http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/nusatenggara/2005/12/04/brk,20051204-70089,id.html

Gubernur NTT Akan Pecat Pejabat yang Berjudi
Minggu, 04 Desember 2005 | 03:08 WIB 



TEMPO Interaktif, Kupang:Gubernur Nusa Tenggara Timur Piet A Tallo akan 
mempertimbangkan kembali jabatan Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda 
NTT, JM. Sitepu yang tertangkap basah bersama empat rekannya bermain judi di 
rumah dinasnya, Jl. Timor Raya, Nomor 19, Kelurahan Pasir Panjang, Kota Kupang, 
Jumat dinihari lalu. 

Tallo yang ditemui di Kupang, menyatakan masih mempelajari insiden tersebut 
berikut motivasi judi yang melibatkan dua purnawirawan TNI AD berpangkat 
Kolonel dan dua pejabat penting BUMN di Kota Kupang itu. "Fakta bahwa mereka 
berjudi sudah ada. Tetapi apa 
motivasinya. Apakah sekedar untuk mencari hiburan atau ada pihak lain yang 
sengaja melapor ke polisi untuk ditangkap. Silahkan polisi melakukan proses 
hukum,"kata 
Tallo.

Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan, menurut Tallo, akan mempelajari 
kasus tersebut sebelum mengambil sikap. "Dalam waktu dekat akan ada pergantian 
pejabat esalon II. Bapdan pertimbangan akan ada pertimbangan khusus. Paling 
lambat Maret 2006, sudah ada pergantian," ujarnya.

Selain Sitepu, terdapat dua purnawirawan TNI AD yang turut dibekuk; Kolonel 
(Purn) Julilis Silaen, mantan pejabat di Timor Leste, Kolonel (Purn) S. 
Tarigan, mantan anggota Fraksi TNI/Polri DPRD NTT, Djulhan Sinambela, pejabat 
pada Kantor PT. PLN Kupang dan Oloan, pejabat PT. Jamsostek Kupang. Kepolisian 
juga berhasil menyita uang tunai sebesar Rp 12 juta lebih dan 10 pak kartu yang 
dipakai berjudi.

Perhimpunan Inisiatif Masyarakat (PIAR) NTT mengecam keras sikap Kapolresta 
Kupang Ajun Komisaris Besar Agus Nugroho yang tidak menahan JM Sitepu dkk yang 
memanfaatkan rumah dinas untuk berjudi. 

Direktris PIAR NTT, Sarah Lery Mbuik di Kupang, menegaskan, pernyataan 
Kapolresta bahwa karena tidak ada Bandar dalam judi kartu sehingga pihaknya 
tidak melakukan penahanan menandakan Kapolresta sengaja melindungi para pejabat 
amoral. "Barang bukti Rp 12 juta berikut 10 pak kartu sudah disita. Berarti 
polisi tidak salah menangkap. Pelakunya juga mengaku salah. Jangan sampai ada 
praktek dagang sapi dalam kasus ini karena pelaku-pelakunya adalah pejabat 
penting," kata Mbuik.

Jems de Fortuna 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help Sudanese refugees rebuild their lives through GlobalGiving.
http://us.click.yahoo.com/BrzMLB/EbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke