TAK ADA GADING YANG TAK RETAK - Tragedi Besar Menimpa Bangsa Kita
Akibat BK Terkecoh Surat Plasu Olahan KGB
__________________________
Catatan singkat Ikranagara
Bagian tulisan MD Kartaprawira yang mengingatkan saya kepada buku
memoir Bambang Wijanarko (pengawal BK) adalah ini: "... 4. Fakta
bahwa Dewan Revolusi (G30S) mendemisionerkan Kabinet Pemerintahan
Soekarno, sudah cukup dijadikan suatu bukti bahwa Soekarno dikudeta,
bukannya sebaliknya mengkudeta. Apakah di sini Prof Dr. Antonie Dake
tidak mengada-ada, sehingga menjadikan buku tersebut kehilangan arti
ilmiahnya? ..." (Tulisan MD Kartaprawira tertera di bawah catatan
singkat saya ini.)
Di dalam buku Bambang itu diungkapkan, bahwa Bung Karno kaget
mendengar nama kabinet baru berupa Dewan Revolusi dipimpin oleh
Untung itu. Jadi, beliau perintahkan kepada bambang untuk mengambil
catatan tertulis dari saku baju BK yang digantungkan di dalam
kamarnya. Perintah itu dilaksanakan, dan dibentangkanlah kertas itu
berisikan catatan daftar Dewan Revolusi tersebut. Kira-kira beliau
berkata marah: "Ini nama-nama menteri dalam kabinet baruku! Bukan
yang disiarkan Untung itu tadi!"
Kira-kira begitulah peristiwa yang terjadi di Halim Perdana Kusumah
ketika itu, menurut tulisan pengawal presiden dalam buku memoirnya
yang menyangkut tentang Dewan revolusi itu, yang saya ingat di luar
kepala.
Jadi, apa artinya ini?
BK memang merencanakan akan mengumumkan kabinet Dewan Revolusinya
pada hari itu. Tapi yang diumumkan tidak sesuai dengan yang
dikehendaki BK. Untung telah menelikung BK.
Kok Untung bisa seberani itu?
Menurut Suharto dkk, Untung itu dikendalikan Aidit/PKI.
Apa maunya BK berada di Halim pada hari itu?
Menurut catatan yang sempat saya baca, BK memang direncanakan berada
di Halim bahkan untuk beberapa hari. Untuk apa? Untuk mengikuti
pengadilan atas jenderal-jenderalnya, dan kalau ada apa-apa bisa
cepat-cepat dibawa terbang dari Halim mengungsi ke Yogya, atau Solo,
atau Madiun atau Bali. Sebab dikhawatirkan penangkapan atas beberapa
orang jenderalnya lalu diseretnya mereka ke pengadilan di Halim itu
akan menimbulkan gejolak pro-kontra di kalangan ABRI yang bisa
membahayakan dirinya.
Jadi, memang benar, bahwa para jenderal itu rencananya hanyalah
ditangkap, lalu diadili, dan bukan dibunuh lalu dijebloskan dengan
biadab ke lobang sumur tua di Lobang Buaya. Tapi kebiadaban itulah
yang ternyata terjadi. Penangkapan telah kebablasan menjadi
pembantaian, dan mengadilan pun tidak terjadi.
Tuduhan apa yang akan ditimpakan oleh pemerintah BK atas jenderal-
jenderalnya itu, rencananya? Tuduhannya adalah mereka akan melakukan
kodeta dengan bantuan AS dan Inggeris. Apa dasarnya? Dasarnya adalah
Dokumen Gilchrist (? - maaf kalau salah menulis nama Dubes Inggeris
untuk Indonesia pada masa lampau itu). Dubes Inggeris ini mengirim
sebuah surat kepada Kementerian Luar Negeri Inggeris yang menyatakan
bahwa Dubes Amerika menyatakan siap bekerjasama dengan Inggeris
untuk melakukan penyerbuan ke Indonesia dari Maqlaysia dan akan
mendapat bantuan dari beberapa orang jenderal Indonesia.
Kertas dokumen itu memang aseli dari Kedubes Inggeris, diperoleh
agen Cheko dari demonstran yang menggerudug Kedubes Inggeris, tetapi
tulisannya dibuat oleh seorang intel Cheko Bagian Disinformasi
(Ladislav Bittman) di bawah komando seorang tokoh KGB (Janderal
Agayants).
Ironis memang, bahwa tragedi besar G30S yang menimpa bangsa kita
hanyalah disebabkan Bung Karno dan Soebandrio terkecoh oleh selembar
surat palsu!
Itulah pengetahuan saya tentang G30S, yang peroleh paling tidak dari
dua buah buku, yaitu karangan pengawal BK (Bambang Widjanarko) dan
Agen Intel Cheko (Ladislav Bittmen). Karenanya, saya sampai sekarang
berpegang kepada kesimpulan ini, karena sumbernya adalah data-data
historis dari saksi yang terlibat langsung di dalam peristiwa besar
itu! Jadi, kalau ada yang salah, mohon dikoreksi dengan data-data
historis yang bisa dipertanggung-jawabkan. Kalau hanya sekedar
celoteh marah/emosional dari rasa tersinggung/subyektif dan tidak
obyektif hanya karena Bapak Bangsa direndahkan saja, itu tidak akan
merobah kesimpulan saya. Tapi juga saya tetap hormat dan kagum
kepada hal-hal positif yang dilakukan (salah seorang) Bapak Bangsa
kita kepada negeri dan bangsa kita. Tak ada gading yang tak retak.
Rock Creek wood, USA, 2005
============
BUKU PROF.DR. DAKE PENYEBAR RACUN DEVIDE ET IMPERA
(Tanggapan atas buku Prof.Dr.CA Dake "Sukarno File, Berkas-berkas
Sukarno 1965-1967, Kronologi Suatu Keruntuhan")
Oleh MD Kartaprawira
Sejak berdirinya Republik Indonesia sampai saat ini racun devide et
impera terhadap Republik Indonesia tidak pernah surut disebarkan
oleh mereka yang ingin melihat Indonesia kacau balau dan terpecah
belah, yang tercermin dengan bermacam-macam bentuk aksi:
penunggangan agama dalam tindak teroris sehingga menimbulkan
keresahan dalam kehidupan ummat berbagai agama, tindak kekerasan
yang bernuansa kebencian ras/etnis tertentu, aneka rakam gerakan
separatisme yang dibungkus dengan kemasan HAM dan keadilan, dan lain-
lainnya. Kesemuanya itu mengarah pada satu tujuan agar Indonesia
dapat dipecah belah, dikuasai dan kemudian dikuras kekayaannya demi
kepentingan kaum neokolonialis-neoliberalis.
Buku baru Prof.Dr. Antonie CA Dake "Sukarno File, Berkas-berkas
Sukarno 1965-1967, Kronologi Suatu Keruntuhan", adalah salah satu
pencerminan nyata dari salah satu usaha pecah belah tersebut. Maka
wajar-wajar saja kalau Sukmawati dan Megawati, serta rakyat
Indonesia marah atas kesimpulan Dake bahwa Bung Karno adalah
dalang/mastermind kudeta G30S dan bahwa Soeharto tidak tersangkut
dalam kudeta G30S.
Tampaknya Bung Karno dan ajaran-ajarannya masih tetap merupakan
momok bagi para pendendam, yang dirugikan oleh politik dan ajaran
Bung Karno tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan
kaum kolonialis, tentang persatuan demi perjuangan menuju Indonesia
yang aman dan makmur, dan tentang perlunya berdikari dalam
penyelenggaran negara. Politik dan ajaran Bung Karno tersebutlah
yang dirasakan tetap menjadi penghalang bagi tujuan-tujuan kaum neo-
kolonialis dan neoliberalis.
Penulis menyadari bahwa berkomentar atas sesuatu buku tentunya harus
membaca buku yang bersangkutan lebih dulu. Tapi menanggapi sesuatu
kesimpulan atas dasar logika juga tidak ada salahnya. Demikianlah
penulis yang belum membaca buku baru Dake, karena belum sempat
mendapatkannya, berusaha memberi tanggapan atas kesimpulan-
kesimpulan Dake seperti yang sudah beredar di media massa.
Tudingan Dake bahwa bahwa Bung Karno merupakan dalang
atau "mastermind" kudeta G30S bisa dibantah dengan alasan-alasan
seperti berikut.
1. Dari logika elementer saja, yang selalu dikemukakan kebanyakan
orang (tidak usah ahli politik) kesimpulan Dake sangat lemah sekali.
Sebab tidak masuk akal, bahwa Soekarno melakukan kudeta terhadap
diri sendiri sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, yang
kekuasaannya berdasarkan UUD 1945 (seb. Amandemen) sangat besar.
2. Dake tidak mencermati bahwa Presiden Soekarno selain merupakan
tokoh yang mempunyai kharisma luar biasa, berdasarkan hukum
tatanegara Indonesia merupakan Panglima Tertinggi Angkatan
Bersenjata RI, yang kalau mau dia tidak akan mengalami kesukaran
dalam menyingkirkan jenderal-jenderal lawannya, cukup dengan suatu
keputusan Presiden/Panglima Tertinggi ABRI.
Untuk itu presiden Soekarno tidak perlu melakukan kudeta ataupun
membunuh jendera-jenderal yang dianggap sebagai penentangnya. Tidak
perlu diragukan bahwa Presiden Soekarno tidak melakukan kebodohan.
3. Lagi pula, kalau Soekarno ingin "menghilangkan" mereka (para
jenderal) tentu tidak perlu melalui Kol.Untung dengan cara
pengerahan pasukan militer untuk menangkap dan membunuhnya,
melainkan melalui dinas intelejen yang sangat lihai dalam
menghilangkan lawannya dengan berbagai macam modus operandi
intelejen yang sangat canggih, hingga sukar dibuktikan.
