3 December 2005 - 14:02
SBY mulai preteli orang JK di kabinet

JAKARTA - Direkrutnya Boediono menjadi anggota Kabinet Indonesia 
Bersatu (KIB) merupakan cermin bahwa Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono sudah kehilangan kesabaran terhadap tim ekonomi yang 
selama ini dikendalikan oleh Jusuf Kalla, kata Poyuono. "Masuknya 
Boediono juga merupakan refleksi keberanian SBY memangkas orang-
orang JK dari jajaran KIB karena dianggap tidak mampu memperbaiki 
performa ekonomi," kata Direktur Eksekutif LBH BUMN itu kepada 
Harian Terbit, Sabtu pagi. 

"SBY selama ini sudah cukup memberi waktu pada Jusuf Kalla dan 
Aburizal Bakrie, tapi nyatanya ekonomi Indonesia semakin terpuruk 
sehingga ia mulai mengambil alih kepemimpinan tim ekonomi dengan 
menempatkan Boediono sebagai salah seorang andalannya," kata Poyuono 
menambahkan. 

Sementara Ketua DPP Partai Golkar Burhanuddin Napitupulu menilai 
rencana Boediono masuk kabinet jangan diartikan presiden 
memangkas 'orang JK' yang nota bene kader Golkar. "Ini hanya 
reposisi biasa karena presiden mengutamakan kepentingan yang lebih 
besar," kata-nya kepada Harian Terbit, Sabtu. 

Menurut dia, reshuffle kabinet merupakan hak prerogratif presiden 
tanpa mengesampingkan kepentingan yang lebih besar. "Tidak mungkin 
kader Golkar akan 'dihabisi' dari kabinet, saya yakin akan 
dimasukkan di posisi lain di luar tim ekonomi," kata Burhanudin 
Napitupulu penuh yakin. 

Menurut Poyuono, masuknya Boediono dalam jajaran kabinet jelas 
merupakan cermin kehabisan kesabaran SBY terhadap JK karena orang 
yang dipercaya oleh JK yakni Aburizal Bakrie, ternyata tidak mampu 
berbuat apa-apa dalam membangun perekonomian nasional. "Malah 
sebaliknya ekonomi Indonesia menjadi terpuruk." 

Ia mengatakan selama ini sistem ekonomi yang diterapkan oleh 
Aburizal Bakrie nyaris seperti pedagang Glodok yang mengeluarkan 
kebijakan ekonomi dengan hanya mempertimbangkan keuntungan 
materi. "Beli barang sekian, dijual sekian. Yang penting untung, 
tanpa mempertimbangkan efek samping dari keputusan itu." 

Di negara-negara maju, kata Poyuono, yang menduduki jabatan menteri 
perekonomian adalah orang yang pernah menulis buku tentang ekonomi 
sehingga ketika menjabat diberi kesempatan menerapkan teorinya. 

Ia mengatakan latar belakang Boediono adalah seorang teknokrat, 
intelektual, seorang akademisi yang pernah membuat buku tentang 
ekonomi. "Nah, sekaranglah saatnya dia menerapkan teorinya itu. Lagi 
pula seorang intelektual tidak pernah berhitung kepentingan-
kepentingan politik di belakangnya, tapi dia betul-betul bekerja 
untuk kepentingan perekonomian bangsa." 

Mengenai respon pasar yang positif, Poyuono mengatakan bahwa dia 
tahu persis Boediono itu orang yang tulus. Orang yang mau bekerja 
keras demi kemajuan perekonomian bangsa. "Selama ini kan dia sudah 
ditarik-tarik sama SBY, tapi selalu menolak. Tapi setelah itu dia 
melihat bahwa kepentingan perekonomian bangsa jauh lebih penting 
kalau dia terlibat di dalamnya. Itulah sebabnya dia mau lagi jadi 
menteri. Wajar kalau pasar merespon positif. Boediono itu 
nasionalismenya tinggi." 

Mengenai kemungkinan akan dada goncangan politik nasional, Poyuono 
mengatakan SBY tak perlu takut dengan JK dan Aburizal Bakrie. "Kalau 
surut lagi, SBY akan menemui masa kehancurannya, dan akan dijatuhkan 
oleh rakyat. Tapi kalau SBY terus maju menata ekonomi, maka dukungan 
rakyat akan penuh kepada dirinya. Jangan korbankan seluruh rakyat 
hanya untuk Jusuf Kalla dan Aburizal Bakrie." (asa/spw)





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/t7dfYD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke