membaca tulisan bang farid mengingatkan saya pada
refleksi Pram "semestinya kita harus bersikap adil
semenjak dalam fikiran". 
Betul dalam beberapa hal bahwa kepercayaan yang
berlebih terhadap suatu ide membuat sekelompok orang
dapat menghalalkan segala cara untuk mencapai
tujuannya, ini tidak saja berlaku bagi kelompok
radikal berbasis religius seperti kelompok teror Dr.
Azahari , hal ini juga berlaku bagi kelompok-kelompok
anarko sindikalis kiri di tahun 1970-an misalnya dan
berbagai ideologi tertutup lainnya. 
Namun demikian trend yang muncul sehubungan dengan
wacana teror saat ini sepertinya memberi momentum bagi
klaim teroris terhadap berbagai ide-ide alternatif.
Mengidentikkan kekhalifahan atau ekspresi religio
politik sebagai teroris seperti yang banyak
diungkapkan oleh kalangan islam liberal telah membuat
kita tidak adil sejak dalam fikiran. 
mempersilahkan suatu supremasi global yang berlaku
sewenang-wenang atas nama pemberantasan teroris juga
akan membuat kita kehilangan daya kritis kita.
berfikir liberal semestinya membawa  kita untuk
berkasi liberatif. ketika kita memukul kelompok lain
(kalangan fundamentalis misalnya) jangan-jangan kita
tengah melihat "enemy in the mirror". Watak
fundamentalis tengah terserap dalam diri kita yang
mengaku sebagai kaum liberal   

--- ". Pradana Boy Ztf" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Salam,
> 
> Tulisan ini memang kritis. Tapi kadang kekritisan
> dalam tulisan ini
> terkadang membabi buta. Sehingga seolah tak ada lagi
> kebenaran. Karena
> batas antara sikap kritis yang membabi buta dan
> pengetahuan yang
> dipaksakan sangat tipis.
> 
> Ada banyak data yang kebenarannya coba
> ditutup-tutupi oleh Bung Farid
> Gaban. Saya belajar tentang gerakan Islam radikal...
> dan memang
> manifestasi dari gerakan Islam radikal di Asia
> Tenggara yang bertujuan
> mendirikan khilafah itu bisa berbentuk banyak hal...
> Saya hanya khawatir,
> jika kita selalu dihantui rasa tidak percaya hanya
> semata-mata dalam
> mental kita telah terpatri sikap bahwa mempercayai
> polisi seolah-olah
> tidak jantan... Itu kesan saya terhadap tulisan
> ini...
> 
> Mohon maaf...
> 
> > Di bawah ini tulisan teman saya, Farid Gaban,
> mantan
> > wartawan Tempo dan Republika. Saya kutip dari
> milis
> > Pantau, buat menambah wawasan. Thx.
> >
> > Satrio
> >
> ====================================================
> >
> > Salam,
> >
> > Aksi teror yang membunuh banyak orang tak berdosa
> > adalah tindakan
> > laknat, khususnya dalam konteks politik Indonesia.
> >
> > Masalahnya, kita tidak tahu persis (kecuali kita
> > percaya 100% pada
> > polisi/BIN) siapa sebenarnya mastermind dari aksi
> ini.
> >
> > Menurut polisi/BIN (yang juga dipercaya Goenawan
> > Mohamad), aksi teror
> > ini dilakukan dan didalangi oleh militan Islam
> dengan
> > MOTIF: "yang
> > ingin mendirikan Kekahalifahan di Asia Tenggara".
> >
> > Jika benar itu motifnya, saya menemukan gap yang
> besar
> > antara aksi
> > dengan goal akhirnya.
> >
> > - Bagaimana membunuh dan melukai ratusan orang
> pada
> > Bom Bali I bisa
> > menjadi jalan mewujudkan imperium Islam Asia
> Tenggara?
> >
> > - Bagaimana membunuh puluhan orang--sebagian besar
> > Muslim--di depan
> > Kedutaan Australia, di Hotel Marriott dan di
> Jimbaran
> > bisa mencapai
> > tujuan akhir itu?
> >
> > - Bagaimana merusakkan ekonomi Indonesia dan
> > menciptakan ketegangan
> > antar-agama di sini bisa meretas jalan ke imperium
> > itu?
> >
> > - Bagaimana menciptakan ketergantungan yang lebih
> > besar Indonesia
> > terhadap "negeri teror" seperti Amerika dan
> Australia
> > bisa mencapai
> > tujuan itu?
> >
> > - Aksi-aksi teror di Indonesia telah menjadi dalih
> > kehadiran kembali
> > pasukan Amerika ke Asia Tenggara (mereka pergi
> setelah
> > jatuhnya Rezim
> > Ferdinand Marcos di Filipina). Bagaimana memancing
> > kehadiran Amerika
> > ke kawasan ini bisa menjadi jalan menuju imperium
> > Islam Asia Tenggara?
> >
> > Radityo dan teman-teman,
> >
> > "Mendirikan Kekhalifahan di Asia Tenggara" adalah
> > sebuah motif
> > politik. Cita-cita ke arah itu membutuhkan gerakan
> dan
> > leverage
> > politik--serta menuntut prasyarat bahwa siapapun
> yang
> > menginginkannya
> > haruslah punya infrastruktur politik dan bersifat
> > terbuka.
> >
> > Tersangka dalang bom di Indonesia versi
> polisi--dari
> > Azahari, Noordin,
> > Al Faruk hingga Hambali--tidak pernah dikenal
> dalam
> > gerakan Islam di
> > Indonesia.
> >
> > Dan fakta itu saja sudah makin mengaburkan kaitan
> > antara aksi dan
> > motif. Bagaimana cita-cita ingin mendirikan
> imperium
> > Islam Asia
> > Tenggara bisa diwujudkan dengan hanya mengandalkan
> > gerakan bawah tanah
> > yang tanpa bentuk. (Sekali lagi jika kita percaya
> > cerita versi polisi)
> >
> > Kita mengenal organisasi seperti Hizbut Tahrir.
> > Organisasi ini
> > bercita-cita tak hanya mendirikan kekhalifahan di
> Asia
> > Tenggara, tapi
> > di seluruh dunia. Mereka menyatakan itu secara
> > terbuka, mereka
> > menggalang demonstrasi terbuka meski damai, mereka
> > merekrut anggota
> > secara terbuka melalui pengajian dan pidato akbar.
> >
> > Di tengah ruwetnya situasi politik Indonesia masa
> > kini, dan di tengah
> > kegagalan pemerintahan sekuler dalam mengatasi
> soal
> > ekonomi dan
> > kenegaraan, gerakan Hizbut Tahrir punya peluang
> untuk
> > memperluas basis
> > dan pengaruh.
> >
> > Lepas dari kita setuju atau menolak ide
> kekhalifahan
> > yang
> > dibawakannya, gerakan damai Hizbut Tahrir justru
> jauh
> > lebih efektif
> > dan makin efektif jika mereka berhasil meyakinkan
> > banyak orang tentang
> > busuknya pemerintahan sekuler sekarang.
> >
> > Apa moral ceritanya?
> >
> > Siapapun orang Islam yang ingin mewujudkan
> cita-cita
> > pemerintahan
> > Islam kini menemukan kebebasan politik mereka
> untuk
> > menyuarakan secara
> > terbuka (berbeda dengan di masa Orde Baru).
> >
> > Jemaah Islamiyah (versi polisi) adalah anomali.
> Teror
> > yang bermotif
> > politik hanya muncul di negeri represif (seperti
> Irak
> > sekarang,
> > Palestina, Chehnya atau Irlandia dan Basque untuk
> > menyebut contoh
> > non-muslim). Di Indonesia setelah reformasi, teror
> bom
> > dengan motif
> > Islam tidak ada gunanya.
> >
> > Sebaliknya, justru di era demokrasi sekarang,
> > organisasi seperti
> > Hizbut Tahrir lah yang menjadi ancaman
> politik/sosial
> > serius tak hanya
> > bagi non muslim, tapi juga politisi Islam seperti
> PAN,
> > PKB, bahkan
> > PKS. (Juga bagi kaum sekuler yang tergabung dalam
> > Jaringan Islam Liberal).
> >
> > Juga ancaman serius bagi hegemoni Amerika di
> kawasan
> > Asia Tenggara.
> > Kehadiran kembali pangkalan Amerika di Asia
> Tenggara
> > punya "bonus"
> > lain bagi Amerika: menangkal hegemoni China yang
> > belakangan ini
> > menguat bersama kedigdayaan ekonominya.
> >
> 
=== message truncated ===



                
__________________________________ 
Yahoo! Music Unlimited 
Access over 1 million songs. Try it free. 
http://music.yahoo.com/unlimited/




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/wlSUMA/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke