/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke