Prof. DR. Dawam Rahardjo: Perbedaan Bukanlah Bencana tetapi Rahmat
Oleh Web Warouw Jangan bicara benar-salah masing-masing keyakinan dan agama karena itu dapat membawa bencana, tapi mari saling membuktikan, dan saling bekerjasama. Kalau umat beragama, terutama Islam dan Kristen bersatu, maka kita lebih cepat maju. Upaya adu domba bertujuan agar kita terus terpuruk dan hancur. Dibawah ini petikan wawancara dengan filsuf dan sosiolog Islam Prof. DR. Dawam Rahardjo dengan SH. Sepertinya keberagaman kita semakin terancam? Kenyataannya Indonesia adalah multikultural dan multi-agama. Setiap orang yang beragama menjumpai dirinya bersama dengan pemeluk agama yang lain. Perbedaan agama itu bisa menimbulkan konflik antara Islam dan Kristen karena keduanya adalah agama dakwah atau evangelis. Injil mewajibkan setiap orang Kristen mewartakan Injil. Islam juga mewajibkan umatnya untuk menyampaikan ayat Al-Quran pada semua orang dengan cara dakwah. Ini juga kenyataaan. Tidak mungkin kita melarang orang untuk berdakwah atau bersaksi. Ini memang mengandung potensi konflik. Umat Islam merasa terancam dengan apa yang diistilahkan kristenisasi, kasarnya pemurtadan. Pelarangan pendirian rumah ibadah sebenarnya bukan ingin mencegah umat Kristen beribadah, tetapi Islam sebenarnya khawatir bahwa ini merupakan upaya pemurtadan. Oleh karena itu, kita harus punya satu prinsip, yaitu pluralisme, yang menganggap bahwa keragaman dan perbedaan merupakan rahmat dan kebaikan. Dengan adanya pandangan yang berbeda, orang bisa saling mengenal dan belajar. Jika ada orang Kristen berdakwah pada saya, saya terima saja, tidak ada salahnya. Yang cocok saya pakai, yang tidak cocok tidak perlu saya simpan. Seharusnya bagaimana dalam keragaman ini? Kuncinya adalah kebebasan beragama yang harus dirumuskan dalam beberapa prinsip. Kebebasan beragama berarti kebebasan memilih beragama apa saja. Kedua, agama tidak bisa dipaksakan, misalnya lewat pemerintah kita mendesak menerapkan Syariat Islam. Ini namanya pemaksaan. Ketiga, konsekuensinya adalah orang boleh beragama dan boleh tidak beragama, sehingga ada juga kebebasan untuk tidak beragama, termasuk kebebasan untuk tidak percaya pada Tuhan karena agama tidak bisa dipaksakan. Oleh karena itu, kita tidak boleh menghukum orang yang tidak beragama dan tidak percaya Tuhan. Itu adalah pilihan pribadi. Bersikap atheis boleh, tetapi yang tidak boleh adalah atheisme. Sebagai -isme artinya penyebaran. Ini tidak boleh karena bertentangan dengan konstitusi, yaitu negara berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa. Kalau kita membebaskan atheisme, tidak akan ada kebebasan beragama, karena agama akan terancam. Atheisme itu anti-Tuhan dan anti-agama. Umat beragama terancam. Prinsip berikut dalam pendidikan di sekolah. Tiap siswa jangan mendapatkan pendidikan agama berdasarkan agama orang tua, harus berdasarkan pilihan siswa sendiri. Orang tua memang punya hak untuk mempengaruhi anak, asal tidak secara otomatis anak harus mempelajari agama orang tuanya saja. Ini melanggar kebebasan. Siswa juga boleh mengikut pendidikan agama boleh tidak. Tiap siswa harus ada pendidikan budi pekerti, yang berintikan moral Pancasila yang didapat dari semua agama. Bagaimana dengan pemurtadan? Prinsip selanjutnya adalah kebebasan pindah agama. Jangan orang pindah keyakinan dan agama dipandang sebagai murtad. Boleh-boleh saja orang pindah agama. Prinsip berikutnya adalah kebebasan menyebarluaskan agama. Kalau orang Kristen melakukan evangelis dan misi silakan