Tentu Soekarno tidak akan menggunakan cara-cara yang begitu bodoh
seperti yang dijalankan oleh G30S seandainya melakukan kudeta. Jadi
adalah sangat naif kesimpulan Dake yang menuding Soekarno sebagai
dalang kudeta dengan mengkaitkan hubungannya dengan Letkol Untung
sebagai perwira pengawal istana.
4. Fakta bahwa Dewan Revolusi (G30S) mendemisionerkan Kabinet
Pemerintahan Soekarno, sudah cukup dijadikan suatu bukti bahwa
Soekarno dikudeta, bukannya sebaliknya mengkudeta. Apakah di sini
Prof Dr. Antonie Dake tidak mengada-ada, sehingga menjadikan buku
tersebut kehilangan arti ilmiahnya?
5. Seperti kita ketahui Supersemar dan penyalah gunaannya oleh
Suharto adalah satu mata rantai dari proses tindakan kudeta oleh
Suharto terhadap presiden Soekarno, yang bertitik akhir dengan
dikeluarkannya TAP MPRS No.XXXIII/1967 tentang pencabutan kekuasaan
Soekarno sebagai Presiden RI.
Ternyata logika Dake tidak sanggup melihat fakta berkaitan dengan
Supersemar. Sungguh suatu ketidak wajaran kalau Prof. Dake mau
membodohi rakyat Indonesia dengan kesimpulan yang begitu menggelikan
(belachelijk).
6. Sejarah perjalanan Republik Indonesia telah membuktikan bahwa
militerlah (jenderal-jenderal) yang selalu berusaha melakukan kudeta
terhadap presiden Soekarno: kudeta Juli 1946 dilakukan oleh Mayor
Jenderal Soedarsono bersama para politisi, percobaan kudeta Oktober
1952 dilakukan oleh Kolonel A.H.Nasution, pemberontakan panglima-
panglima Daerah Militer 1958 (Kolonel Simbolon - Dewan Gajah, Letnan
Kolonel Ahmad Husen - Dewan Banteng, Kolonel Barlian - Dewan
Garuda,) yang menjadi pemberontakan PRRI-Permesta dll.
Adalah suatu keganjilan rasanya, kalau Presiden Soekarno malah yang
dituduh melakukan kudeta. (Apalagi kudeta Presiden Soekarno terhadap
Presiden Soekarno).
7. Dake seharusnya berhati-hati menggunakan istilah kudeta, yang
tidak mungkin diterapkan terhadap kebijakan-kebijakan presiden
Soekarno dalam proses penyelenggaraan negara selama hayatnya.
Seperti telah diutarakan di atas, pemberontakan/kudeta oleh militer
semuanya ditujukan terhadap Presiden Soekarno, yang merupakan simbol
kekuasaan sipil. Sehingga dengan demikian timbul dikotomi Sipil-
Militer yang seharusnya tidak akan terjadi, kalau militer tunduk
pada kekuasaan sipil (Presiden Soekarno).
Setelah Suharto berhasil melakukan kudeta ("merangkak") terhadap
presiden Soekarno, maka tak mengherankan kalau timbul doktrin
Dwifungsi ABRI demi melanggengkan kekuasaan militer. Kenyataan ini
tidak boleh tidak menepis tudingan Dake bahwa Soekarno melakukan
kudeta (ataupun menjadi mastermind kudeta).
8. Ketidak-nalaran lagi ialah pernyataan Dake bahwa Soekarno meminta
tolong kepada Untung untuk menghabisi para jenderal, termasuk
jenderal A.Yani. Sebab Letjen Yani adalah jenderal yang sangat loyal
kepada Presiden Soekarno.
Sebaliknya, malah membuktikan dugaan yang menuding Soeharto
menghabisi jenderal-jenderal pesaingnya melalui/menunggangi skenario
Gerakan 30 September.
Dari alasan-alasan tersebut di atas kiranya cukuplah untuk menangkis
tuduhan dan tudingan bahwa Soekarno melakukan kudeta. Sebaliknya
kita melihat kenyataan yang tidak dapat diputar-balikkan bahwa
justru Soekarnolah yang menjadi korban kudeta oleh Suharto.
Maka dari itu buku Dake tersebut langsung menimbulkan suatu tudingan
balik tentang adanya usaha-usaha devide et impera terhadap Republik
Indonesia yang dilakukan oleh kekuatan-kekuatan tertentu melalui
kanal "ilmiah" (buku Prof Dake). Apalagi dengan menyatakan Soeharto
tidak terlibat/tersangkut dalam kudeta terhadap Soekarno, maka jelas
dan lengkaplah skenario usaha devide et impera tersebut.
Soekarno yang adalah Bapak Nation Indonesia, Bapak Pemersatu
Indonesia akan selalu menjadi sasaran pokok pembunuhan karakter oleh
kaum neo-kolonialis dan kaum neo-liberalis global dan nasional.
Rakyat Indonesia perlu waspada.
Nederland, 26 November 2005
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/cRr2eB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/