http://www.harianterbit.com/artikel.php?kategori=HEADLINE&id=33496 3 December 2005 - 14:01
Gagal di ekonomi, gagal pula di politik JAKARTA - Fungsionaris DPP PDIP yang juga anggota Komisi VI DPR, Aria Bima menilai, rencana Presiden Yudhoyono (SBY) menarik Boediono masuk Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) menunjukkan, kabinet SBY bukan saja gagal dalam ekonomi tapi juga gagal di politik. Alasannya, kabinet bisa berjalan dengan baik sangat tergantung pada presidennya. "Kalau SBY masih peragu dan tidak berani dalam berpolitik, diganti dengan orang setingkat Boediono pun, juga nggak ada gunanya. Saya minta presiden berani dan tegas, tidak peragu. Kasihan menterinya, orang yang cerdas malah terombang-ambing oleh kebijakan SBY," kata Aria Bima menjawab Harian Terbit di Jakarta, Sabtu. Aria Bima mengungkapkan, akibat kebijakan pemerintah yang mengikuti kemauan IMF dan Bank Dunia, ekonomi negara kacau, bahkan rakyat menderita. Akhirnya Indonesia selama 30 tahun terus meminjam uang dari IMF dan Bank Dunia, uang ABPN hanya untuk bayar utang. "Dulu Presiden Megawati keluar dari IMF, karena ingin mandiri. Nah sekarang SBY, sudah orangnya peragu dan tidak tegas, juga mengikuti kemauan asing. Contohnya kasus Cepu yang menghasilkan minyak cukup besar, ternyata SBY lebih setia pada kemauan asing. Jadi, yang perlu diubah adalah agar Presiden SBY berani dan tegas," kata Aria Bima. Sementara Ketua DPP Partai Golkar Hj Juniwaty T Sofyan Maschun yang dihubungi terpisah mengatakan, masuk tidaknya Boediono ke kabinet merupakan hak prerogratif presiden. Jika tim ekonomi dinilai gagal, ya jangan satu orang yang dinilai sebab tim ekonomi orangnya banyak. "Kalau tim ekonomi diganti orang non partai, ya silakan, Partai Golkar menerima dengan legowo karena pengangkatan menteri hak prerogratif presiden. Jika Golkar diminta kadernya untuk duduk di kabinet, selalu siap." Menurut Juniwaty, rencana masuknya Boediono ke kabinet bukan tak bisa diartikan KIB gagal dalam membangun ekonomi, tapi bisa juga disebabkan orangnya mampu tapi kurang kerja sama. "Artinya, mereka bukan dicopot tapi diganti dengan posisi yang lebih pas. Jadi, gagalnya tim ekonomi bisa juga karena kurang kerja sama. Apalagi tim ekonomi ada dari Partai Golkar seperti Abu Rizal Bakri, ekonom Mari Pangestu, dan lainnya. Siapa tahu kegagalan tim ekonomi karena kurang kerja sama," katanya. "Karena itu, tim ekonomi yang dibentuk JK jangan diartikan gagal sepenuhnya sebab banyak orang yang duduk di tim tersebut. Orang Golkar cuma satu, yang lain bukan kader Golkar," katanya. (spw) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today! http://us.click.yahoo.com/t7dfYD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