saja, tapi jangan melakukan proselitasi, seperti membagikan beras atau bea siswa, tapi dengan syarat mau masuk Kristen. Ini tidak boleh karena tidak etis. Murtad itu relatif, di satu pihak dirayakan, di pihak lain dianggap murtad. Di televisi ditayangkan program orang baru masuk Islam. Orang Islam kan senang, tapi orang Kristen dan lainnya kan tidak. Ini kan tidak fair. Bagaimana dengan pelarangan rumah ibadah? Mendirikan rumah ibadah tidak boleh dihalangi karena ini mempersulit. Saya dengar sampai 16 lapis untuk mendapatkan izin mendirikan gereja. Ini tidak benar. Mendirikan rumah ibadah bukan kriminal, tidak mengajarkan pencurian dan kebohongan. Rumah ibadah kan tempat orang belajar dan menyembah. Ajaran Islam melarang mengganggu. Satu ketika Nabi Muhammad menerima delegasi orang Kristen. Ketika mereka mau kebaktian, Muhammad meminta mereka kebaktian di tempat itu juga, tidak usah mencari gereja. Dalam Qur'an, ada larangan merusak rumah ibadah, tempat di mana Tuhan diagungkan. Pengrobyokan terhadap mesjid Ahmadiyah, melarang orang kebaktian, itu tidak boleh dalam Qur'an. Kalau kata FPI, itu rumah perorangan dipakai sebagi gereja, atau tempat ibadah. Sekarang orang Islam tarawih di rumah-rumah, di stasiun, di tempat kerja, dan di hotel. Di semua tempat selalu ada tempat ibadah Islam tanpa perlu izin, kenapa orang Kristen dilarang. Orang Kristen harus tunggu 25 tahun untuk bisa mendirikan rumah ibadah, ini tidak adil. Niatnya mereka (FPI-red) memang melarang. Kalau dihalangi dengan Surat Keputusan Bersama (SKB), tidak masuk akal dan bertentangan dengan semangat kebebasan beragama maupun simpati kita pada agama. Prinsip-prinsip ini harus dituangkan dalam undang-udang kebebasan beragama, bukan SKB yang teknis dan lebih rendah derajat hukumnya. Setelah ada undang-undang, di bawahnya adalah soal izin bangunan yang sudah ada yang berdasarkan tata kota dan lainnya, tapi jangan hanya diberlakukan pada pembangunan gereja dong, melainkan untuk semua rumah ibadah kena peraturan tata kota. Bagaimana dengan Forum Kerukuan Umat Beragama (FKUB) seperti dalam Revisi SKB? Untuk apa dibentuk FKUB? Kok mendirikan rumah ibadah harus lewat FKUB, apa wewenang mereka, apa hak mereka menolak dan mengizinkan? Tidak perlu ada FKUB. Organisasi-organisasi keagamaan bisa membuat kerukunan sendiri, nggak usah diatur pemerintah, karena ini sudah politisasi agama. Saya kira benar bahwa ada konspirasi di belakang. Walau belum bisa membuktikan, saya yakin ada rekayasa orang tertentu untuk mengadu domba antaragama. Umat beragama harus sadar jangan mau diadu domba. Ini jadi politik. Politik bagaimana? Secara politis Samuel Hutington dari AS menjelaskan bahwa setelah komunis hancur, musuh berikutnya adalah Islam dan Konfucian. Saya tidak setuju dengannya. Akibatnya, di Indonesia semua umat Kristen berpandangan setelah PKI sudah hancur, lawannya sekarang adalah umat Islam. Sewaktu melawan PKI umat beragam bersatu, tapi setelah PKI hancur, umat Islam dan Kristen saling dihadap-hadapkan saling berlawan. Kalau ini terjadi, ini bukan seperti pertandingan sepak bola, ada yang menang dan ada yang kalah. Tidak akan ada yang menjadi pemenang. Jangan berilusi Islam atau Kristen akan menang. Lihat saja di Poso dan Ambon. Tidak ada yang menang, yang ada ialah kekalahan dua belah pihak. Soal Syariah Islam? Syariah Islam dasarnya adalah iman, seperti larangan pada bunga bank, hukum waris, dan lainya. Bagaimana dengan mereka yang tidak mengimani itu. Saya tidak juga mencegah Syariah Islam, tapi Syariah Islam harus melewati syarat rasionalisasi. Suku bunga harus dijelaskan dan ditinjau secara ilmiah, kalau dunia ilmiah okay, harus melewati syarat diterima pasar. Kalau pasar menerima, berikutnya adalah lewatkan dalam proses demokrasi. Jangan dipaksa dengan undang-undang dan kekuatan negara. Jadi harus disetujui oleh parlemen lewat proses demokrasi. Orang Kristen juga bisa mengajukan konsepnya. Seperti Thoby Mutis (Rektor Universitas Trisakti) yang juga memakai konsep ini. Perwakilan kaum kapitalis juga punya hak untuk memperjuangkan pikirannya. Kalau di Aceh mau menerapkan Syariat Islam seharusnya lewat proses demokrasi dong, jangan didekritkan oleh negara. Tanya pada semua umat Islam jangan hanya pada satu kelompok saja. Tiga proses ini penting untuk dilewati Syariat Islam, yaitu proses rasionalisasi, proses diterima pasar dan proses demokrasi. Silakan memperjuangkan Syariat Islam, asal semua berada dalam payung negara Pancasila bukan dalam payung negara Islam. Karena agama adalah absolut dan bisa terjadi otoritarianisme. Apa yang harus dilakukan masyarakat? Masyarakat harus memperjuangkan kebebasan beragama. Kebebasan ini bukan hadiah, harus diperjuangkan. Sekarang ini, kita mengalami kesulitan. Perjuangan ini harus kita sadari dan nikmati karena merupakan rahmat. Sebenarnya, akar persoalan semua ini adalah orang Islam merasa terancam dengan isu Kristenisasi. Saya tanya pada pastur dan pendeta Kristen, apa benar ada program kristenisasi. Mereka bilang tidak ada, karena ternyata Yesus mengajarkan bahwa kabarkanlah berita kebenaran ke seluruh dunia, tetapi urusan menjadi murid adalah hak Tuhan Yesus bukan urusan manusia. Orang Islam tidak tahu bahwa orang Kristen itu ada banyak denominasinya yang terikat dalam masing-masing organisasi gerejanya. Dalam Islam disebut taaruf, yaitu saling memahami, dengan dialog mujadalah. Kedua adalah fastabihul khoirot, yaitu berlomba-lomba menunjukkan kebaikan. Yang ketiga adalah taawud, yaitu kerja sama dalam perlombaan menunjukkan kebaikan. Bagaimana dengan jihad? Dalam Islam ada dua jihad, yaitu jihad kecil dan jihad akbar. Setelah Muhamad menang dalam perang Badar yang amat besar, Muhamad menegaskan bahwa kita telah selesai melakukan jihad kecil, sekarang kita memasuki jihad besar, yaitu perang terhadap hawa nafsu pada diri kita sendiri. Jihad artinya bersungguh-sungguh. Tapi dalam kepala umat Islam, jihad itu adalah perang, ini salah persepsi. Kalau benar musuh umat Islam itu Barat dan Amerika, mengapa melakukan bom bunuh diri di Indonesia, dan mengorbankan pribumi dari pada orang bulenya. Bom bunuh diri itu tidak ada dalam Islam, hukumnya masuk neraka. Hutington tidak benar mengatakan peradaban barat yang menang saat ini. Barat sendiri sekarang sedang krisis. Orang Kristen sendiri mengkritik peradaban barat. Mungkin yang salah adalah paradigma benar dan salah itu sendiri. Kita terjebak di dalam paradigma tersebut. Dulu zaman Bung Karno, antarumat beragama saling bekerja sama membangun negeri. Sukarno dan Pancasila bukan hanya berhasil mempersatukan umat beragama, tetapi orang komunis pun duduk bersama berdialog memikirkan kemajuan bangsa. Perbedaan itu bukan bencana, tetapi rahmat. Marilah kita saling membuktikan kebenaran keyakinan kita dengan kerja nyata, jangan gembar-gembor. Di dalamnya pun, kita harus bisa bekerja sama. Hanya Pancasila yang bisa menyatukan kita! n sumber: SH ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/cRr2eB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

