Saya senang sekali, masih ada orang yang menasihati
Pemerintah agar tidak terpedaya oleh akal-akalannya
asing. Tetapi saya yakin, Presiden kita sanagat ahli
kalau soal strategi, ilmu perang, dlsb. Saya berani
katakan, kalau soal strategi dan ilmu perang, Presiden
Bush kalah jauh dari Presiden kita. Beliau baru satu
langkah, Presiden kita sudah tiga langkah, jadi
sia-sialah bila menginginkan Presiden kita terpedaya.
Saya dukung penuh, jaringan RI dengan Rusia dan China.
Teknologi Rusia juga tidak kalah canggih dari AS.
Apalagi kalau kita bisa produksi senjata bareng Rusia,
tentu itu jauh lebih baik.

SD

--- Ikra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Dear all;
> 
> Pencabutan embargo oleh AS itu merupakan langkah
> yang maju KBRI
> kita, termasuk tanggapan Andri Hadi yang brilian
> itu! Tapi sekali
> gus tentulah ada pekerjaan rumah baru, sebab langkah
> satu saja tidak
> cukup, harus diikuti dengan langkah-langkah
> berikutnya. Haruslah
> kita sadari, bahwa kita sedang balapan dengan sang
> waktu kalau kita
> semua serius untuk membangun negeri kita -- di mana
> pun posisi
> masing-masing kita berada.
> 
> Berita di bawah saya ambil dari Waspada ini perlu
> dicermati agar
> dalam melangkah kita tidak mudah terjebak oleh irama
> langkah negara
> asing, tetapi hendaknya langkah kita itu sesuai
> dengan kepentingan
> bangsa kita sendiri. Silahkan dibaca kutipan di
> bawah.
> 
> Ikra.-
> =======
> 
> dari Waspada on line:
> 
> 24 Nov 05 14:36 WIB
> Jika Serius Cabut Embargo AS Harus Kembalikan
> Pesawat RI
> 
> 
> Jakarta -- Keseriusan Amerika Serikat (AS) mencabut
> embargo militer
> terhadap Indonesia dipertanyakan. Jika serius
> mencabut embargo, AS
> harus mengembalikan pesawat-pesawat Indonesia yang
> ditahan terlebih
> dulu.
> 
> "Jika AS serius maka harus memberikan
> pesawat-pesawat Indonesia yang
> ditahan seperti F-10 yang ada di California dan
> pesawat yang ditahan
> saat dilakukan overhaul seperti di Jerman dan
> Korea," kata anggota
> Komisi I DPR, Djoko Susilo, kepada wartawan di
> Gedung DPR, Senayan,
> Jakarta, Kamis (24/11).
> 
> Djoko juga mengingatkan agar pemerintah tidak
> terlalu bergembira
> menyikapi pencabutan embargo itu. Pemerintah harus
> hati-hati dan
> tetap mempertahankan kebijakan disertifikasi dalam
> pemenuhan alat
> utama sistem senjata (alutsista).
> 
> Wakil Ketua Komisi I DPR, Amris Hasan sependapat
> dengan Djoko. Ia
> menyarankan pencabutan embargo harus dimaksimalkan
> untuk memenuhi
> kebutuhan alutsista yang dulu didapatkan dari AS.
> Sementara
> pemenuhan alutsista baru bisa mengambil dari
> negara-negara
> lain. "Jangan hanya terfokus pada AS, bisa ke Rusia,
> Cina, Jerman
> dan lainnya," kata Amris.
> 
> Amris mengingatkan kebijakan disertifikasi harus
> tetap dipertahankan
> karena bisa jadi sewaktu-waktu AS menerapkan
> embargonya lagi. "Kita
> nggak tahu kan kalau nanti ada penembakan di Poso
> kemudian diduga
> dilakukan aparat, jangan-jangan AS akan mengembargo
> lagi," kata
> Amris.
> 
> Sedangkan anggota Komisi I dari FPKS Soeripto
> menilai AS mencabut
> embargo karena khawatir melihat Indonesia yang mulai
> membangun
> jaringan pemenuhan alutsista dengan negara-negara
> pesaing AS seperti
> Cina dan Rusia.
> 
> Mantan Sekjen Dephutbun utu juga menduga embargo
> dicabut terkait
> keberhasilan RI mengungkap terorisme serta
> keberhasilan diplomasi
> RI.
> Soeripto juga mengingatkan agar pencabutan itu
> dijadikan motivasi
> untuk mengembangkan produksi alutsista di dalam
> negeri.(dtc) (eli)
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/LeSULA/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke